Married With Ketos

Married With Ketos
Episode 19


__ADS_3

setelah menceritakan apa yang terjadi pada hari itu, mereka semua bertanya-tanya apakah yang mengurung zea dalam toilet perempuan yang melabrak zea atau orang lain?, sedangkan Alaric sudah mengepalkan tangan karena merasa tidak dapat menjaga zea dengan baik, ia merasa menyesal dan bersalah tetapi ia tak dapat mengungkapkannya.


gue akan cari tau penyebab orang yang sudah celakain zea, gue akan buat mereka menyesal sudah menyakiti milikku.. batin Alaric


Apa tadi katanya? apa ia nggak salah bilang zea miliknya? ia ingin zea hanya satu-satunya perempuan yang akan bersanding dengannya sampai mereka menua bersama tapi, bisakah Zea menerimanya? ia akan berusaha memperjuangkan zea sampai ia merasa lelah, bukankah perempuan wajib dikejar oleh laki-laki yang mencintainya, sama halnya dengan zea.


karena terlalu banyak berpikir siapa penyebabnya dibalik apa yang terjadi pada Zea saat itu semua seperti teka teki buat mereka, seakan-akan itu semua sudah direncanakan untuk membuat Zea sakit.


1 detik...


2 detik...


3 detik...


sampai 10 menit pun mereka masih terdiam dari kesunyian belum ada yang membuka suara, semua masih dalam alam lamunan mereka tak tahu apa yang dilamunkan.


"Menurut kalian siapa yaa yang udah nyelakain zea?" tanya Cia membuat mereka semua ditarik dalam lamunan mereka dan sadar.


"menurut gue ini ada sangkut pautnya sama.... siapa yang udah nyiram Lo pakai air mineral itu?" ucap Keenan dengan mengetuk-ngetuk dagunya pakai tangan, seakan-akan ia lagi berpikir keras mengingat nama cewe tomboy tersebut.


"namanya Frislly, adik Arkan katanya." ucap Karissa


"Tapi dari tatapan Arkan yang gue lihat pas Frislly ngelabrak gue dia seperti tak menyukai Frislly, mungkin mereka ada masalah keluarga atau yang lain.." ucap Zea menjelaskan karena ia masih sempat melihat tatapan sendu dari mata Frislly dan mata Arkan yang tak menyukai keberadaan Frislly.


"oohh... kaya misterius banget yaa si Arkan itu tapi ganteng Lo.." celoteh Karissa


"Yee sicurut kalau liat yang bening aja langsung senang.." celoteh Cia


Zea yang melihat sahabatnya yang tak bisa melihat cogan seperti mood booster banget memutar bola mata jengah.


"menurut Lo gimana Ric..? kira-kira siapa pelakunya?" tanya Rafka serius. tumben serius bang biasanya somplak.


"dari kronologi yang diceritain oleh zea, semua itu seperti ulah Frislly itu.." ucap Keenan


"Hmmm.. belum ada bukti sih.." ucap Alaric


"Kalian nggak boleh kayak gitu hanya ngelihat dari cerita satu orang saja tanpa ada bukti, menurut gue itu bukan Frislly deh yang udah ngurung gue dikamar mandi karena dari tatapan Frislly ia seperti terluka karena tak dianggap oleh Arkan, bisa jadi Frislly iri aja sama gue karena bisa bikin Arkan senang dan berdekat sama kita.." jelas Zea panjang kali lebar karena tak ingin mereka berargumen sendiri tanpa ada bukti.


"gue setuju sama apa yang dibilang oleh zea.." ucap Keenan


mereka pun mengangguk tanda setuju dengan apa yang dibilang oleh zea.


"eehh tapi tunggu dulu.. tumben Lo bijak Ze!" ucap Karissa dan diperhatikan oleh mereka semua


"iya.. iya.. tumben Lo bijak Ze biasanya juga bego.." ucap Cia menyetujui pendapat Karissa


"Ahhh... ngerusak suasana aja Lo,, gini-gini gue bijak yaa.." ucap Zea kesal dan menimpuk kepala sahabat greseknya pakai bantal sofa.


.


.


.

__ADS_1


Tepatnya dibandara Soekarno Hatta seorang cowok ganteng turun dari pesawat menggunakan baju hitam dan celana jeans tak lupa memakai jaket denim dan snaekers berwarna hitam dan kacamata hitam bertengger manis dihidungnya yang mancung.


ia menjadi pusat perhatian di bandara bagaimana tidak penampil seperti badboy yang terlihat tampan dan sexy, memiliki mata sipit dan sileut tajam, bibir berwarna pink alami, hidung mancung dan tubuh atletis.


setelah berjalan menuju sopir yang sudah ia pesan, ia pun masuk kedalam mobil dan duduk di jok belakang sedangkan Sang sopir masih meletakkan kopernya di bagasi mobil, usai meletakan koper pak sopir pun masuk kedalam mobil dan mereka pun berlalu dari bandara tak lupa memberi tahu arah tujuan.


selama diperjalanan dia pun menatap keluar jendela yang terlihat gedung-gedung menjulang tinggi disepanjang jalan.


Tak terasa gue kembali ulang pada tanah kelahiran gue, gue rindu bunda dan Ica.. batin seseorang


Dari bandara menuju rumahnya sekitaran kurang lebih satu jam. ia hanya melihat-melihat kota dimana ia dilahirkan dan merasa kehidupan yang pahit karena kehilangan seseorang, karena merasa letih ia pun mencoba menutup matanya.


.


.


.


sementara dirumah Alaric mereka hanya makan, kadang bermain-main dan ngobrol.


"eehh gue ada ide.. gimana kalau malam mingguan kita berenam pergi ke pasar malam, seru tuh main wahana." ucap Zea dengan melihat teman-temannya satu persatu dan berhenti pada Alaric


"gue setuju sama ide Lo.." ucap Cia dan Karissa kompak.


"iya kita juga setuju.." ucap Rafka


Keenan hanya mengangguk tanda setuju.


"Al mau yaa..." ucap Zea melihat Alaric


"Gue pikir dulu.." ucap Alaric


"Yee masih mikir aja Lo.." ucap Rafka


tak terasa mereka sudah lumayan lama dirumah pasutri, mereka pun segera pamit setelah menghabiskan cemilan yang diberikan.


"Kita pamit dulu yaa,, udah sore.." ucap Cia dan diangguki oleh Karissa


"kita berdua juga pamit yaa Ric Ze.." ucap Rafka dan diangguki oleh Keenan


"Coba dari tadi aja kalian pulang.." ucap Zea dengan wajah ngeselin ya


"oohh jadi Lo ngusir kita..?" tanya Karissa yang sudah merah padam karena kesal


"iya baru sadar yaa.. hahhahaa" ucap Zea watados


"iya..iya kita pulang.. thank cemilannya.." ucap Cia


"Bye..bye Ze..." ucap mereka serempak dan berjalan menuju pintu luar begitupun dengan Keenan dan Rafka.


setelah Sahabatnya pulang Zea dan Alaric Naik kelantai atas menuju kamar. mereka menaiki tangga berbarengan dan masuk ke kamar.


"Huftt.." Zea menghelah napas berat dan menjatuhkan tubuhnya dikasur.

__ADS_1


sedangkan Alaric langsung masuk ke kamar mandi membersihkan badannya, usai Alaric keluar Zea pun mandi membersihkan badannya yang merasa gerah, tak menunggu lama hanya sekitar 20 menit zea pun selesai mandi dan menjatuhkan tubuhnya dikasur king size dan disamping Alaric yang tidur telentang.


"Al..." panggil Zea menatap lurus kedepan.


"Hmmm.." Dehem Alaric tanda ia belum tidur hanya menutup matanya saja.


"Al mau yaa pergi ke pasar malam nanti.." ucap Zea lirih.


"Gimana yaa,, gue pikir-pikir dulu.." ucap Alaric, sebenarnya Alaric mau pergi bareng Zea dan temannya tapi ia mau menggoda Zea saja..


"Mau lah Al, masa Lo nggak kasian sama istri Lo.." ucap Zea


"hmmm.. tapi ada syaratnya.." ucap Alaric tak lupa senyum liciknya.


"syaratnya apa?" ucap Zea semangat.


"yakin Lo mau Nerima syarat yang gue berikan?" ucap Alaric sedikit melirik Zea


"hmm.. sesuai apa yang Lo minta kalau gue bisa pasti gue kasih.. syaratnya apa?" ucap Zea masih melihat lirih kedepan


"Gue mau pergi bareng Lo asal Lo cium gue dulu.." ucap Alaric dengan senyum smirk dan melirik kearah zea dimana mukanya seperti terkejut.


"emmm...emmm... nggak ada syarat lain Al?" tanya Zea melihat kearah Alaric tetapi Alaric hanya melihat kedepan.


"kalau Lo nggak mau yaa.. gue nggak jadi pergi dan nggak njinin Lo pergi.." ucap Alaric dan bersorak ria dalam hati karena berhasil mengerjai Zea


"emmm...emmm.. Cup.." Tanpa aba-aba zea pun langsung mencium Alaric tapi pas bibir manis Zea mau mencium pipi Alaric pun menghadap kearah Zea dan yang Zea cium Bibir lembut Alaric tak lupa pula seketika mata zea membola.


Seakan waktu berhenti, mereka hanya berdiam dan bibir masih saling menempel satu sama lain tak ada yang mau melepas bibir masing-masing. Alaric yang melihat Zea hanya menatap bola matanya seakan-akan terhipnotis pun langsung ******* bibir manis Zea, ia memegang tengkuk leher zea dan menarik pinggang Zea agar semakin dekat dengan tubuh.


Alaric mengulum lembut bibir zea, ia ******* habis Bibir istrinya yang terasa manis dan kenyal, terkadang menghi**p ******* bibir dan menggigitnya pelan bibir tersebut dengan lembut seakan-akan Zea seperti orang lemah yang tak boleh dikasari.


Zea terpaku dengan apa yang dibuat oleh Alaric yang ******* bibir, ini first kissnya. seakan terhipnotis dengan permainan Alaric yang lembut Zea pun menutup matanya dan mengalungkan tangan dileher Alaric.


Alaric yang melihat Respon Zea pun semakin *******, yang tadinya hanya ciuman biasanya menjadi ciuman panas. Alaric menghis**p bibir Zea, *******, mengigit kecil. Zea membalas ciuman Alaric walaupun kaku ia pun mengimbangi, Alaric bermain lid*h mereka saling mel*l*t, mengh**p.


"Umm eugh... Ahh.." desah Zea yang sedari tadi menahan desahannya, mereka tak berhenti ciuman sesekali menarik napas.


deru napas mereka berdua tak dapat dikondisikan.


Tok...tok...tok...


"sial"umpat Alaric karena orang yang mengetuk pintu menganggu aksinya.ketukan pintu kamar membuat mereka menghentikan aksi mereka.


✨✨✨


**Maaf karena lama up nya, soalnya data aku sekarat untuk posting cerita.


Jangan lupa like, komen, vote, dan share keteman-teman kalian.


Thank you epribadi para readers.😘


salam hangat dari Author(✿**^‿^)

__ADS_1


__ADS_2