Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
MA Season 3


__ADS_3

"Ada apa kak? Kok ngajakin ketemuan," tanya Raymond.


"Apa benar kamu memiliki hubungan dengan Zoya, adiknya Leon?" Selidik Nuna.


"Aku mulai menyukainya sejak aku pindah ke Paris, tapi kami baru menjalin ikatan belum lama ini," jujur Raymond.


"Aku senang kalian bisa bersama tapi kamu tahu kan Leon menentang hubungan kalian, jadi tolong jauhi Zoya sementara waktu." Nuna memberi peringatan.


Raymond mengerutkan keningnya. "Kakak juga tidak merestui hubungan kami?" Tanya Raymond.


"Bukan begitu Raymond, biarkan situasinya tenang dulu, kamu tahu kan ibunya sedang sakit di rumah sakit, jadi jangan memperkeruh masalah, biarkan mereka mengurus ibunya dulu. Kamu tahu tidak Leon sering marah-marah karena masalah yang menimpanya bertubi-tubi."


"Aku mengerti kak."


"Raymond aku tidak bermaksud memisahkan kalian, kembalilah setelah ibu mereka sembuh mungkin dengan begitu Leon akan memberimu kesempatan," Nuna berusaha membujuk Raymond.


"Baiklah."

__ADS_1


Setelah pertemuan itu selesai Nuna dan Raymond berpisah. Nuna kembali ke toko sedangkan Raymond kembali bekerja sebagai sopir ambulans.


Setibanya di rumah sakit, Raymond melihat beberapa orang perawat berlarian ke ruang ICU.


Di depan ruangan tersebut Raymond melihat Zoya dan Alisha sedang cemas. Ia tak berani mendekat. Nuna sudah memberi peringatan kepadanya agar tidak berhubungan dulu dengan mereka.


Raymond tampak acuh meski lewat di depan Zoya. Ia tak sedikitpun menoleh ke arah Zoya. "Maafkan aku Zoya," batin Raymond.


"Kenapa kamu tidak menyapaku Raymond?" Tanya Zoya dalam hatinya.


"Raymond benar-benar telah melupakan kak Zoya," batin Alisha tersenyum senang.


"Kondisi mama memburuk kak," jawab Alisha sambil terisak. Leon mengusap wajahnya kasar. Kita berdoa saja agar mam bisa melewati masa kritisnya."


Tak lama kemudian seorang dokter datang mendekati mereka. "Keluarga nyonya Ariana," panggil dokter tersebut.


"Bagaimana keadaan mama saya dok?" tanya Zoya terlebih dulu.

__ADS_1


"Maaf kami harus menyampaikan berita duka ini, mama kalian tidak terselamatkan, kamis sudah berusaha semaksimal mungkin," terang sang dokter.


Alisha dan Zoya saling berpelukan satu sama lain. Mereka menangis mendengar berita Ariana yang meninggal dunia. Leon memeluk keduanya. "Ikhlaskan mama, mungkin ini jalan terbaik agar dia tidak mengalami kesakitan lagi," kata Leon yang berusaha menenangkan adik-adiknya.


Setelah itu Leon mengurus pemakaman ibunya. Raymond bertugas mengantarkan jenazah Ariana sampai ke rumahnya. Saat mereka berada di rumah Raymond masih bersikap acuh seolah mereka tak saling kenal.


Kemudian keesokan harinya semua orang mengantar ke pemakaman Ariana. Ketika semua orang sudah pergi, Leon melihat sekelebat bayangan yang ada di balik pohon besar di belakangnya.


Namun ketika dia akan menghampiri Nuna memanggil namanya lalu mengajaknya pulang. Leon tidak tahu siapa orang yang mengawasi mereka.


"Sayang aku antar kamu ke rumahmu ya," kata Leon.


"Tidak Leon antar aku ke toko sebab ada urusan toko yang belum aku selesaikan hari ini," kata Nuna.


...***...


Seseorang menghampiri laki-laki yang ada di balik pohon besar tempatnya bersembunyi. "Pak anda baik-baik saja? Kenapa anda bisa sampai kemari?" cecar Raymond pada seseorang yang ia kenal.

__ADS_1


"Aku diam-diam menyusul Zoya ke sini, maafkan aku tidak memberi tahu kalian, aku hanya tidak mau merepotkan dia lagi, tolong rahasiakan pertemuan kita sampai dia sendiri yang menemukan aku," pintanya.


"Baik, Pak," jawab Raymond. Toh sekarang ini dia memang sedang menjauhi Zoya.


__ADS_2