
Hari Senin pun tiba dimana mereka bersekolah tetapi zea belum bangun dari tidurnya padahal udah jam 6.25, zea tidur kembali setelah melaksanakan sholat subuh.
"Nissa bangun.. kamu nggak kesekolah sayang?" tanya bunda Farah sambil membangunkan zea, karena tidak ada sautan dari dalam kamar terpaksa bunda zea membuka pintu kamar zea.
Ceklek...
"ya ampun belum bangun aja nih anak.." ucap bunda zea menuju jendela sambil mengibaskan gorden
"Nissa bangun dong.. bunda udah masakin nasi goreng kesukaan kamu." ucap bunda zea sambil membelai surai rambut anak gadisnya.
Bukannya bangun zea hanya memperat selimut yang dipakainya, bunda zea yang melihat gemas bercampur kesal melihat putrinya yang nggak bangun-bangun..
"Nissa sayang bangun.." ucap bunda Farah sambil menggelitik, zea yang merasa geli terpaksa bangun dari tidur nyenyak nya.
"eeuughhh.." zea terbangun dari tidur sambil mencium pipi bundanya
"iihh.. jorok kamu Nis, belum juga mandi udah main cium aja.." ucap bunda Farah pura-pura kesal
zea yang melihat muka bundanya kesal hanya cengengesan.
"hehehhe maaf bund.. biar belum mandi Nissa tetap harum kok bund.." ucap zea percaya diri
"siapa yang bilang kamu harum? bau jigong begini dibilang harum.." ucap bunda Farah keluar dari kamar sebelum zea mengamuk.
"bundaaaaaaa........" teriak zea kesal
Bunda Farah yang mendengar itu hanya tertawa kecil sambil turun kebawah menunggu zea selelsai mandi.
.
.
.
setelah memakai seragamnya zea turun menuju meja makan.
"pagi bund.." ucap zea mencium pipi bundanya
"pagi juga sayang.." ucap bunda zea mencium kening zea
"yuk makan nanti kamu terlambat lagi.." ucap bunda zea mengambil nasi goreng untuk zea dan punyanya.
setelah usai makan zea berpamitan pada bunda Farah.
"Bunda Nissa pergi dulu.. Assalamualaikum.." salam zea sambil mencium punggung tangan bunda Farah.
"walaikumsalam.. hati-hati.." ucap bunda Farah melihat kepergian zea
.
.
.
setelah menempuh perjalanan yang cukup dekat, zea membuka helm yang digunakannya hari ini zea menggunakan motor sport kesayangannya. sebelum masuk kedalam sekolah zea merapikan letak rambutnya. hari ini zea tidak terlambat lagi.
"pagiku cerahku, matahari bersinar, ku gendong tas meraihku dipundak.. Nana Nana Nana.." zea berjalan sambil bernyanyi yang tak jelas.
"Zea.." teriak Karissa dengan suara cemprengnya
"tumben banget Lo nggak terlambat ze.." ucap Cia sambil merangkul sahabatnya
"gue mau taubat,, mau jadi good looking kaya sih Ara.." ucap Zea ngawur
sedangkan cia dan karissa yang mendengar ucapan zea hanya tertawa. mereka berjalan menuju kelas, setelah menyimpan tas mereka menuju lapangan untuk melaksanakan kegiatan rutin setiap Senin yaitu upacara bendera.
sampai dilapangan mereka mengambil barisan paling belakang.
semakin lama matahari semakin naik keringat sebesar biji jagung sudah bercucuran didahi mereka.
"Huft. panas banget njiir.." ucap Karissa sambil mengelap keringat sedari tadi bercucuran
"iyaa panas banget, pak botak nggak cape apa sedari tadi ceramah terus, bosan gue dengarnya penyampaiannya itu terus.." gerutu zea kesal
setelah lama menunggu upacara selesai juga. karena mereka haus jadi mereka menuju kantin, setelah habis minum mereka menuju kelas..
"selamat pagi anak-anak.." ucap pak gamar guru matematika yang terkenal dengan sebutan guru killer karena dia tidak tanggung-tanggung memberikan hukuman berat pada muridnya.
"jadi hari ini kita masuk pada halaman 148. bla BLA BLA BLA BLA bla BLA BLA bla bla bla bla.......... sekian penyampain dari saya, kalau ada yang tidak dimengerti silahkan dipertanyakan.." ucap pak gamar
"karena kalian semua sudah mengerti kerjakan soal halaman 156 dirumah, Minggu depan dikumpul.." ucap pak gamar tegas berlalu dari kelas tersebut.
"kantin kuy.." ajak Cia pada sahabatnya
"kuylah.. udah lapar nih gue" ucap zea bersama karissa menuju kekantin
selama perjalanan menuju kantin ada saja yang akan memuji mereka dan menggoda. setelah dikantin mereka duduk ditempat yang masih kosong.
__ADS_1
"kalian mau makan apa?" tanya Cia karena sekarang giliran dia yang akan memesan makanan.
"samain aja sama Lo.." ucap Zea
.
.
.
selain itu dilain tempat Alaric bukannya makan, dia bersama sahabatnya hanya menuju lapangan bermain basket.
"Ric pulang sekolah sebentar Lo ada waktu? kita nongkrong yuk ditempat biasa.." ajak Keenan dengan diangguki oleh Rafka
"benar tuh,, gue bosan nih dirumah terus.." ucap Rafka
"iya kita nongkrong deh.." ucap Alaric sambil mendribel bola
Keringat bercucuran dikening mereka dan baju mereka sudah basah, untung aja biar berkeringat mereka tetap harum, siswa yang melihat itu bukannya ilfil malahan berteriak histeris.
"Ya Tuhan ganteng banget sih mereka.." teriak histeris para siswi
"iyaa keringat mereka itu Lo.."
"iihh ganteng banget, suami gue tuh.."
sementara dilapangan para cogan dihampiri seorang sisiwi cantik yang terkenal dengan kecerdasannya, lemah lembut, dan good looking.
"Alaric nih minum buat lo.." ucap Ara halus sambil memberikan Air mineral dan handuk kecil
"thanks Ra.." ucap Alaric sambil meminum air pemberian Ara sampai habis, sementara Ara yang melihat itu senang sekali
"Ara kok cuman Alaric sih yang Lo kasih Air,, kita juga haus tauk.." ucap Rafka mengerucut bibirnya
"hehehe.. kalian juga ada kok tadi gue beliin sekalian.." ucap Ara sambil membagikan minuman pada sahabat Alaric
"Makasih Ara cantik.." ucap Rafka sambil meminum sampai habis karena ia sudah merasa haus sekali, sama seperti Keenan yang langsung meminum sampai tandas.
" iya sama-sama.." ucap Ara lemah lembut
siswi yang melihat itu semua semakin berteriak histeris.
"kak Ara sama Kak Alaric cocok banget.."
"sama-sama good looking.."
"gue setuju mereka pacaran, cantik dan ganteng serasi banget.."
Alaric dan kawan² pastinya tidak menanggapi semua itu justru Ara bulshing mendengar semua perkataan siswa siswi.
Kriiiiiiing....
Karena bel masuk sudah berbunyi mereka berjalan menuju kelas mereka,, diperjalanan mereka ketemu gengnya Zea.. Alaric dan Zea tidak sengaja mata mereka bertemu sambil mengunci tatapan masing-masing. seseorang yang melihat itu merasa rasa panas dalam hatinya..
"Ekheeem.." dehem Keenan menyadarkan zea dan Alaric yang saling memandang
Zea yang malas bertemu dengan Alaric langsung aja berjalan menuju kelas..
"Lo kenapa?" tanya Ara pada Alaric
"Nggak papa" ucap Alaric berlalu pergi menuju kelas.
sampai dikelas tidak berapa lama guru mengajar pun masuk..
"Hari mempelajari tentang ini bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla...... sekian dan terimakasih. Minggu depan kita ulangan.." ucap guru bahasa Indonesia karena bel pulang sudah berbunyi
.
.
.
sesuai janji mereka tadi, Alaric, Keenan, dan Rafka sudah menuju Cafe meyong yang terhits di Jakarta. mereka mengambil tempat di pojok.
"udah lama yaa kita nggak nongkrong.." ucap Keenan mengingat terakhir mereka nongkrong
"gue sibuk banget belakangan ini.." ucap Alaric
"permisi... mau pesan apa kak?" tanya pelayan tersebut sambil tersenyum ramah
"hmm.. coffe latte.." ucap Alaric
"kalau gue bubble Chocolat,, sama desert." ucap Rafka
"samain aja sama punya dia" ucap Keenan sambil menunjuk Alaric
"oke silahkan ditunggu kak.." ucap pelayan tersebut ramah.
__ADS_1
sementara ditempat yang sama, Zea tidak mengetahui kalau ada Alaric dicafe tersebut.. zea terlihat murung semenjak dari sekolah tadi sementara sahabatnya yang melihat wajah murung zea penasaran..
"Zea Lo kenapa?" tanya Cia
"nggak papa" ucap zea
"kamu dari sekolah tadi murung terus,, emangnya ada apa hmm? kalau ada apa-apa cerita sama kita.." ucap Cia perhatian, karissa yang mendengar pertanyaan sahabatnya mendongak melihat wajah zea.
"gue cerita tapi kalian jangan bilang sama siapa-siapa ya.." ucap zea memperingati
"iyaa.. kaya sama siapa aja sih.." ucap Cia gemas melihat Zea
"iya cerita aja.. kita siap mendengar semua yang Lo bilang.." ucap Karissa penuh pengertian
"jadi gini......" ucap Zea menggantung ucapannya sementara Cia dan Karissa yang melihat itu sudah nggak sabar menunggung kelanjutannya.
"cepetan dong ngomongnya.." ucap Karissa penasaran
"sabar dong..." ucap Zea membuang nafas kasar
"gue mau nikah Minggu depan.." ucap Zea dalam satu tarikan nafas
"What..! seriously?" teriak Cia dan karissa bersamaan karena kaget
pengunjung yang mendengar teriakan mereka semua terkesiap sambil melihat keributan apa yang terjadi, Alaric dan kawan² melihat gadis-gadis tersebut.
Zea yang merasa diperhatikan langsung minta maaf karena membuat pelanggan terganggu karena ulah sahabatnya, begitupun dengan sahabatnya meminta maaf.
"iya gue serius,, emang muka gue ada tampang boongan?" tanya zea
"terus calon suami Lo siapa?" tanya Cia
"Alaric.. Alaric Faeyra.." ucap Zea sambil memelototi sahabatnya yang hampir saja berteriak karena terkejut..
"serius? sama Alaric ketua OSIS di SMA NUSA BANGSA?" tanya Karissa memastikan pendengarannya takut salah dengar. zea hanya mengangguk membenarkan
"ceritanya gimana?" ucap Cia
setelah itu Zea menceritakan bagaimana awal mereka bertemu, dia menolak perjodohan itu, surat dari ayahnya, dia menerima perjodohan, mereka bertunangan, sampai keputusan menikah Minggu depan. sahabat zea pun mengerti apa yang dirasakan oleh zea dan mereka saling berpelukan.
"Nanti kita pergi ke ijab Qabul Lo.." ucap Cia
"ciee.. zea mau nikah.. hahahhaa" ledek karissa, zea yang mendapatkan ejekan dari sahabatnya hanya cemberut.
Alaric sedari tadi memandang Zea yang mengobrol bersama temannya merasa terpaku dengan sifat manja, cerewet, pencicilan yang zea miliki, Alaric tidak menyangka cewe pembuat onar bisa terlihat imut dan gemas gitu..
"Ric kenapa Lo sedari tadi hanya memandang kesamping? apasih yang Lo lihat" tanya Rafka
"nggak ada kok." ucap Alaric
Tiiing....
Bunda❤️
Al jangan lupa ajak zea pergi fitting baju yaaa..
^^^Alaric😘^^^
^^^iya bund.. Nanti kita pergi fitting baju.^^^
setelah membalas pesan bundanya Alaric melihat Zea sebentar baru mengirim pesan pada Zea.
Alaric
Kita disuruh bunda fitting baju.
^^^Zeanissa^^^
^^^iya. Lo dimana?^^^
Alaric
Dicafe meyong.
^^^Zeanissa^^^
^^^oke gue tunggu diparkiran.^^^
usai berbalas pesan pada Zea, Alaric langsung pamit pada sahabatnya kalau dia mau pergi karena ada urusan penting. setelah berpamit pada sahabatnya Alaric langsung menuju parkiran dan dia melihat Zea sudah menunggu.
"yuk naik,, motor Lo nanti diantar sama orang suruhan gue." ucap Alaric
setelah sudah naik diatas motor, Alaric langsung membelah jalan menuju butik Tante Bella.
✨✨✨
**jangan lupa like, vote, coment, dan share keteman-teman kalian.
__ADS_1
Thank you epribadi🙏🌺**