Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
Episode 10 Paket


__ADS_3

Hari ini Nuna tidak ada kuliah tapi rencanya dia mau ke florist buat bantu-bantu di sana. Nuna sengaja berangkat pagi-pagi agar bisa bertemu dengan Leon yang biasa jogging. Dan seperti biasa Nuna selalu digoda oleh cowok-cowok yang melihatnya.


"Neng Nuna...mau kemana?"


"MasyaAllah cantiknya bidadariku..."


"Cinta kasih senyum dikit dong"


Nuna tidak menghiraukannya.Akhirnya yang ditunggu datang juga. Leon lewat di depan mata Nuna.


"Leon" Nuna memberanikan diri memanggil Leon.


Leon pun mendekat "Ada apa?" seperti biasa tidak banyak yang keluar dari mulut lelaki tampan itu.


"emm...emm..." Nuna gugup dan menoleh kanan kiri kemudian mendapati ada yang menjual bubur ayam tidak jauh dari tempat dia berdiri sekarang ini.


"Aku mau mentraktirmu, sebagai bentuk terima kasihku karena kamu sudah banyak menolongku."


Bak gayung bersambut Leon mengangguk tanda bahwa dia menerima ajakan Nuna.


Pipi Nuna langsung memerah karena Leon menerima ajakannya itu. Dia ingin berjingkrak- jingkrak rasanya tapi tidak bisa dia lakukan.


"Bang pesen bubur ayam dua ya" Nuna memesan bubur ayam untuknya dan Leon.


"Ditunggu sebentar ya Non" pinta tukang bubur itu.

__ADS_1


Sambil menunggu Nuna dan Leon bercakap-cakap. Ternyata dari jauh Jonas memperhatikan. Jonas yang kebetulan waktu itu memarkirkan mobil di depan rumah Nuna merasa cemburu melihat Nuna begitu dekat dengan Leon. Jonas bahkan mengepalkan tangannya karena dia begitu marah. Tapi Jonas tidak mau terjadi perkelahian antara mereka. Jonas yang waktu itu berencana menjemput gadis pujaannya itu mengurungkan niatnya dan melajukan kuda besi miliknya.


"Ini buburnya." tukang bubur itu menyodorkan dua buah mangkok kepada Nuna dan Leon.


"Makasih pak... Leon aku boleh tanya sesuatu?" Nuna mencoba memberanikan diri.


"Boleh tanya?" Leon mengangguk.


"Apa hubungan mu dengan gadis yang pernah aku jumpai di rumah sakit." selidik Nuna


"Dia adik perempuanku" jawab Leon


Deg


Nuna kaget dengan jawaban yang diberikan Leon kepadanya.Namun tanpa menanyakan lebih jauh Leon memberikan penjelasan sendiri kepada Nuna.


Hanya sampai di situ penjelasan Leon. Leon menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan yang sebenarnya terjadi pada adiknya itu.


***


Setelah pertemuannya dengan Leon tadi pagi Nuna kelihatan melamun. Siang ini dia berniat mengunjungi adik Leon di rumah sakit.


"Paket..." suara kurir itu membuyarkan lamunannya seketika.Paket itu diterima oelh pegawai Nuna.


"Permisi,ada paket untuk mbak Nuna" salah seorang pegawai Nuna memberikan kotak besar yang terbungkus cantik.

__ADS_1


"Dari siapa ya mbak?" selidik Nuna.Perasaan dirinya tidak berbelanja online.


"Saya kurang tahu mbak coba dibuka dulu." pegawai Nuna meninggalkan Nuna sendiri.


Saat dibuka Nuna melihat dress cantik warna pink dengan sepatu yang senada. Kemudian dia membuka kartu yang berisikan tulisan "Pakai itu nanti malam." Di kartu itu tidak terdapat nama pengirim.


Nuna berpikir kira-kira siapa yang memberinya setelan dress dengan sepatu yang secantik itu apakah Leon atau jangan-jangan dari Jonas. Nuna mengerutkan dahinya.


"Nanti malam" gumam Nuna.


"Oh iya aku hampir lupa nanti malam ada acara ulang tahun Safira." Nuna berusaha mengingat-ingat.


Nuna pun berpamitan untuk pulang cepat hari ini kepada salah satu pegawai nya. "Mbak jaga toko ya, aku balik duluan."


"Iy mbak Nuna" jawab pegawai Nuna.


****



Leon



Nuna

__ADS_1



Jonas


__ADS_2