
TIGannBBBA hari yang lalu, sesuatu yang tidak Pernah Mika bayangkan datang ke rumahnya, yaitu surat Perceraian. Dan fakta yang lebih mengejutkannya lagi, ternyata Arga sudah beberapa kali mengiriminya surat Perceraian. Tapi dengan baiknya Feni menyembunyikan surat-surat tersebut. Alasannya hanya satu. Feni tak ingin melihat Mika makin terpuruk lagi. Padahal dulu ia-lah yang menyarankan agar Mika segera bercerai dari Arga. Entahlah, kasih sayang seorang ibu memang tidak akan Pernah ada batasnya.
Mika baanNnzbBk orang yang benar-benar kehilangan separuh jiwanya setelah benar-benar menandatangani surat Perceraian tersebut. Dua hari selanjutnya, sidang dilakukan. Dan semuanya berjalan dengan seadanya.
Ketika hakanznnznzbzim mengetuk Palu tiga kali Pertanda keduanya telah selesai, Mika hanya diam. Tak ada air mata dan tak ada kehisterisan lainnya. Ia hanya diam, bahkan a beberapa hari selanjutnya ia tetap diam dan mengurung diri di kamarnya. Tak pernah sedetik pun untuk Mika berhenti memikirkan Arga. Arga memang bukan pacar Pertamanya, tapi ia adalah jatuh cinta Pertamanya. Tak ada orang yang baik baik saja setelah cinta Pertamanya hilang begitu saja.
“Gue nggak bakal nikah lagi, lo aja udah cukup.”
“ Arga, janznznznzbzbji dulu sama gue. Lo nggak bakal ngelirik cewek lain di sana, lo nggak bakal selingkuh dari gue dan lo harus Pulang tiap lo libur kuliah.”
Armhgga tersznznznnzenyum. “Janji.”
Semuannshhza janji itu kini hanya sebuah omong kosong yang sama sekali tak ada artinya. Setiap kali ingatannya mengingatkan tentang cowok itu, maka saat itu pula hatinya akan mengalami sakit yang tiada taranya. Mika tak habis Pikir bagaimana Arga bisa melupakan semuanya dengan semudah itu. Sepertinya Mika butuh ribuan tahu untuk benar benar bisa melupakan semuanya.
“I lovesnbzbz you.”
Mika tak amsnsnsnkan Pernah melupakan saat Pertsnsnsnnsama kalinya Arga mengungkapkan rasa cintanya. Namjsnsnsun setelah beberapa saat, ia kembali tersadar. Sekarang ia bukan siapa siapanya Arga Kini ia hanya orang lain di dalam hidupnya. Dada Mika makin sesak snsnsrasanya. Kristal bening menumpuk di Pelupuk matanya. Sudah seminggu ini ia menahan agar cairan bening itu tak keluar dan matanya. Namun apa daya Pertahanannya akhirnya runtuh juga.Air matanya mengalir begitu saja, disusul dengan tangis Pilu menyayat hati. Mika memukul dadanya yang berdenyut nyeri. Apakah salah jika ia mencintai seseorang dengan begitu tulusnya? Apakah salah jika mencintai seseorang dengan sedemikian dalamnya ? Salahnya, ia hanya terlalu bodoh. Ia Pikir ia adalah number one nya Arga. Nyatanya Arga begitu saja membagi cintanya. Air matanya tumpah begitu derasnya, mengalir bagai Perasaannya yang tak kunjung membaiiba-tiba Pintu kamarnya diketuk dari luar. Mika tak menjawab, ia menunggu orang itu untuk berbicara lebih dulu. “Sayng, ada Reno di luar,” ujar Feni dengan suara lembut. Ia tahu bagaimana Perasaan Putrinya. Di mana pun seorang ibu akan sangat mengetahui Perasaan anakny Katanya mau ketemu kamu,” lanjutnya lagi. Hening, tak ada sahutanni menghela napasnya, ia tak bisa berbuat banyak untuk hal ini. Hati manusia bukan ia yang mahir mengatur. “Ya udah, kalau kamu masih mau sendiri, Mama suru—”
“Suruh masuk,” ujar Mika lirih.
Akhirnya Feni dapat mengembangkan senyumnya. Sudah seminggu lebih Mika mengurung diri di kamar dan tak mau seorang Pun untuk mengunjunginya, bahkan sahabat sahabatnya.
Mika mengusap kasar air matanya lalu mengatur deru napasnya, menutup mata sejenak. Namun itu adalah sesuatu yang salah, sebab setiap kali ia menutup matanya, maka bayangan Arga yang mengakui dirinya telah bertunangan dengan cewek lain yang selalu muncul diingatannya.
__ADS_1
Bunyi Pintu terbuka menginterupsi lamunannya.
“Hai,” sapa Mika dengan melambaikan sebelah tangannya disusul dengan senyuman yang bahkan orang bodoh Pun tahu bahwa senyuman itu adalah sebuah kepalsuan.
Tiba tiba saja Reno memeluknya begitu erat.
" Lo Nggak boleh Pura-pura bahagia di depan gue.”
Senyum Mika luntur begitu saja lalu ia membalas Pelukan Reno tak kalah eratnya. Ia butuh sandaran saat ini juga. Bahunya bergetar hebat, ia menumpahkan semua kesedihannya Pada bahu Reno. Air matanya mengalir begitu saja.
“Ren, gue bego banget ya,” tanya Mika dengan napas yang tidak beraturan.
“Gue bego. Gue bego karena udah jatuh cinta sama cowok itu.”
“Gue bego karena sampai saat ini gue masih cinta sama dia. Gue nggak bisa lupain dia,” ujar Mika makin lirih. “Rasanya sakit, Ren. Gue nggak bisa hidup tanpa dia.” Mika terisak.
" Kalau gue bilang gue baik-baik aja itu bohong, Ren nyatanya hati gue teramat sakit buat sekadar lupain dia. Gue nggak bisa, gue nggak akan Pernah bisa lupain dia.”
Reno melepaskan pelukannya lalu menangkup wajah Mika. Jika Mika sakit karena Arga, lalu apa kabarnya dengan dirinya yang selalu Patah hati setiap Mika bilang bahwa ia hanya mencintai cowok itu di depannya ? Namun apa pun asal Mika bahagia, akan Reno lakukan. Cinta itu adalah sebuah ketulusan. Reno rela melakukan apa pun asalkan cintanya bahagia. Asalkan Mika bahagia walau nyatanya Perasaannya ikut terluka karena itu semua, Reno tak bisa melihat Mika terluka terlalu dalam lagi. Ia mengusap air mata yang membasahi wajah cantik cewek yang ada di depannya. “Jangan nangis,” gumam Reno Pelan. “Lo nggak tahu gimana Perasaan gue ketika lihat lo nangis. Gue ikut sakit, Mik.”
Mika makin menangis mendengar Pengakuan Reno. Ia seolah tersadar bahwa masih banyak orang yang menyayanginya masih banyak orang yang masih ingin melihatnya bahagia.
“Please ... gue bakal lakuin apa pun asal lo nggak nangis lagi. Asal lo bisa senyum kayak biasa lagi, gue mau lakuin apa pun,” ujarnya putus asa.
__ADS_1
Mika lagi-lagi seolah baru tersadarkan. Ia telah mengabaikan seorang cowok dengan perasaan tulusnya. Mika menatap mata Reno, dan ia dapat melihat rasa terluka di dalam mata tersebut.
“Lo mau apa ? Bilang ke gue sekarang, gue bakal lakuin apa pun itu sekarang juga.”
“Lo Nggak berhak nangisin cowok brengsek kayak dia. Masih banyak orang yang sayang elo.” Reno mengusap air mata Mika yang kembali jatuh.
“Gue rela denger curhatan lo tentang betapa lo cinta sama cowok itu tiap harinya, Gue rela lo selalu membangga-banggakan cowok itu di depan gue ataupun saat lo ngebanding-bandingin gue sama cowok itu. Walau nyatanya hal itu bikin gue Patahin hati tiap saatnya, gue rela. Asal lo jangan gini, lo terlalu berharga buat nangisin cowok itu.” Mika makin menangis, ternyata sebegitu dalam rasa cinta Reno untuknya. Ia tidak sadar telah melukai Perasaan cowok yang ada di hadapannya.
“Orang bilang, nyembuhin Patah hati itu akan jauh lebih baik lagi dengan jatuh cinta. Gue harap lo bakal buka hati lagi, gue nggak akan ngelarang lo suka sama siapa aja. Asal lo bahagia, itu udah cukup bagi gue.” Reno tersenyum.
Mika kembali memeluk Reno erat.
" Maafin gue,” lirih Mika. “Maafin gue Ren, maafin gue yang Nggak sadar kalau ternyata di samping gue masih ada orang yang mencintai gue dengan tulus.”
Reno menggeleng-gelengkan kepalanya. “Nggak, lo Nggak salah. Ini salah gue karena udah jatuh cinta sama lo dengan gampangnya.”
“Maafin gue karena udah bikin lo Patah hati setiap harinya.”
“l
“Asal lo bahannsnsnsagia, Mik. Nggak ada hal yang Paling gue inginkan di dunia ini selain lihat lo bahagia.”
Mika makin menangis ahahsnssejadi-jadinya. Ia benarbenar telah menjadi cewek jahat selama ini. la lalu melepaskan Pelukannya lalu tatapannya bersibobrok dengan tatapan Penuh kelembutan milik Reno. “Ajarin gue.” Mika menghela napasnya. “Ajarin gue buat nyembuhin Patah hati gue. Lo bilang akan jauh lebih baik kalau obatnya jatuh hati lagi. Ajarin gue biar bisa buka hati gue buat lo,” ujar Mika mantap.
__ADS_1
...••••...