Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
Season 2 Benci jadi cinta


__ADS_3

Sore ini waktunya Nuna memberikan les tambahan untuk calon adik iparnya itu.


"Kak menurut kakak Raymond itu orangnya kaya gimana sih?" Nuna mengerutkan keningnya saat Alisha menanyakan Raymond.


"Kok tiba-tiba...." Nuna menjeda omongannya.


"Ah enggak, aku cuma gak nyangka aja dia itu baik," elak Alisha.


"Dia emang anaknya baik kok."


Keesokan harinya Alisha sengaja menunggu Raymond di minimarket tempat mereka bertemu kemaren.


Saat Raymond membuka pintu minimarket tersebut Alisha lebih dulu menyodorkan minuman kaleng pada Raymond.


"Buat lo," kata Alisha singkat.


Raymond mengerutkan keningnya."Gue bisa beli sendiri," tolak Raymond.


"Anggap aja ini permintaan maaf gue karena udah berebut minuman kemaren," Raymond menerima minuman itu dengan terpaksa.Lalu pemuda itu keluar tapi Alisha mengekorinya.


"Kalau gitu kita teman kan?"Alisha mengulurkan tangannya.


Raymond tak menanggapi uluran tangan tersebut.Alisha sedikit kecewa.Ia hanya bisa menatap kepergian laki-laki yang mulai mencuri hatinya tersebut.


Cinta itu sperti angin,kamu tidak bisa melihatnya tapi kamu bisa merasakannya.


***

__ADS_1


"Dek anterin kaka ke bandara ya, abang gak bisa nganter kakak soalnya dia lgi sibuk banget," pinta Zoya. Hari ini ia akan kembali ke luar negeri.


"Tapi kak aku lagi belajar nih besok ujian, kakak bisa minta tolong sama supir aja ya," tolak Alisha."Maaf,"Alisha menangkupkan kedua telapak tangannya itu.


"Ya udah gak papa,"kata Zoya.


Ia pun berangkat ke bandara setelah berpamitan dengan sang ibu di kamarnya.Ketika dia sampai di bandara, Zoya tak sengajabertabrakan sdengan seorang laki-laki.


"Maaf<" ucap Zoya seraya melepaskan kacamata hitamnya.


"Cantik"ucap pemuda itu saat melihat kecantikan Zoya.


Sayangnya itu tak berlangsung lama setelah seseorang memanggil nama pemuda itu."Raymond,"panggil sang ayah.Raymond pun menoleh.


Saat ia menoleh ke belakang, Zoya sudah pergi.Raymond sedikit kecewa.


Pertemuannya dengan gadis berkacamata hitam itu membuat Raymond melamun.


"Heh, elo ngapain sih ngelamun siang-siang ntar kesambet lo," ledek teman sekampus Raymond.


"Gue habis ketemu cewek cantik bro di bandara tadi sayangnya cuma sebentar gue belum sempet kenalan," jawab Raymond. Ia menyeruput jus mangga milik temannya.


"Eh gila lo itu punya gue."


"Ray secara gak langsung elo ciuman nih sama si Bian," ledek teman Raymond yang lainnya diiringi tawa mengejek.


"Cih,amit-amit," Raymond menggetok meja dengan tangannya.

__ADS_1


Drrtt Drrt


Ponsel Raymond berbunyi ia pun mengangakat telepon tersebut.


"Apaan?"


"Jemput gue,mobil gue lagi di bengkel," kata Citra dari ujung telepon.


"Iya oke tunggu setengah jam lagi gue sampai," Raymond pun mematikan sambungan teleponnya.


Raymond menjemput Citra di rumah sakit tempatnya bekerja tak sengaja saat itu ia berpapasan dengan Alisha.


"Elo," tunjuk Raymond dan Alisha bergantian.


"Gue lagi ngambil obat ibu gue, kebetulan kak Leon gak bisa," terang Alisha.


"Owh, kalau gue mau jemput sepupu gue," kata Raymond.


"Eh ada Alisha, adiknya Leon kan?" tanya Citra saat ia tiba di samping Raymod.Alisha mengangguk sopan.


"Kita duluanya," pamit Raymond lalu berjalan lebih dulu meninggalakan sepupunya.


"Maaf ya Alisha Raymond anaknya emang gitu kalau gitu kakak pulang duluan, kamu naik apa?" tanya Citra perhatian.


"Aku sama sopir kak," jawab Alisha.


Kemudian Citra menyusul Raymond ke mobilnya.Sedangkan Alisha pulang dengan diantar supir pribadinya.

__ADS_1


Sepanjang jalan ia senyum-senyum saat berpapasan dengan Raymond tadi."Mungkin ini yang dinamakan jodoh,"gumam Alisha lirih.


__ADS_2