Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
Episode 12 Salah Paham


__ADS_3

Ceklek


Terdengar seseorang membuka pintu. Leon melihat Nuna yang masih tertidur setelah kejadian semalam. Dipandangnya Nuna dari dekat."Cantik" Batin Leon


Entah apa yang dirasakan oleh Leon tapi rasa iba yang menyelimuti hatinya selama ini berubah seketika menjadi rasa yang tidak bisa di ungkapkan. Ada kehangatan yang dia rasakan ketika memandang wajah cantik Nuna.


Leon melihat bibir Nuna yang merah, di usaplah bibir Nuna dengan jari Leon kemudian memberikan kecupan manis.


Cup


Nuna yang menyadari itu terbangun lalu membulatkan matanya dan mendorong mundur bahu Leon.


"Apa yang kamu lakukan?" Nuna terkaget sambil menutupi mulutnya dengan kedua tangan.


Leon tersenyum licik. "Apa kau lupa dengan kejadian semalam?"


"Kejadian semalam?" selidik Nuna dengan mengerutkan kening nya.


"Iya semalam kau melayani ku dengan puas, aku sangat suka itu." Nuna tidak habis pikir dengan apa yang dikatakan oleh Leon. Nuna tidak pernah menyangka bahwa Leon akan melakukan hal yang tidak sepantasnya.


"Aku tidak mengerti?" tanya Nuna lebih jauh.


Leon tidak menyangka Nuna mudah dibohongi. "Nuna kau telah memberikan kesucianmu kepada ku? Lihatlah aku juga telah mengganti pakaianmu." Padahal yang sebenarnya terjadi bukanlah demikian.

__ADS_1


--- Flash Back On ---


Tin ... tin...


Leon membunyikan klakson mobil agar satpam segera membukakan pintu gerbang. Kemudian Leon menggendong Nuna yang pingsan setelah tercebur ke dalam kolam renang. Di tempatkannya di kamar dan memanggil asisten rumah tangganya untuk mengganti baju Nuna yang basah kuyup.


"Bik tolong gantikan baju temen saya yang basah kuyup dengan pakaian ini" Leon menyodorkan pakaian ganti untuk Nuna.


"Baik den..."


--- Falsh Back Off ---


Mata Nuna membola merasa tidak percaya dengan perkataan yang Leon ucapkan. Air mata pun menetes di pipi nya. Leon yang melihat itu kemudian menyeka air mata Nuna dengan tangannya secara lembut.


***


Setelah Leon mengantarkan Nuna pulang seharian Nuna hanya mengurung diri di kamar. Hari ini dia tidak masuk kuliah.


Drrt...drrrt...


Hp Nuna menyala, Citra mengirimkan pesan "Nun elo ko gak masuk kemana?" Nuna tidak membalas nya. Dia masih tidak percaya Leon telah menodai kesucian Nuna. Padahal yang sebenarnya terjadi tidak demikian.


***

__ADS_1


Ting tong


Terdengar suara bel rumah Nuna berbunyi. Nuna membuka pintu rumahnya. Raya memeluk Nuna dengan tiba-tiba "elo kemana aja Nun bikin kita khawatir."


Nuna masih diam saja. Safira melihat mata Nuna sembab "Elo habis nangis ya dear... kalo elo ada masalah cerita ke kita jangan di pendam sendiri."


Nuna memeluk sahabatnya itu dan menangis mengeluarkan air mata yang sudah tidak terbendung lagi.


"Ada apa Nun?" Safira mengelus punggung Nuna yang menangis di pelukannya.


Nuna hanya menggeleng. Dia tidak sampai hati menceritakan kesedihan nya saat ini. Dia tidak mau dirinya di anggap menyalahi norma yang berlaku. "Apa yang akan mereka pikirkan tentangku apabila aku menceritakan bahwa Leon telah menodaiku." Batin Nuna.


"Ya udah kalo elo gak mau cerita, betewe udah lama nih kita gak nginep di sini. Malam ini kita bertiga menginap di sini ya Nun elo gak keberatan kan?" celoteh Raya.


"Enggak gue seneng banget kalian mau menemani gue di saat seperti ini." Nuna memeluk ketiga sahabat nya dengan erat.


Ke esokan paginya Nuna, Safira, Citra dan Raya berangkat kuliah bareng pake mobil Safira.



Babang Leon ganteng yang memperhatikan wajah cantik Nuna ketika dia masih tertidur


__ADS_1


Leon berusaha menenangkan Nuna.


__ADS_2