Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
MA Sesaon 3


__ADS_3

Di Indonesia


"Kak aku pengen liburan ke Paris bareng kak Zoya sebelum masuk universitas," rengek Alisha pada kakaknya Leon.


"Boleh, kabari dulu kak Zoyanya," jawab Leon.


Hati Alisha senang bukan kepalang,akhirnya dia bisa liburan ke luar negeri setelah sekian lama.


"Mama bagaimana? Apa mama tidak apa-apa aku tinggal sebentar untuk liburan?" tanya Alisha yang merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa sayang, kau lihat mama sekarang sudah berangsur-angsur sembuh," kata Ariana membesarkan hati Alisha.


"Sungguh? Makasih ma," ucap Alisha sambil berhambur ke pelukan sang ibu.


...***...


Hari ini Alisha berangkat ke Paris. Leon sudah mengurus tiket dan paspornya. "Hati-hati di jalan ya, hubungi Zoya saat kamu tiba di sana," ucap Leon saat akan berpisah dengan adiknya.


"Salam buat Zoya ya dek," kata Nuna yang ikut mengantarkan keberangkatan Alisha.


"Aku titip mama sebentar ya kak," Alisha meminta tolong pada Nuna agar menjaga Sang Ibu. Nuna mengangguk pelan. "Kamu jangan khawatir," jawabnya.

__ADS_1


...***...


Zoya menerima kabar bahwa adiknya akan ke Paris. Ia pun izin dari tempat magangnya untuk menjemput Sang Adik.


"Kak Zoya," panggil Alisha dari kejauhan sambil melambaikan tangan pada kakaknya.


Zoya balas melambaikan tangan ke arah adiknya. "Ayo aku bantu bawa kopermu," Zoya pun mengambil alih koper milik adiknya.


"Mobil kakak dimana?" Tanya Alisha seraya mengedarkan pandangannya.


"Kakak naik taksi, itu di sana," tunjuk Zoya. Kemudian dia mengajak Alisha masuk ke dalam taksi.


Satu jam perjalanan dari bandara akhirnya mobil taksi yang mereka tumpangi tiba di depan rumah Zoya. Alisha tertidur pulas saat di mobil. Zoya pun membangunkannya.


"Iya, ayo turun," kata Zoya. Ia lebih dulu membuka pintu mobil kemudian mengambil koper adiknya di bagasi.


Alisha terkejut saat melihat rumah yang tidak begitu besar itu. "Ini rumah siapa?" tanya Alisha.


"Ayo masuk, akan aku jelaskan di dalam," katanya.


Alisha memasuki rumah yang tidak terlalu besar itu. Perabot rumahnya juga tampak biasa. "Apa kita akan tinggal di sini kak?" Alisha menarik lengan kakaknya.

__ADS_1


Zoya menoleh sebenarnya dia tidak tega mengatakan hal yang sebenarnya. "Rumah kita yang dulu sudah disita oleh Bank. Kakak hanya mampu membeli rumah ini."


"Kenapa kakak tidak minta bantuan kak Leon?" Tanya Alisha tidak mengerti.


"Tidak dia mungkin saja menolak karena kakak tinggal bersama papa. Kau tahu sendiri dia sangat membenci papa saat ini," terangnya.


"Tidak apa-apa ya tinggal di sini, kakak janji kakak akan membawamu jalan-jalan kemanapun yang kau mau."


"Iya kak tidak masalah, lalu dimana papa?" tanya Alisha yang tidak melihat siapapun di rumah itu selain mereka berdua.


"Nanti juga pulang," jawab Zoya enteng.


"Ya sudah ayo aku tunjukkan kamarmu,mandi dan beristirahatlah dulu," ajak Zoya sambil menyeret koper adiknya.


"Aku letakkan di sini ya kopermu," kata Zoya. Ia meletakkan koper itu di sudut kamar. Alisha mulai melepas bajunya. Kemudian ia masuk ke dalam kamar mandi.


Ternyata di kamar mandi itu juga ada bathup. Jadi ia memutuskan untuk berendam sabun sebentar agar otot-ototnya tidak kaku setelah menempuh perjalanan jauh.


Seusai mandi Alisha melihat keluar melalui jendela yang ada di kamarnya. Matanya membulat kala ia melihat laki-laki yang ia kenal, sangat ia kenal.


"Raymond," Alisha menyebut nama itu dengan lirih. Wajahnya menyiratkan kebahagiaan saat bisa kembali bertemu dengannya. Ia pun melangkahkan kakinya keluar kamar untuk menyapa Raymond yang rumahnya bersebelahan dengan rumah mereka.

__ADS_1


Prank


Suara sesuatu yang pecah membuat Alisha takut. Ia melotot ketika melihat sosok laki-laki berewokan di rumah itu. Namun, ia tak yakin dengan penglihatannya.


__ADS_2