Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
Episode 16 Minta Penjelasan


__ADS_3

Nuna sejak tadi menunggu kedatangan Leon. Dia ingin minta penjelasan dari Leon.


Pagi itu seperti biasa Leon lewat di depan rumah Nuna untuk jogging. Bak gayung bersambut akhirnya orang yang ditunggu nya datang.


"Leon!" Teriak Nuna.


Leon segera menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang.


Plak


Sebuah tamparan mendarat di pipi Leon. Leon memegangi pipi yang habis kena tampar tadi.


"Ada apa Nun kenapa kamu tiba-tiba menamparku?"


"Kamu jahat kamu jahat." Nuna memukul dada Leon dengan kedua tangannya.


"Apa maksud kamu?"


"Selama ini kamu berbohong kepadaku. Kenapa kamu menutupi kesalahan adikmu hah?" Mata Nuna berkaca-kaca. Terlihat kemarahan yang menyelimuti hatinya.


Deg


Perasaan Leon menjadi campur aduk. Dia tidak tahu harus mulai dari mana.


"Apa kamu sudah tahu kalo Alisha penyebab kematian orang tua mu?"


"Iya aku sudah tahu, kenapa kamu tega sekali membohongi aku, apa kebaikan yang kamu lakukan selama ini hanya kebohongan belaka untuk menarik simpatiku?"

__ADS_1


Leon tidak menyangka Nuna akan tahu cerita itu dari orang lain.


"Maafkan aku Nun aku menunggu saat yang tepat untuk menceritakan ini semua agar kamu tidak marah kepada adikku."


"Tapi caramu ini salah Leon harusnya kamu jujur dari awal." Nuna kecewa dengan sikap Leon selama ini.


Leon meraih tangan Nuna. "Awalnya aku melakukan semua kebaikan itu hanya demi mendapatkan simpati dari kamu Na, tapi semakin kesini aku sadar aku mulai menyukai mu." Leon mengungkapkan perasaannya.


Nuna tidak menanggapi perasaan Leon. Di dalam dirinya saat ini hanya ada perasaan marah. Terlebih karena dibohongi oleh orang yang dia cintai.


Nuna melepaskan genggaman tangannya lalu pergi meninggalkan Leon. Leon tidak menyusulnya. Dibiarkan gadis itu pergi begitu saja karena dia berfikir akan percuma saja memohon kepada Nuna saat ini.


Saat Nuna berlari sambil menangis kakinya tiba-tiba tersandung. Dari kejauhan nampak mobil yang melaju kencang.


"Aaaa...." Nuna berteriak ketakutan, kakinya susah melangkah.


Leon yang melihat bahaya yang akan mengintai Nuna langsung mendorong tubuh Nuna. Tubuh Nuna pun terdorong ke tepi jalan raya. Namun malangnya Leonlah yang menjadi korban tabrakan itu.


Nuna menangis sejadi-jadinya. Nuna menaruh kepala Leon dipangkuannya dan menggoyang-goyangkan tubuh Leon tapi lelaki tampan itu tak juga bangun.


"Leon....bangun Leon bangun...tolong tolong tolong." Nuna berteriak minta tolong agar orang-orang bisa mendapatkan pertolongan.


"Eh ada apa?" Tanya salah seorang warga.


"Ada yang berteriak minta tolong."


"Ada yang kecelakaan."

__ADS_1


"Ayo kita tolong!"


Orang-orang yang mendengar teriakan Nuna segera menghampiri dan membawa kedua nya ke rumah sakit.


Di dalam mobil ambulan tangan Nuna tidak pernah lepas dari tangan Leon. Dia masih saja menangis.


"Kenapa kamu sebodoh ini Leon, harusnya kamu biarin aku aja yang mati, kenapa harus kamu yang jadi celaka." Nuna sangat menyesal dengan kejadian yang menimpa Leon.


Setibanya di rumah sakit Leon di bawa ke ruang ICU.


"Mbaknya tunggu sini ya." Suster melarang Nuna mendekati ruang ICU.


Nuna menunggu lama di luar ruangan. Dia pun menelpon sahabatnya.


"Cit, Leon kecelakaan." Suaranya bergetar sambil menangis.


"Apa? Leon kecelakaan?" Terdengar suara Citra dari balik telepon.


"Lo dateng ke sini ya temenin gue!" Pinta Nuna kepada Citra.


"Iya gue segera ke sana." Citra menutup sambungan telepon.


Salah seorang suster keluar dari ruang ICU "Mbak pasien membutuhkan banyak darah stok darah di PMR kurang."


"Golongan darah yang dicari apa sus?" tanya Nuna dengan serius.


"AB mbak."

__ADS_1


"Oh kebetulan golongan darah saya AB sus, suster bisa ambil darah saya." Nuna menawarkan diri.


"Baik ikut saya." Suster menunjukkan jalan kepada Nuna.


__ADS_2