Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
Episode 19 Surprice


__ADS_3

Malam itu Nuna tidak bisa tidur. Entah kenapa hatinya terasa berbunga-bunga. Apakah dia sedang jatuh cinta. Entahlah dia pun merasakan hal yang aneh. Di ingat-ingat lagi kecupan yang Leon berikan kepadanya. Manis sekali.


Drrt... Drrrt...


Hp Nuna menyala. Terdapat pesan dari seseorang yang tidak ada di kontaknya.


"Sudah sampai rumah Nun?" Nuna menyerngit


"Siapa??" balas Nuna sambil mengetik.


"Gue orang yang habis nyium lo." balas pengiriman pesan tersebut.


"Leon" senyum mengembang di wajah Nuna. Dia membenamkan mukanya di bawah bantal. Seakan tak percaya kalo Leon begitu perhatian kepadanya.


Mereka pun berbalas pesan sampai Nuna akhirnya mengantuk. Waktu menunjukkan pukul 00.00 WIB. Nuna pun mengirim pesan terakhirnya.


"Udah dulu ya aku ngantuk banget." Nuna mulai menguap.


"Met malem Nuna mimpi indah ya.I love U" balasan dari Leon.


......***......


Citt....


Mobil Safira tiba-tiba berhenti mendadak.


"Eh berhenti berhenti" suruh Citra.


"Apaan si lo nyuruh gue berhenti mendadak kaya gini bahaya tahu." Safira kesal.


"Noh ada tukang cilok." tunjuk Citra ke arah tukang cilok.


"Huu... dasar lo pikiran nya makan mulu."


"Etdah laper ini." Citra mengusap-usap perutnya.


"Eh gue juga mau dong pesenin sekalian."


"Eleh muna lo."


Seketika pria yang membawa motor sport berhenti di samping mobil Safira.


"Nuna ikut gue." tangan Nuna ditarik oleh cowok yang masih memakai helm.


Nuna penasaran.


"Gue pinjem temen kalian." Motor itupun pergi membawa Nuna.


"Siapa sih tu cowok?" tanya Raya penasaran.

__ADS_1


"Palingan juga pangeran nya Nuna babang Leon siapa lagi?" Citra ngomong sambil makan cilok.


"Oemji sumpah dia keren banget pake motor sport." Safira terkagum.


"Jangan bilang elo naksir Leon." telusur Citra.


"Kalo iya kenapa?" jawab Safira.


"Atur aja dagh .." Citra menjawab pasrah.


Nuna berhenti di sebuah cafe elite.Kemudian laki-laki itu membuka helmnya.


"Leon" mata Nuna membola.


"Ayo masuk." ajak Leon dengan menggandeng tangan Nuna dengan lembut.


Mulut Nuna menganga. Dia masih tidak percaya kalo Leon sudah sembuh dari kecelakaan kemaren.


"Kamu tunggu di sini." Leon menyuruh Nuna untuk duduk.


Nuna tidak tahu apa yang akan dilakukan Leon. Leon maju ke depan lalu mengambil sebuah gitar.


"Lagu ini gue persembahkan untuk gadis cantik yang duduk di sana." Leon menunjuk ke arah Nuna.


AKU MENGERTI


PERJALANAN HIDUP YANG KINI KAU LALUI


MESKI BERAT KAU TAK MERASA SENDIRI


KAU TLAH BERJUANG


MENAKLUKKAN HARI HARIMU YANG TAK MUDAH


BIAR KU MENEMANI MU


MEMBASUH LELAHMU


IZINKAN KU LUKIS SENJA


MENGUKIR NAMAMU DI SANA


MENDENGAR KAMU BERCERITA


MENANGIS TERTAWA


BIAR KU LUKIS MALAM


BAWA KAMU BINTANG BINTANG

__ADS_1


TUK TEMANI MU YANG TERLUKA


HINGGA KAU BAHAGIA


Tepuk tangan meriah diberikan pengunjung kafe yang menyaksikan pertunjukan Leon tidak terkecuali Nuna. Dia tidak menyangka selain romantis Leon juga pandai menyanyi dan memainkan gitar. Dia juga memberikan dua jempol untuk Leon.


Leon kembali ke meja Nuna. Mereka duduk sambil berhadapan. Leon menggenggam erat tangan Nuna. "Happy birthday Nun, semoga elo selalu sayang sama gue."


Deg


Nuna kaget mendengar doa yang dipanjatkan Leon. Seketika langsung melepaskan genggaman tangannya. "Apaan sih?"


"Gue sayang sama lo Na. Gue tahu lo juga sayang kan sama gue.Gue sadar kalo gue salah selama ini udah ngebohongin elo. Tapi gue yakin ini semua sudah ada yang ngatur."


Nuna tertegun dan tidak dapat berkata apa-apa.


Tiba-tiba Alisha muncul dan berlari memeluk Nuna. Mata Nuna membola seakan tidak percaya bahwa Alisha juga sudah sembuh dari depresinya.


"Maafin aku kak, maaf...maaf karena telah membuat kakak jadi hidup seorang diri." ucap Alisha sambil menangis di pelukan Nuna.


Hening


"Iya aku maafin." Nuna membelai rambut Alisha dengan lembut.


"Makasih kak." Alisha melepaskan pelukannya. Kemudian menggabungkan tangan Nuna dan Leon menjadi satu.


"Kalian berhak bahagia." ucap Alisha.


"Kamu janji akan menjagaku?" Nuna menatap mata Leon.


"Aku janji Nuna aku akan selalu menjagamu." Leon membalas tatapan Nuna.


"Udah kali natap matanya..." Citra dan ketiga teman Nuna menyusul dengan membawa kue ulang tahun.


Nuna tidak bisa menyembunyikan rona bahagia yang terpancar di wajahnya.


"Happy birthday ya Na semoga persahatan kita selalu awet dan hubungan lo sma Leon bisa langgeng." Safira memanjatkan doa untuk Nuna sambil membawa kue ulang tahun di tangannya.


"Tiup dulu gih .." perintah Safira pada Nuna.


Nuna mengangguk.



Leon



Nuna

__ADS_1



Alisha


__ADS_2