
"Iihhh Tante buat Cia ta...." ucap Cia terpotong karena seseorang memanggil Tante sindy
"Honey...." panggil seseorang cowo dari balik rak.
"Iya sayang kenapa?" jawab Tante sindy melihat kearah cowok tersebut begitupun dengan Cia.. yang ternyata cowo tersebut yang memanggil Tante sindy adalah...
"Dari mana aja sih honey? aku cariin dari tadi juga ternyata disini.." ucap Keenan kesal tetapi ia belum menyadari adanya Cia disini.
"Maaf ya sayang.. jangan panggil honey.." ucap Tante sindy melototkan matanya.
"Tante!" panggil Cia
Keenan yang mendengar ucapan seorang cewe melihat kearah cewe tersebut..
"Cia!" kaget Keenan tetapi langsung menormalkan keterkejutannya yang melihat Cia berarada disebelah Tante sindy..
"Hmmm.." dehem Cia memutar bola matanya
"Lo ngapain disini?" tanya Keenan
"belanja lah masa nyalon sih.." cibir Cia
"ya kan gue hanya basa-basi aja.." ucap Keenan
"Tapi basa-basi Lo terlalu basi.." ucap Cia
"terserah Lo deh.." ucap Keenan beralih melihat kearah Tante sindy..
"Honey kenapa lama banget sih?" gerutu Keenan
"tadi gue nggak sengaja nabrak Tante sindy karena terlalu asik milih Snack, terus belanjaan Tante sindy jatuh berantakan dilantai gue dan Tante sindy ngumpulin belanjaan Tante sindy dulu jadi agak lama.." jelas Cia padahal yang ditanyain Tante sindy dia yang jawab.
Keenan yang mendengar ucapan Cia berjalan kearah Tante sindy terus membolak-balik badan Tante sindy takut ada yang luka atau lecet..
"Ada yang sakit honey?" tanya Keenan
"nggak ada sayang.." ucap Tante sindy
"Cih.. Alay bat dah.." cibir Cia
Keenan yang mendengar cibiran Cia pun berbalik kearah Cia..
"Kalau jalan tuh hati-hati jangan cuman lihat Snack aja, kalau dia kenapa-napa Lo mau tanggung jawab. HAH!" bentak Keenan pada Cia yang hanya menunduk
"sayang udah yaa.. jangan marahin Valen lagi.." ucap Tante sindy mengusap pundak Keenan untuk meredamkan emosi anak itu..
"Iyaa maafin gue yaa Ken Tan..." ucap Cia menunduk
"iya nggak papa kok.." ucap Tante sindy..
"Honey kita pulang..." ucap Keenan tegas..
"Ehhh tapi tunggu dulu, sedari tadi Tante sindy sama Keenan panggil honey dan sayang.. apa jangan-jangan.." jeda Cia melotot.
__ADS_1
"apa jangan-jangan?" tanya Keenan sedangkan Tante sindy menahan tawa karena ia udah mengerti apa yang akan diucapkan Cia.
"Apa jangan-jangan kalian pacaran.. astagfirullah Keenan Lo tuh ganteng kenapa harus cari tante-tante, walaupun Tante sindy cantik dan masih terlihat muda tapikan masih ada cewe yang mau sama Lo.." cerocos Cia
"emangnya siapa cewe yang mau sama gue?" tanya Keenan memancing Cia. sedari tadi keenan menahan tawa.
"Gue mau sam... uppsss.." ucap Cia menutup mulutnya hampir saja kecoplosan dan muka yang memerah menahan malu.
"Hahahhaa" Tante Sinta tertawa terbahak-bahak dengan Keenan
"Lo mau sama gue?" tanya Keenan meredakan sedikit tawanya tapi tidak dengan Tante sindy yang tertawa terus
"Iya.. tapi kan Lo pacaran sama Tante sindy.." ucap polos Cia.. Cia itu kadang polos walaupun ia terlihat cewek cuek dan pemberani tapi ia akan terlihat polos didepan orang yang udah buat ia nyaman contohnya seperti Tante sindy.
"Hahahhaha..." tawa Keenan dan tante sindy picah kembali.
"makasih yaa Valen udah buat Keenan tertawa lepas.." batin Tante sindy.
"Kalian kenapa tertawa? emang ada yang lucu,, kan benar apa yang gue bilang kalau Tante sama Keenan pacaran, tadikan kalian panggil mesra gitu.." jelas Cia dengan berhentinya suara tawa Tante sindy dan Keenan walaupun masih tersisa suara cekikikan.
"Keenan anak Tante.." jelas Tante sindy yang ternyata mamanya keenan.
"oohh maaf ya tan Ken udah nuduh kalian pacaran.." sesal Cia
"Iya nggak papa sayang.. wajar sih kamu berpikir Tante dan Enan berpacaran apalagi dengan Enan memanggil Tante dengan sebutan Honey, kalau kamu mau bertanya kenapa harus honey karena Enan kalau kesal selalu sebut Honey soalnya Tante nggak suka dengan panggilan itu.. kalau kamu berpikir kenapa Enan alay sekali waktu dengar Tante ditabrak olehmu karena ada suatu kejadian yang menimpa Tante terus Tante satu-satunya perempuan dalam keluarga kami jadi mereka menjaga ketat Tante.." Jelas Tante sindy
"Oohh gitu ya tan.." ucap Cia mengerti
"Tante Cia pergi kekasir dulu yaa karena tadi Cia hanya izin sebentar sama mami.." ucap Cia
"Iyaa Valen.. sampai ketemu nanti.. kalau kita ketemu kamu harus panggil Tante Mama nggak ada bantahan.." ucap Tante sindy
"Oke Tante.. Cia bergi dulu yaa Tan Keenan.. Assalamualaikum.." pamit Cia menyalim tangan Tante sindy.
"Walaikumsalam.." balas mereka serempak..
Cia berjalan menuju kasir sedangkan Tante sindy dan Keenan membawa barang belanjaan mamanya berjalan keluar dari supermarket.
"Cia sopan ya Nan, udah cantik, baik, sopan lagi sama orang tua.." ucap Tante sindy
"Iya ma..." ucap Keenan..
mereka berjalan menuju parkiran, sampai di parkiran Keenan meletakan belanjaan mamanya di bagasi dan masuk kedalam mobil yang didalam sudah ada mamanya duduk disamping kemudi, Keenan menancapkan gas dengan kecepatan rata-rata.
.
.
.
"Eughh.." lenguh Zea bangun dari tidur dengan mengucek matanya..
setelah merasa nyawanya sudah terkumpul penuh Zea melihat kamar yang ternyata kosong hanya ia sendiri didalam, Zea beranjak dari tempat tidur berjalan kedalam kamar mandi tak lupa melihat kearah jam Beker terlebih dahulu yang ternyata udah jam 4 lewat.. karena sudah sore Zea pun melaksanakan ritual mandi usai mandi ia melaksanakan sholat.
__ADS_1
Ceklek..
Alaric masuk kedalam kamar yang ternyata zea sedang melaksanakan sholat, Alaric berjalan kearah lemari dan mengambil pakaian karena Alaric dari musholah rumahnya yang berarti ia pakai baju kokoh..
usai mengganti pakaian Alaric keluar dari kamar mandi yang ternyata Zea sudah selesai sholat. Alaric berjalan kearah tempat tidur dan duduk disana sedangkan Zea mengeringkan rambutnya.
"Nissa hasil ulang Lo tadi berapa?" tanya Alaric to the point..
"Emm.. mmm.. Al Lo mau nggak gue ambilkan cemilan? mau lah.." ucap Zea gugup dan berjalan kearah dapur.
Zea berjalan turun tangga dan masuk kedalam dapur membuka kulkas mengambil minuman dingin terus ia beralih membuka lemari penyimpan makanan ringan. zea mengambil makanan ringan dan meletakannya dinampan..
Zea berjalan kelantai atas..
"Ya Allah selamatkan Zea, semoga Al nggak ngamuk pas lihat hasil ulangan Zea.. Aaminn.." doa Zea
tak berapa lama ia udah sampai dimuka pintu kamarnya dan Alaric tetapi ia belum membuka pintu karena takut Alaric marah. Zea memberanikan membuka pintu.
Ceklek...
yang ternyata Alaric duduk di sofa dan kaki disilangkan dan tak lupa memegang beberapa lembar kertas yang Zea tebak itu hasil ulangannya..
"Eehh Alaric nih cemil..." potong Zea sebelum selesai berbicara
Plak... bunyi Kertas dibanting diatas meja yang terlihat disana nilai milik Zea yang mendapat nilai 35 yang jauh dibawah KKM, siapa yang nggak murka selama ini Zea sekolah tapi tak menghasilkan apa-apa.. Zea nggak terlalu paham dengan pelajaran matematika, menurutnya itu pelajaran yang paling susah.
"Lo sekolah ngapain aja? kenapa nilai Lo dibawah KKM HAH' Lo hanya tau bolos, buat onar, apalagi yang Lo lakuin, cuma ngehambur uang aja kerjaan Lo, kalau Lo gini terus nggak akan lulus, ia mungkin lulus tapi tak akan masuk dikamus ternama.. tiga tahun kita sekolah tapi nggak ada perubahan sama sekali sama Lo.." bentak Alaric kelepasan padahal semalam barusan ia membentak Zea.
"Waw... berani yaa Lo bentak gue, asal Lo tau yaa, Lo orang pertama yang ngebentak gue, ayah bunda dan Abang gue aja nggak pernah tuh ngebentak gue, tapi Lo beraninya bentak gue pakai mulut kotor Lo.." ucap Zea dengan suara meninggi sambil mendongak melihat kearah Alaric dengan tatapan tajam yang tak pernah ia perlihatkan kepada orang, tatapan tajam yang berarti Zea marah besar dan Zea menujuk kearah Alaric.
"gue minta maaf Nis" ucap Alaric terpotong dengan bentakan Zea.
"Jangan pernah panggil nama gue dengan sebutan Nissa, karena orang yang memanggil gue Nissa adalah orang terdekat saja dan orang yang istimewa, dan Lo bukan siapa-siapa gue, Lo nggak penting.. gue kasih tau Lo negara nggak butuh orang-orang pintar karena yang mereka perlukan orang yang cerdas dan berpengalaman.." Tegas Zea menunjuk Alaric pakai jari telunjuknya...
"Ze Gue minta maaf.." ucap Alaric minta maaf dan memegang tangan Zea Sebelah sesudah Zea berbalik mau keluar.
"Lepasin tangan kotor Lo, gue nggak sudi dipegang oleh Lo." tegas Zea sekali hentakan tangan Alaric terhempaskan.
Zea membuka pintu kamar dan menutup dengan kencang sehingga menimbulkan suara.
Braakkk...
Zea berjalan kelantai bawah dan membawa motor dengan kecepatan diatas rata-rata.. sedangkan Alaric berlari turun kebawah mengejar Zea, tetapi Zea udah pergi naik motor dengan kecepatan diatas rata-rata..
✨✨✨
**Jangan lupa like, komen, vote dan share. mohon dukungannya dan berikan gift+follow..
Makasih para readers tersayang 😘 yang udah menyempatkan membaca novel aku, semoga banyak yang baca dan suka sama karya pertama Aku..
Salam Hangat dari Author ^_^..
Follow Ig Author : Darniati_05**
__ADS_1