
Brakk
Leon melempar sebuah map ke meja. Safira menjadi kaget. "Apa ini Leon?" tanya Safira tidak mengerti.
"Ini perjanjian nikah," kata Leon ketus.
"Maksud kamu apa memberikan surat perjanjian ini?" sungut Safira tak kalah galak dengan suaminya.
"Aku tidak mencintai kamu, tapi kamu tidak mau bercerai denganku jadi aku buat perjanjian ini agar ada kesepakatan antara kita," jawab Leon.
"Baca!" bentak Leon.
Safira yang awalnya enggan untuk membukanya kini meraih map tersebut. Setelah ia membaca isinya, wanita itu merasa ada point yang tidak adil menurutnya.
"Tidak berhubungan badan sampai waktu yang tidak bisa ditentukan?? apa maksudmu? kita sah-sah saja melakukannya, tanpa kau minta pun aku akan memberimu dengan suka rela,apa kau yakin tidak tertarik dengan tubuhku yang molek ini?" goda Safira. Hal itu membuat Leon muak.
"Cih, aku hanya tidak mau kau mengandung anakku nanti, karena pada dasarnya aku tidak mencintaimu," tegas Leon.
"Lalu apalagi ini, tidak mencampuri urusan pribadi masing-masing?" Safira kembali membaca isi surat perjanjian itu."Omong kosong apa ini Leon? aku tidak setuju dengan perjanjian ini,perjanjian ini sama sekali tidak menguntungkan bagiku," Safira dengan sengaja merobek kertas yang ia pegang.
"Kau..."
__ADS_1
Leon mengepalkan tangannya karena menahan marah.Ia menghembuskan nafasnya panjang. "Aku masih punya salinannya, aku bisa cetak kapanpun aku mau,"
"Terserah," ucap Safira dengan cuek.
"Baiklah, kalau begitu apa maumu?" tanya Leon mencoba bernegosiasi dengan istrinya.
"Tentu saja aku menginginkanmu," kata Safira sambil berbisik di telinga Leon."Aku akan membuat diriku hamil agar kita terikat anak," batin Safira dengan seringai liciknya.
"Minggir," Leon mendorong tubuh Safira agak kasar sehingga wanita itu terhuyung.
"Aku tahu niat busukmu, kau ingin aku memberimu anak? cuih," Leon mempraktekkan gaya meludah. "Tidak sudi," ucap laki-laki itu untuk terakhir kali kemudian berllau meninggalkan Safira.
Brakk
"Apa yang harus aku lakukan supaya wanita itu bisa kuceriakan," gumam Leon.
"Awasi wanita itu, temukan kesalahannya walau sekecil mungkin," titah Leon pada orang kepercayaannya.
"Baik tuan," laki-laki itu mengangguk paham.
...***...
__ADS_1
Sementara itu Nuna pindah ke sebuah desa untuk menghindari Leon setelah ia berhasil menjual rumah dan toko peninggalan orang tuanya.
Di sana ia membeli rumah baru yang tidak terlalu besar dan sebuah lahan untuknya bercocok tanam. Nuna ingin ia dan warga desa di situ bekerja sama untuk berbisnis tanaman hias.
"Pak tolong itu tanamannya dipindahkan ke situ ya," kata Nuna pada salah satu pegawai yang membantunya.
Lahan yang dibelinya kini memberikan pekerjaan untuk warga desa yang ada di sana. Mereka sangat menghormati Nuna. Karena selain baik, wanita itu juga mengangkat perekonomian keluarga di desa itu.
"Non, lusa kita akan kirim ke kota," kata salah seorang pegawai memberi laporan.
"Oh iya pak, tolong persiapkan segala sesuatunya ya," pinta Nuna dengan lembut.
Meskipun kini ia sukses menjadi pengusaha tanaman tapi sepertinya ia tidak lupa akan perjuangannya membesarkan nama tokonya.
"Terima kasih ya untuk hari ini kalian boleh pulang," perintah Nuna pada para pegawai yang bekerja di rumah kaca miliknya.
...***...
"Tuan saya menemukan orang yang anda cari selama dua tahun terakhir ini," bisik anak buah Leon.
Leon mengernyit heran."Dimana?" tanyanya singkat.Anak buahnya memberi tahu sambil mendekatkan diri pada bosnya lalu ia berbisik untuk menyampaikan dimana orang yang dimaksud tinggal saat ini.
__ADS_1
...❤️❤️❤️...
Mohon dukungan votw, gift dan koment nya