
...Zella...
Bia, aku akan pergi bersama Lucas. Maaf gak bisa ketemu langsung sama kamu untuk ngucapin minta maaf. Dan hanya bisa mengucapkan lewat pesan singkat ini. Maaf ya? selama ini yang neror kamu dan Agam adalah aku. Sejak pertama kali masuk sekolah, sebenarnya aku udah suka sama Kak Agam, tapi aku memilih memendam karena ngerasa minder gak pantes buat dia. Apa lagi kelihatannya dia dingin banget. Terlebih pas aku tahu ternyata kamu itu pacar Lucas yang selama ini selalu dia ceritain ke aku.
Aku iri dan benci sama kamu yang bisa di cintai dua lelaki yang sudah aku taksir dari pertama kali masuk dan sahabat aku yang satu-satunya yang aku punya. Kalo Agam mungkin aku bisa ngerelain buat kamu, tapi kalo Lucas gak bisa Bia.. dia dunia aku. Dari kecil dia udah jaga dan lindungi aku..
Yang intinya aku minta maaf ya udah neror dan membahayakan kamu.
Pesan terakhir yang Zella kirim untuk Bianca, sunggu Bianca tidak menyangka jika yang meneror dirinya adalah Zella, padahal ia mempunyai prasangka jika itu perbuatan Samuel semua, ia keliru rupanya orang yang tidak pernah masuk dalam dugaannya. Bianca akui jika Zella emm-- licik?
Tapi tak apa lah, Bianca sudah memaafkan dan tidak akan memasukan itu dalam hati.
***
Bingung? sangat! bagaimana tidak? sopir pribadi Papanya yang membawa Agam, Bianca, dan Cantika berhenti di luar kawasan pemakaman. Cantika berpikir apakah tukang sopirnya salah alamat?
"Pak kenapa berhenti di sini?"
"Katanya mau ketemu Papa kamu.." jawab sopir tersebut. Agam yang duduk di kursi kemudi bersama sopir pun keluar terlebih dahulu, di susul oleh Cantika dan Bianca.
Meski dalam keadaan belum paham sepenuhnya, Cantika ikut saja masuk ke dalam daerah yang banyak oleh tempat peristirahatan manusia selamanya. Ia mengedarkan pandangan menyapu lahan luas tersebut, lalu mereka berhenti di sebuah makam yang banyak bertabur oleh kelopak bunga mawar.
Seolah dunia berhenti berputar saat Cantika melihat nama yang tertera di batu nisan tersebut, bahkan untuk menelan ludahnya saja terasa sulit sekali, tenggorokannya tercekat. Apakah ini mimpi? kalau memang iya bangunkan dirinya sekarang!!
"B-bang? k-kenapa? nama Papa?" Cantika memundurkan langkahnya seraya menggeleng nanar menyangkal pikirannya sendiri, Agam menarik tangannya lembut, ia sudah prediksi bahwa Cantika akan shock dengan kenyataan ini. Dan mengajak Cantika berjongkok di samping makam Bastian, begitu pun Bianca.
__ADS_1
Agam mengusap nisan tersebut, "Papa, aku udah bawah Tika.." Matanya berkaca-kaca sementara Cantika sudah menangis meraung-raung. Agam membawanya kepelukannya untuk memberikan kekuatan.
"Gak mungkin Papa pergi Bang!! gak mungkin dia ninggalin Tika sendiri!!" Dada Cantika terasa perih, ia menangis sesegukkan di dada bidang Agam. Cengkramannya di baju Agam menguat.
"Ssstt.. Tika gak sendiri, ada Abang.." Agam menepuk-nepuk punggungnya, Agam mendongak menahan embun yang jika hanya sekali berkedip saja akan turun. Bianca pun turut menangis melihatnya.
"Papaaaa....." Raung Cantika lalu setelah itu ia merasa sakit sekaligus pusing di area kepalanya yang terasa berkunang-kunang, lamban laun makin gencar menyerangnya dan akhirnya pandangannya menggelap.
"Tika?" Agam memanggil ketika tangisan Cantika sudah tidak terdengar, kepala gadis kecil itu tersandar di dada Agam yang mengecek kondisinya, ia melonggarkan pelukan dan tubuh Cantika meluruh seketika, Agam cekatan menyanggah tubuhnya yang nyaris meluruh ketanah.
"Tika kenapa Kak?" Bianca panik melihat Cantika yang tidak sadarkan diri.
"Pingsan." jawab Agam, ia menepuk-nepuk pipi Cantika untuk menariknya dari alam bawah sadarnya. Mimiknya terlihat jelas begitu panik dan takut.
"Cepat bawa ke mobi Kakl!!"
***
Tidak terasa seminggu telah berlalu, walau waktu yang terhitung cukup singkat banyak pengalaman yang di lalui oleh Agam dan Bianca, baik itu hal yang baik mau pun sesuatu yang buruk.
Terutama Cantika, karakteristik dan kepribadiannya nya benar-benar berubah drastis di saat ia tahu fakta bahwa Papanya telah tiada dan kedua matanya sekarang adalah milik Ayahnya, sifatnya dari yang cerewet, ceria tergantikan oleh sikap pendiam dan irit bicara. Tidak jauh berbeda dari karakter Agam.
Suara roda koper bergesekan langsung dengan lantai tenggelam di hiruk pikuk keramaian bandara. Tangan kekar Agam mengenggam sebuah koper dan di sebelahnya merangkul pinggang Bianca yang mengenggam tangan Cantika. Mereka mengikuti Pria berwibawa dengan kacamata hitam bertenggar di hidungnya, berjalan dihadapan mereka ibarat pemimpin.
Di saat langkah Gilbert berhenti mereka pun akhirnya ikut berhenti, Agam menyerahkan koper tersebut kepada pemiliknya.
__ADS_1
Gilbert menurunkan kacamatanya. "Gimana Agam? sudah memikirkan tawaran Ayah untuk ikut ke Prancis setelah lulus? apa keputusan kamu?"
"Agam memutuskan untuk tetap tinggal, Ayah. Ada Istri sama Adek aku yang menjadi tanggung jawab aku. Belum lagi perusahaan besar Arbyshaka yang Papa amanah kan ke Aku." ujarnya mantap. Gilbert sedikit kecewa mendengarnya namun apa boleh buat? jika itu menjadi keputusan Agam berarti itu adalah hal yang mutlak tanpa bisa di ganggu gugat siapa pun, termasuk Gilbert sekalipun.
"Baiklah kalo itu keputusan kamu." Gilbert memberikan senyuman simpul.
"Selamat siang. Boarding untuk Maskapai ABC dengan nomor penerbangan 56K76 tujuan Paris akan segera dimulai. Para penumpang dimohon untuk menuju gerbang C2 dan persiapkan pas naik dan identifikasi Anda. Terima kasih."
Suara panggilan pengumuman penerbangan terdengar menggema di penjuru bandara.
"Aku pamit Agam, Elard sudah menungguku di sana.. jaga diri baik-baik dan lindungi istri juga Adikmu." ujarnya menepuk sekali pundak Agam sebelum menjauh pergi dari sana dan melambaikan tangannya.
Agam dan Bianca balas melambaikan tangan, sedangkan Cantika hanya diam menatapnya saja, ia hanya ingin cepat-cepat pulang, di keramaian membuat dirinya sesak.
...(END)...
...Huaaa gak nyangka bisa nge-end ini cerita sampai sejauh ini, terhura aku😭😭 soalnya ini karya pertama aku😭...
...Married with ketos di nyatakan End di sini yah, karena teka-tekinya telah terungkap begitu pun dengan konfliknya telah selesai. Yang intinya endingnya gini aja. Maaf kalo ngegantung....
...Aku ngucapin makasih banyak-banyak yang mengikuti kisah Agam dan Bianca dari eps awal hingga akhir🙏...
...Nantikan story aku yang berikutnya!!...
...Insyaallah aku akan bikin epilog atau ekstra partnya. Atau bisa season dua cerita nya Cantika aku bisa sambung di sini tapi masih Insyaallah yah, doain aja bisa nyangkut ide-ide yang bagus di otak aku....
__ADS_1
...Oh iya, aku ada buat CS baru berjudul Crazy Friend. Yang berkenan bisa mampir!...