Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
MA Season 3


__ADS_3

Di lain hari Raymond sengaja menghampiri Zoya di kampusnya. Bekerja sebagai sopir ambulans membuatnya leluasa untuk keluar meskipun saat itu masih jam kerja. Ia tidak ingin menjauh dari Zoya setelah apa yang ia tinggalkan.


"Zoy, tunggu!" teriak Raymond.


Zoya tak mendengarkan. Lalu Raymond berlari untuk menyamai langkah kekasihnya. "Berhentilah, aku ingin bicara padamu," Kali ini dia menarik tangan Zoya.


"Zoy, apakah ada yang membuatmu marah padaku?" tanya Raymond dengan lembut.


"Apa benar kamu pernah menyukai kak Nuna?" Pertanyaan yang sulit ia jawab. Di satu sisi ia tak mau mengenang masa lalu tentang cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Namun, di sisi lain Raymond tidak mau kalau Zoya mengambil kesimpulan yang merugikan bagi hubungan mereka.


Raymond memilih menjawabnya dengan anggukan kepala. Air mata Zoya menetes seketika. Tapi bersamaan itu hujan turun dengan lebatnya.


"Lalu apa tujuan kamu mendekati aku? Apa untuk balas dendam pada abang dengan memanfaatkan ku?" ucap Zoya dengan mulut bergetar.


"Tidak, aku sungguh tidak tahu kalau kamu adik Leon. Aku baru tahu kemaren saat di kafe itu." Raymond mencoba menjelaskan pada Zoya. Zoya membuang mukanya. Ia tak mau mendengar sesuatu yang keluar dari mulut Raymond lagi.


Sepasang kekasih itu masih berada di luar. Mereka tak menghiraukan hujan yang turun.


"Zoy, aku mencintaimu dengan tulus, tolong lihatlah aku katakan kamu juga mencintaiku!" pinta Raymond pada kekasihnya.

__ADS_1


"Entahlah untuk saat ini biarkan aku berpikir lebih dulu," kata Zoya mengusir Raymond.


Saat ini akan percuma saja memberi penjelasan pada Zoya karena pikirannya dikuasai oleh rasa cemburu. Oleh karena itu Raymond memilih pergi meninggalkan Zoya. Ia ingin kekasihnya itu berpikir dan berharap besok apabila mereka bertemu tidak ada pertengkaran di antara mereka.


Zoya terduduk di tanah sambil menangis tersedu-sedu. Ia tak menyangka jalan cintanya serumit ini.


...***...


Sejak saat itu Raymond dan Zoya todak pernah bertemu sampai suatu hari pekerjaan yang membawa mereka bertemu.


"Kak mama pingsan," lapor Alisha pada Zoya. Saat itu Leon sedang berada di kantor. Takut nyawa mamanya tidak tertolong Zoya menghubungi nomor darurat dan meminta dikirim ambulans ke rumahnya.


"Dek aku rasa ambulans nya sudah datang, kita harus bawa mama ke rumah sakit.," kata Zoya.


Namun, betapa terkejutnya Alisha saat dirinya melihat Raymond berada di depan pintu rumahnya. "Kamu?" tunjuk Alisha.


"Aku kesini karena ada panggilan," kata Raymond. Alisha pun memperhatikan seragam yang dikenakan oleh Raymond. Ia lalu menyuruhnya masuk.


Saat itu Zoya sedang memangku kepala ibunya. Raymond menghentikan langkahnya saat melihat Zoya dari dekat. Sejenak pandangan mereka bertemu. Namun, Zoya buru-buru membuang mukanya.

__ADS_1


Sudah cukup lama mereka tidak berkomunikasi. Raymond berusaha bersikap profesional. Ia berpura-pura cuek terhadap gadis itu. "Kami akan mengangkatnya, salah satu dari kalian boleh ikut masuk ke dalam mobil ambulans," kata Raymond dengan suara yang tegas.


Zoya memilih untuk menemani ibunya masuk ke dalam mobil ambulans. Sedangkan Alisha mengikuti dengan mobil pribadinya.


Leon sudah mendapat kabar kalau mamanya jatuh pingsan dari Alisha. Ia pun meminta Raya mengatur ulang jadwalnya hari ini.


"Aku harus menyusul ibuku ke rumah sakit, kamu handle perusahaan dulu, kalau ada apa-apa kabari aku secepatnya," perintah Leon pada sekretarisnya. Raya mengangguk patuh.


Kini Leon sudah berada di dalam mobil. Ia akan menjemput Nuna terlebih dulu baru kemudian menyusul adik-adiknya ke rumah sakit.


...***...


Leon dan Nuna baru saja tiba di rumah sakit. Mereka menyusul Zoya dan Alisha ke ruang ICU. "Bagaimana keadaan mama?" tanya Leon pada kedua adiknya.


"Kami belum tahu, kita tunggu dokter keluar," kata Zoya.


Tak lama kemudian dokter yang memeriksa keadaan ibunya keluar. "Keadaannya sekarang kritis kita cuma bisa berdoa supaya beliau bisa melewati ini," kata dokter.


Semua orang yang berada di situ tidak menyangka hal buruk akan terjadi pada orang tua mereka. Leon, Zoya dan Alisha sepakat bergantian menjaga ibunya dari luar ruangan.

__ADS_1


"Kak Leon sebaiknya kakak antar kak Nuna pulang dulu," usul Alisha. Ia kasian oada calon kakak iparnya itu yang terlihat kelelahan.


"Alisha benar bang, antar kak Nuna pulang lalu bawakan kami pakaian ganti," ponta Zoya pada Leon. Leon pun berpamitan pada kedua adiknya.


__ADS_2