Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
Season 2 Ancaman Safira


__ADS_3

Safira sengaja mendatangi tempat tinggal Nuna. Meski Nuna sudah pergi jauh namun tetap saja keberadaan dirinya bisa ditemukan. Padahal niat Nuna untuk menghindari mereka agar Nuna tidak mengganggu kehidupan rumah tangga Leon dan Safira nyatanya Leon dan Safiralah yang mendatangi dirinya.


"Aw...sakit," Nuna menjerit saat rambutnya dijambak dari belakang.


Safira datang tiba-tiba kemudian menarik kuat rambut panjang milik Nuna."Elo bisa gak jadi wanita baik-baik? kenapa elo berusaha jadi orang ketiga di pernikahan gue hm?" cecar Safira.


Nuna melepaskan tangan Safira. Matanya memerah selain merasakan sakit di bagian kepalanya ia juga menahan amarah pada wanita yang dulu pernah menjadi sahabatnya itu.


"Orang ketiga? kamu lupa siapa yang menjadi orang ketiga di sini?" perkataan Nuna langsung menusuk jantung Safira. Kalau harus disalahkan memang Safiralah yang menjadi orang ketiga di antara hubungan Leon dan Nuna.


"Kamu jangan memutar balikkan keadaan, jelas-jelas kamu yang menggoda suami saya," ucap Safira dengan nada tinggi. Semua pegawai yang mendengar perdebatan antara Safira dan Nuna pun mulai bersuara membicarakan keduanya.


Nuna tidak mau dirinya terpojok."Kamu yakin saya yang menggoda suami kamu? bukannya suami kamu yang datang sukarela kemari nyamperin saya, padahal saya sudah menghindar dari kalian tapi dia sengaja mencari keberadaanku," ucapan Nuna sukses membuat hati Safira meradang.

__ADS_1


Wanita yang menjadi istri sah Leon itu mengepalkan tangannya. Ia sudah bersiap menampar Nuna sayangnya tangan Safira berhasil Nuna tangkap sebelum mengenai pipinya.


Nuna menghempaskan tangan Safira."Seharusnya saya yang menampar muka kamu yang tidak tahu diri itu," ucap Nuna berapi-api.


"Kamu sudah tahu kalau aku dan Leon saling mencintai tapi kamu sengaja menjebak Leon dengan mengubah hari pertunangan kalian menjadi hari pernikahan SIALAN," Nuna menekankan kata Sialan pada kalimat yang ia ucapkan.


"Itu semua sudah direncanakan dari awal," elak Safira.Dadanya naik turun akibat nafasnya yang memburu.


"Ya kamu sengaja merencanakannya, kamu memang wanita serakah," Nuna tak mau kalah.


"Sudah kubilang aku tidak pernah mengganggu suamimu tapi suamimu sendiri yang mendatangiku padahal aku sudah sering mengusirnya,"Nuna membela diri.


"Sebaiknya kamu pergi sebelum aku berteriak pada semua orang di sini kalau kamu menggangguku,"ancam Nuna supaya wanita itu cepat pergi dari hadapannya.

__ADS_1


"Aku gak akan biarkan kamu menang, lihat saja nanti Leon pasti milih aku dibandingkan kamu," Safira pergi meninggalkan Nuna dengan perasaan kesal.


"Mbak, mbak Nuna gak apa-apa?" tanya salah seorang pegawai yang mendekat ke arah Nuna.


"Saya tidak apa-apa," Nuna terduduk lemas di kursi.


"Maaf kalian harus menyaksikan sesuatu yang tidak pantas," ucap Nuna sedikit tidak enak pada orang-orang yang menyaksikan perdebatannya dengan Safira.


"Sebenarnya siapa wanita itu mbak?" tanya salah seorang pegawai Nuna yang sedikit penasaran. Nuna menoleh ke arahnya. Dengan pandangan Nuna saja ia tahu kalau Nuna enggan menceritakan masalahnya.


"Biarlah jadi rahasia saya,tolong tinggalkan saya sendiri, kalian bisa lanjutkan pekerjaan kalian,saya janji kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi," kata Nuna pada para pegawainya.


Nuna yang saat itu berada di green house tempatnya mengelola perkebunan bunganya berniat pulang ke rumahnya yang tak jauh dari tempatnya bekerja.

__ADS_1


...💓💓💓...


Udah hari senin lagi nih yang udah kebagian vote bagi ke othor dong vote nya


__ADS_2