
"Abang tinggallah di sini aku sudah menyiapkan kamar untukmu," kata Zoya.
"Tidak aku akan tinggal di hotel, lalu besok ikutlah aku ke Indonesia," perintah Leon.
"Lalu bagaimana dengan papa?" tanya Zoya yang merasa cemas.
"Dia sudah dewasa dia bisa mengurus dirinya sendiri," kata Leon dengan acuh.
"Abang kamu tidak boleh egois, bagaimana pun dia orang tua kita," Zoya menasehati.
"Terserah kau saja, aku tidak mungkin menampungnya di rumah karena dia sudah berpisah dengan mama," tegas Leon.
"Ya sudah aku pergi," pamit Leon pada Zoya.
Setelah Leon pergi Nando keluar dari kamarnya."Zoya apa yang dikatakan oleh kakakmu itu benar, kau tidak perlu mencemaskan papa, papa bisa menjaga diri," kata Nando yang berusaha meyakinkan putrinya.
"Papa bohong buktinya selama ini papa hanya mabuk-mabukan setelah perusahaan papa bangkrut."
"Maafkan papa, papa tidak bisa mengontrol diri waktu itu," kata Nando dengan penuh penyesalan.
"Kita lupakan masa lalu, sebaiknya papa ikut berkemas besok ikutlah kami ke Indonesia," kata Zoya. Nando pun mengangguk pasrah.
Sementara itu Leon menginap di sebuah hotel yang tak jauh dari rumah Zoya.Ia mendapatkan kamar yang tidak begitu luas tapi sangat layak ditempati.
Ranjang single dengan perabot minimalis dan warna cat putih yang mengesankan kamar tersebut terlihat luas meski hanya cukup ditinggali oleh satu orang penghuni kamar.
__ADS_1
Leon merebahkan tubuhnya yang terasa capek seharian ia menaiki pesawat lansung menuju ke rumah Zoya.Di sinilah dia beristirahat melepas penat.
...***...
Di sisi lain Nando berkata pada Zoya akan membeli sesuatu di mini market yang tak jauh dari tempat tinggalnya.
Ketika melihat kaleng bir yang dijuak di minimarket itu, Nando ingin sekali mengambilnya.Namun, ia sudah berjanji pada Zoya untuk tidak mengkonsumsi minuman keras.
"Tidak,aku harus tahan, aku tidak ingin sikap temperamen ku muncul lagi," gumam Nando.
Ia sudah bertekad untuk meninggalkan kebiasaan mabuknya.Nando merasa bimbang saat ia berada di ambang pintu minimarket tersebut.
Dahlah Nando menyerah.Ia akhirnya membeli satu minuman kaleng untuk diminumnya. Nando pun merasa senang telah mengantongi minuman keras dalam bentuk kaleng tersebut."Ah hadapi saja," tekadnya mabuk urusan belakangan,pikirnya.
Ketika Nando keluar dari minimarket tersebut beberapa orang menghadangnya.Ia didorong hingga jatuh.
"A-aku belum punya uang," jawab Nando.
"Sial," salah satu dari mereka menginjak kaki Nando.Laki-laki itu meringis kesakitan.
"Tolong beri saya waktu agar saya bisa mendapatkan uang yang kalian mau," mohon Nando dengan muka memelas.
Sekawanan laki-laki itu tertawa mengejek."Kau sudah berjanji ribuan kali, aku sangat muak mendengarnya," kata salah satu dari mereka.
"Hajar dia!"
__ADS_1
Nando mendapatkan pukulan dari kelompok orang yang menagih hutang itu.Orang-orang yang lewat hanya melihat Nando dipukuli.Kurangnya rasa kepedulian membuat sebagian besar warga tidak mau ikut campur terhadap urusan orang lain.
...***...
Zoya berniat menyusul papanya.Sudah lebih dari dua jam papanya keluar tapi tidak juga kembali.Ia takut kalau orang tuanya kembali menyentuh minuman keras itu lagi.
Zoya pun bergegas kekuar dari rumahnya.Kebetulan Raymond juga keluar ke halaman rumahnya malam itu.Ia meluhat Zoya yang terburu-buru.Lalu Raymond menghampiri Zoya.
"Mau kemana Zoy, kau terlihat buru-buru?" tanya Raymond kemudian.
"Aku ingin mencari papaku.Katanya mau keluar ke mini market tapi sampai sekarang dia belum balik, aku khawatir dia akan mabuk lagi," ungkap Zoya.
"Aku temani," kata Raymond kemudian menarik tangan Zoya supaya berjalan lebih cepat.
Sesampainya di mini market, Zoya terkejut saat beberapa orang berbadan kekar memukuli Nando.Raymond pun melihatnya.
"Hentikan!" teriak Zoya.Mereka menghentikan aktivitasnya.Nando terlihat babak belur dan bersimbah darah.
Zoya berlari menerobos orang yang memukuli papanya.Ia berjongkok dan memangku kelapa sang ayah.
"Bangunlah pa," kata Zoya sambil terisak.
"Sebaiknya kalian pwrgi sebelum aku memanggil polisi," ancam Raymond.
"Ayo kita pergi, tapi ingat orang tuamu yang breng*sek itu masih berhutang pada tuan kami, segera lunasi hutangnya agar kalian tidak berurusan lagi dengan kami," ancam laku asing itu.
__ADS_1
"Bawa dia ke rumah sakit," kata Raymond.Tapi Nando melarangnya."Bawa saja aku pulang," kata laki-laki itu dengan suara lirih yang terdengar lemah.