
Leon mencari Nuna ke seluruh kampus tapi tidak ketemu. Di toko bunga miliknya juga tidak ada. Akhirnya Leon memutuskan untuk menemui Nuna di rumahnya.
Sore itu Leon yang sedang berhenti di depan rumah Nuna melihat gadis itu seperti sedang bersedih. Nuna duduk di atas balkon sambil menunduk dan memeluk kedua kakinya. Mendapati itu Leon merasa tidak tega dia memutuskan untuk pergi.
...***...
Leon melihat Alisha sudah pulang. Sore itu Alisha pulang di antar seorang laki-laki tapi Leon tidak melihat wajahnya dengan jelas.
Ceklek
Alisha membuka pintu dan sudah disambut Leon di ruang tamu. "Pulang sama siapa dek?" tanya Leon.
"Sama temen abang?" Alisha menjawab dengan wajah sumringah.
"Teman abang yang mana?" lanjut Leon.
"Kak Jonas, bukannya abang yang suruh jemput aku tiap hari ya?"
"Kamu jangan deket-deket lagi sama dia." Leon berkata dengan lembut.Matanya menatap dengan serius sembari memegang kedua bahu adiknya.
"Kenapa bang,dia baik." senyum mengembang di wajah Alisha.
__ADS_1
"Kamu salah, dia tu gak tulus sama kamu, bahkan dia berniat jahat."
"Darimana abang tahu?" tangan Alisha menepis tangan Leon dari bahunya.
"Sahabatnya kak Nuna udah cerita semua ke abang."
"Cerita apa bang?" tanya Alisha penasaran.
"Kak Nuna gak selingkuh dek, ternyata waktu itu kak Nuna lagi ngomong sama Jonas supaya dia gak deket-deket lagi sama kamu," terang Leon pada adiknya.
"Kak Nuna menduga Jonas ingin berbuat jahat sama kamu karena dia merasa abang sudah merebut wanita yang dicintainya." Leon nampak serius.
"Maksud abang wanita yang dicintai kak Jonas itu kak Nuna??"
...***...
"Mbak kita tutup toko sekarang ya." pinta Nuna kepada salah seorang pegawai.
"Baik mbak Nuna," jawab pegawai itu.
Setelah menutup toko Nuna pulang sendirian. Dia tidak ingin segera pulang ke rumah. Suasana hatinya masih sedih karena sikap dingin Leon. Dia berjalan di sepanjang trotoar jalan.Wajahnya tampak murung.
__ADS_1
Beberapa saat berlalu jalanan sudah mulai sepi. Nuna melihat jam yang melingkar di tangannya. Waktu menunjukkan pukul 21.30 WIB. Nuna pun berencana pulang.
Nuna menoleh ke kanan kiri tapi tidak dijumpai taxi yang lewat. Kemudian dia mengambil hp untuk memesan ojek online. Tapi yang ditunggu tidak juga datang. Nuna merasa gelisah.
Tiba-tiba ada seseorang yang memeluk tubuh Nuna dari belakang. Kedua tangan lelaki itu menelusup ke perut Nuna. Nuna sontak kaget. Matanya membola. Jantung Nuna berdebar kencang.
"Maafkan aku sayang." terdengar suara bariton di dekat telinganya.
Nuna membalikkan badan. "Leon" mata Nuna mulai berkaca-kaca. Tidak disangka lelaki yang memeluk tubuhnya beberapa saat lalu adalah kekasihnya,Leon.
"Maaf sayang maaf sudah mengabaikanmu selama ini. Maaf aku lambat menyadarinya." Leon menatap mata Nuna seakan menyesali sikapnya terhadap Nuna akhir-akhir ini.
Wajah Nuna mendongak menatap wajah Leon. Mata mereka saling beradu. Nuna melihat bibir Leon yang manis itu kemudian memberinya kecupan.
Cup
Mereka berciuman agak lama dari biasanya. Keduanya sama-sama menikmati. Untung saja malam itu tidak ada orang yang lewat. Hanya satu dua mobil yang lewat itupun tidak memperhatikan mereka.
Setelah menghentikan ciumannya, Nuna berkata, "Aku sudah memaafkanmu. Aku sangat mencintaimu Leon." Nuna mengungkapkan perasaannya.
"Aku juga." balas Leon.
__ADS_1