Married With Ketos

Married With Ketos
Adik?


__ADS_3

"Kenapa?, kenapa baru sekarang? selama ini kamu kemana aja? kenapa ninggalin aku dan Ibu?"


Bertubi-tubi pertanyaan yang Agam layangkan kepada Gilbert yang mengaku sebagai Ayahnya, sebenarnya itu masih belum cukup masih banyak dan banyak lagi pertanyaan yang tersimpan dalam benaknya selama ini. Wajah Gilbert terangkat menuju Agam dan Bianca yang duduk di seberangnya. Iris mata Agam terlihat kecewa.


Gilbert sudah memprediksi sejak lama, kalau jadinya akan seperti ini, "Gam. Aku--aku minta minta maaf yang sebesar-besarnya untuk selama ini. Gak apa-apa kalo misalnya kamu nggak bisa maafin aku. Tapi ada satu hal yang harus aku luruskan. Aku gak mau kamu salah paham terus-menerus."


"Sebenarnya--Mira yang meninggalkan aku bukan Aku yang meninggalkan Mira."


Agam berdecih sinis. "Setelah selama ini gak pernah muncul di hadapan aku, kamu berharap aku percaya begitu saja dengan apa yang kamu bicarakan? pastinya kamu akan membual seolah-olah kamu gak salah. Karena tidak ada orang yang berbuat salah akan mengakui kesalahannya." Genggaman tangan Agam pada Bianca mengencang, Bianca melirik pada tangan mereka yang tertaut. Ia yakin kekuatan itu menandakan bila Agam tengah menahan emosinya agar tidak meledak di sini.


"Semua ucapan yang terlontar dari mulutku tidak pernah berbohong!!" Gilbert menegaskan. Bianca yang ada di tengah-tengah mereka pun merasa tegang hingga sekedar membuka mulutnya saja ia enggan. Di ruangan itu di penuhi oleh hawa-hawa yang mencekam.


"Jadi, kamu mau bilang kalo yang bohong itu Ibu aku bukan kamu? kalo begitu berikan alasan yang jelas kenapa Ibu ku yang meninggalkan kamu?"

__ADS_1


Pertanyaan dari Agam membuat tatapan Gilbert menerawang kedepan, kepingan memori kenangan indahnya bersama Mira kilas terpintas pada dirinya. "Itu demi kebaikan kamu Gam."


"Demi kebaikan aku? terus kamu berpikir kalo selama ini aku bahagia?" Kekehan terkesan getir tercipta pada diri Agam.


"Kamu gak akan mengerti.." Gilbert menarik napas dan mengambil pistol di balik kemeja hitamnya. Ia memainkan senjata itu, "Dunia mafia itu kejam Gam. Musuh di mana-mana dan setiap hari hidup dalam bahaya. Dulu Ibu kamu pernah berjanji ke aku, apapun pekerjaan aku dia akan nerima apa adanya. Tapi apa? setelah kamu hadir nyatanya dia pergi setelah tahu kalau aku seorang mafia."


"Awalnya aku gak terima, aku selalu berusaha menemui di mana pun dia berada walau selalu penolakan yang aku dapat. Lama kelamaan aku berhenti karena aku sadar, kalau Mira melakukan itu demi kebaikan kamu. Dia hanya ingin kamu hidup aman tanpa terlibat dengan dunia gelap ku"


"Jadi kamu mengerti kan Mira membohongimu? dia hanya tidak ingin kalo kamu besar nanti akan mencari tahu keberadaan ku."


Gilbert menghembuskan napas sejenak, "Kalo misalnya Mira tak berbohong tentang aku ninggalin kalian, apa kamu akan mencari ku? sudah pasti iya kan? dan itu yang paling Mira takutkan. Dia gak mau kamu terjerumus dalam bahaya."


***

__ADS_1


Usai mendengarkan pernyataan dari Gilbert, Agam terpaksa masih tinggal di mansion Ayahnya karena Bianca ketiduran di saat Gilbert bercerita. Meski Agam belum sepenuhnya percaya, ia hanya mencoba mengikuti apa kata hatinya yang yakin.


"Ini." Gilbert memberikan selimut tebal kepada Agam yang segera menyautnya, "Thanks." kata Agam masih canggung. Bagaimana tidak? seumur-umur ia hidup, baru kali ini ia bertemu dengan Ayah kandungnya. Agam menyelimuti Bianca yang tenggelam di mimpinya sedang tidur di sofa. Pelan-pelan Agam mengangkat kepala Bianca kemudian ia duduk memangku kepala Bianca di pahanya.


"Sepertinya kamu sayang banget sama Istri kamu." Gilbert duduk di tempatnya semula.


"Namanya Istri sendiri ya pasti di sayang." balasnya cetus. Gilbert hanya mengulum lengkungan samar, lalu kembali hening di antara sepasang Ayah dan anak yang tengah terhanyut dalam kesibukan masing-masing, Gilbert yang tenggelam dalam pemikirannya, sedangkan Agam sibuk mengelus kepala Bianca.


Sampai Gilbert yang membuka suara kembali memecahkan suasana senyap itu. "Gam, aku juga ingin mewakilkan permintaan maaf atas perlakuan buruk Elard kepada kamu."


Aktivitas Agam berhasil berhenti gara-gara itu, alisnya berkedut bingung menatap Gilbert. "Elard, siapa?"


TBC

__ADS_1


__ADS_2