Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
Episode 24 Alisha Sakit


__ADS_3

Mobil Leon berhenti di toko bunga milik Nuna. Nuna terlihat kelelahan sampai tertidur. Leon tidak segera membangunkan kekasihnya itu.Dia memandangi wajah Nuna yang sangat cantik. Leon juga mengelus bibir Nuna dengan jarinya lalu mendaratkan ciuman manis.


Cup


Nuna terbangun, matanya terbelalak setelah melihat apa yang dilakukan Leon. Jantungnya berdebar sangat kencang. Tidak ada jarak di antara wajah keduanya. Tubuhnya tidak bisa menolak ciuman yang diberikan oleh Leon. Nuna kembali memejamkan mata menikmati kejadian antara keduanya.


Setelah beberapa lama Leon baru melepaskan ciumannya. Namun Nuna masih terlihat memejamkan mata. Leon yang melihat tingkah Nuna tersenyum lebar.


"Ehem buka matanya sayang." pinta Leon.


Nuna tersadar dirinya merasa malu karena mengingat tingkah konyolnya tadi.


"Kayanya ada yang menikmati." sindir Leon.


Pipi Nuna langsung memerah. Dia segeraa turun dari mobil.


"Sayang kamu pulang duluan aja. Aku mau ngecek pembukuan soalnya." kata Nuna.


"Aku temani kamu sebentar ya sayang. Aku ingin melihat bunga-bunga yang kamu jual." tegas Leon.


"Ya udah yuk masuk." Nuna mengajak Leon masuk.


"Kenalin ini pegawai ku."


" Mbak ini mas Leon pacar saya."


Pegawai Nuna menunduk.


"Sayang toko ini milik kamu?" tanya Lleon pada Nuna.


"Iya sayang ini milik ibuku dulu, sekarang aku yang mengelolanya." terang Nuna.

__ADS_1


"Lumayan besar ya."


"Iya sayang. Tapi aku masih menyewa lahan di sini. Tabunganku belum cukup untuk membeli tanah ini." wajah Nuna terlihat sendu.


Kemudian Leon menelpon seseorang. "Pak Bas, tolong kau urus sesuatu. Emm aku mau kau selesaikan secepatnya," perintah Leon kepada pengacaranya.


"Sayang aku mau balik sekarang soalnya aku harus mampir ke kantor." Leon berpamitan pada Nuna. Dia memberikan kecupan lagi di keningnya. Nuna sangat bahagia karena Leon begitu perhatian kepadanya.


...***...


Setibanya di kantor Leon menemui pengacaranya. "Pak Bas tolong urus kepemilikan tanah atas nama Nuna di jalan Sekar Melati." perintah Leon kepada pak Baskara.


"Baik tuan muda saya mengerti."


Tidak perlu banyak penjelasan pak Baskara segera meninggalkan ruangan Leon. Anak buahnya itu tahu apa yang harus dilakukan tanpa banyak tanya. Mereka akan mencari tahu sendiri soal kepemilikan tanah yang dimaksud. Begitu berkuasanya Leon hingga memilliki orang-orang kepercayaan yang tidak sembarangan.


...***...


"Alisha." teriak Leon sambil mencari-cari adiknya.


"Bi Alisha kemana?" tanya Leon pada asisten rumah tangganya.


"Nona muda masih di dalam kamar tuan."


Leon segera menaiki tangga menuju ke kamar Alisha.


Ceklek


Leon membuka pintu kamar Alisha pelan. Gadis 16 tahun itu tampak terbaring di atas tempat tidur. Matanya tertutup dan berselimut tebal. "Kamu sakit dek?" tanya Leon.


Alisha tak bersuara dia hanya mengangguk menjawab pertanyaan kakaknya.

__ADS_1


Leon meletakkan tangannya di atas dahi Alisha dan mendapati tubuh adiknya yang demam.


"Kamu demam kita ke dokter sekarang ya." Leon khawatir akan terjadi sesuatu dengan Alisha.


"Gak usah kak Bi Inah sudah beliin aku obat di apotek."


"Kamu yakin." tanya Leon lebih jauh.


"Iya."


"Ya udah kamu istirahat dulu." Leon menaikkan selimut kemudian keluar dari kamar.


Drrt drrt...


Leon mengangkat telepon. "Ada apa?" tanya Leon kepada sekertaris yang sedang menelponnya.


"Pak saya mengingatkan besok ada jadwal ketemu klien di Samarinda."


"Ya aku mengerti." Leon menutup sambungan telepon.



Leon



Nuna



Alisha

__ADS_1


__ADS_2