Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
Season 2 Pertemuan Safira dan Leon


__ADS_3

Kini Leon telah menunggu kolega bisnis orang tuanya di restoran XX. Tak lama kemudian seorang lelaki datang bersama orang yang ia kenal.


"Leon ngapain kamu di sini?" tunjuk Safira.


"Aku sedang menunggu kolega bisnis ayahku," kata Leon.


"Jadi inikah anak tuan Surya Dilaraga?" tanya ayah Safira.


"Ya benar saya Leon Dilaraga anak dari ayah Surya Dilaraga," jawab Leon.


"Saya Amir Pratama kolega bisnis ayah kamu, dan ini putri saya Safira,"


"Kita sudah kenal Pah," sahut Safira.


"Jadi Leon akan dijodohkan denganku?" natin Safira senang.


"Lalu bagaimana dengan Nuna, mereka sudah lama berpacaran," gumamnya dalam hati yang merasa tidak enak dengan perjodohan ini.


"Silahkan nak Leon, malam ini kita tidak akan membahas masalah bisnis, acara malam ini murni acara makan malam biasa," kata Amir.Leon menggangguk.


Ponsel milik Amir berbunyi. "Ah maaf sepertinya saya harus pergi, nak Leon om bisa minta tolong antarkan Safira pulang dengan selamat," pesan Amir sebelum pergi meninggalkan meja. Leon memgangguk patuh.


Setelah kepergian Amir, Leon mengantarkan Safira pulang ke rumahnya. Mereka melewati toko bunga milik Nuna.


Nuna yang menunggu jemputan Leon sejak tadi malah melihat Leon bersama dengan wanita lain. Nuna mengerutkan dahinya. Ia tidak bisa mengenali wanita yang satu mobil dengan kekasihnya itu.

__ADS_1


Nuna tak mau berpikiran negatif terhadap kekasihnya. "Mungkin itu sekertarisnya di kantor," batin Nuna mencoba mengusir pikiran negatifnya. Akhirnya Nuna memutuskan untuk naik ojek online.


Sesampainya di rumah Safira Leon langsung pamit pulang. Dia lupa menjemput Nuna untuk itu ia sempatkan ke toko bunganya ternyata tokonya sudah tutup. Kemudian Leon meraih ponselnya yang ada di dalam saku celananya.


Drrrtt drrtt


Leon is calling


"Hallo," jawab Nuna malas.


"Sayang apa kamu sudah sampai rumah? maaf aku lupa menjemputmu tadi," ucap Leon dari ujung telepon.


"Iya aku sudah sampai rumah barusan,"


"Iya gak papa, aku tutup dulu ya teleponnya aku mau bersih-bersih dulu sebelum tidur," balas Nuna.


"Iya good night honey,"


"Semoga saja dia tidak berbohong padaku," gumam Nuna.


...***...


Di rumah Safira


"Bagaimana Fira apa kau menyetujui perjodohanmu dengan Leon?" tanya Amir yang sudah sampai rumahnya lebih dulu. Ia sengaja pulang lebih dulu agar Leon bisa mengantarkan anaknya.

__ADS_1


"Tentu saja yah, aku bisa apa, meski aku menolak pun ayah akan memaksaku," kata Safira pura-pura pasrah.


"Good girl, ayah akan bicarakan lagi dengan orang tua Leon," kata Amir senang.


"Tapi apa Leon sudah tahu kalau dia akan dijodohkan denganku?" tanya Safira.


"Entahlah, mungkin saja orang tuanya belum memberi tahu mengingat ekspresi wajahnya yang biasa saja ketika bertemu denganmu," terang Amir.


"Ya sudah nanti juga dia tahu sendiri yah, aku harap dia tidak menolakku," kata Safira.


"Karena dia pacar sahabatku," batin Safira.


"Kamu tenang saja, ayah tidak akan membiarkan itu terjadi padamu nak," Amir mengelus rambut Safira sayang.


Di rumah Leon


"Abang sudah pulang, bagaimana acara makan malamnya tadi?" tanya Alisha.


"Yagh begitulah, ternyata kolega papa itu orang tua teman kuliahku dulu," kata Leon sambil terkekeh.


"Emm apa kakak tidak curiga kalau kakak akan dijodohkan oleh mama?" tebak Alisha.


"Omong kosong, mama tidak pernah membahas hal semacam itu padaku, kalaupun iya aku akan menolaknya, karena kamu tahu sendiri siapa yang aku cintai saat ini," bantah Leon.


"Tapi aku mendengar percakapan mama di telpon waktu itu bang," batin Alisha.

__ADS_1


__ADS_2