
Hari ini Leon menyempatkan waktu untuk mendatangi Raymond. Ia berniat untuk meminta maaf atas kesalahpahaman kemaren.
Tok tok tok
Leon mendatangi rumah kontrakan Raymond. Raymond yang mendengar ada tamu yang datang kemudian membukakan pintu. Betapa terkejutnya dia saat melihat Leon yang datang.
Raymond memundurkan langkahnya. "Ada apa anda datang kemari?" Tanya Raymond penuh rasa curiga pada Leon.
"Aku hanya ingin meminta maaf padamu karena aku telah memukulimu," kata Leon. Meski sangat malu dengan perbuatannya, Ia menurunkan egonya sejenak untuk meluruskan kesalahpahaman.
Raymond tersenyum licik. "Apa anda tulus meminta maaf?" tanya Raymond. Kini ekspresi wajahnya berubah seperti mengintimidasi.
"Aku sudah berusaha meminta maaf, terserah padamu mau memaafkan aku apa tidak." Leon tak mau kalah.
"Baiklah, saya mau memaafkan anda dengan syarat..." Raymond menjeda omongannya.
Leon memberikan tatapan tajam pada kekasih Zoya itu. "Katakan!" sentak Leon.
"Jadikan aku sebagai asisten pribadimu!" pinta Raymond pada Leon.
"Hahaha aku tidak perlu asisten pribadi kau mengerti?" jawab Leon dengan angkuh.
"Setidaknya beri aku kesempatan agar anda bisa mengenalku, aku ingin bekerja dengan anda? Bukankah anda menginginkan adik anda mendapatkan laki-laki yang layak untuknya? Kalau begitu ujilah aku selama menjadi asisten pribadimu!" Tantang Raymond.
"Cih, kau keras kepala sekali, baiklah akan kukabulkan permintaanmu, ingat untuk datang besok pagi sebelum jam tujuh."
Raymond bersorak dalam hati. Lalu Leon kembali. "Jangan berpakaian yang tidak pantas!" Perintahnya sebelum pergi.
Leon pun melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Raymond. "Yess, aku akan kabari Zoya," ucapnya girang.
__ADS_1
...***...
Keesokan harinya Raymond datang mengenakan setelan jas yang ia beli di pasar lokal. Namun, penampilannya cukup memuaskan jika dipandang. Tak akan ada yang mengenali kalau dirinya memakai barang-barang yang berharga murah.
"Selamat pagi, Pak," sapa Raymond pada Leon yang baru menginjakkan kakinya di kantor. Leon menarik ujung bibirnya. Lalu berjalan melewati Raymond begitu saja.
Raymond mengikuti di belakang Leon masuk ke dalam lift. "Bekerjalah dengan baik jangan kecewakan aku," ucapnya dengan nada yang dingin.
"Baik," jawab Raymond.
Setelah itu, Leon meminta sekretarisnya Raya untuk memberi tahu apa saja yang harus dikerjakan oleh Raymond hari ini dan seterusnya.
"Gue nggak nyangka lo berani nantang Pak Leon," ucap Raya yang sudah ia kenal.
"Ck, sudahlah terangkan apa saja yang harus ku kerjakan!"
...***...
"Oh ini makan siang pesanan Abang aku disuruh mengantarkan ke kantor," kata Zoya berbohong.
"Semoga tidak ketahuan," batin Zoya yang ketar-ketir.
"Owh, lama nggak?" tanya Alisha.
"Setelah ini kakak sekalian ngampus," kata Zoya.
"Ya sudah hati-hati."
Zoya berangkat menaiki ojek online ke kantor Leon. Setelah Raymond memberi tahu bahwa Leon memberinya pekerjaan sebagai asisten pribadinya, Zoya bersemangat membuatkan makan siang untuk Raymond.
__ADS_1
Tibalah ia di gedung yang menjulang tinggi itu. Zoya menarik nafas agar lebih tenang dan tidak gugup saat bertemu dengan Raymond dan abangnya.
Zoya pun naik ke atas menuju ke ruangan abangnya. "Kak Raya, dimana Raymond?" tanya Zoya pada sekretaris Leon.
"Lho kamu kesini gak cari Pak Leon?" tanya Raya. Zoya menggeleng.
"Dia ikut Pak Leon makan siang di luar sekalian ketemu klien," jawab Raya.
"Yagh sayang banget aku bawain makanan buat dia," ucap Zoya denagn nada kecewa.
"Mau aku sampein ke dia?" Raya menawarkan bantuan.
"Tapi dia sudah makan kak, kalau mau bagi-bagiin aja kak ke temen-temen kantor kakak daripada basi." Perkataan Zoya membuat Raya senang. Ia pun menerima makanan yang dibawa Zoya untuknya.
"Terima kasih banyak ya Zoy, nanti aku sampein kalau kamu datang ke sini."
"Eh, tapi jangan sampai abang tahu," mohon Zoya. Raya mengagguk paham.
...***...
Leon dan asisten pribadi barunya sudah kembali. Leon kembali masuk ke ruangannya sedangkan Raymond di luar.
"Sstt sstt," Raya memanggil Raymond dengan kode.
Raymond menunjuk dirinya sendiri. Saat Raya mengangguk, Raymond pun mendekat. "Ada apa Ray?" tanya Raymond penasaran.
"Elo kenal sama Zoya?" selidik Raya.
"Iya gue kenal dia sejak gue pindah ke Paris." Raymond menjawab jujur.
__ADS_1
"Apa kalian ada hubungan khusus sampai Zoya bawain elo makanan?" Raymond menaikkan alisnya untuk menjawab pertanyaan Raya.
Raya menggelengkan kepala. "Yang elo hadapi sekarang adalah Leon, si singa yang dingin, gue cuma berharap elo mampu menghadapi ujian dari calon kakak ipar lo," ledek Raya sambil menepuk pundak Raymond.