
Nuna keluar dengan tergesa dengan membawa kembali makanan yang seharusnya ia berikan pada Leon. Nuna sedikit kecewa akhirnya ia memberikan makanan itu pada satpam yang berjaga di kantor Leon.
Lalu saat ia sedang menunggu taxi,Nuna todak sengaja bertemu dengan Alisha. Saat itu Alisha berniat menemui kakaknya sepulang sekolah.
"Kak Nuna," teriak Alisha.
Nuna menoleh ke sumber suara.Ia tersenyum ke arah Alisha. Alisha yang masih memakai seragam sekolah lengkap mendekat ke arah Nuna.
"Kakak sedang apa di sini?" tanya Alisha basa-basi.
"Owh kakak cuma lagi nunggu taxi aja mau pulang," kata Nuna ia memang tidak mengatakan akan menemui Leon, tapi Nuna tidak berbohong saat ia sedang menunggu tumpangan yang akan membawanya pulang.
"Aku kangen sama kakak,kita ke sana aja yuk," Alisha menunjuk sebuah kafe yang tak jauh dari lokasi tersebut.Nuna mengangguk. Tidak ada salahnya ia mengobrol sebentar dengan Alisha.
"Kak, apa kakak mau menemui kak Leon?" tanya Alisha. Nuna mengangguk pelan.
"Sudah ketemu? apa tidak jadi?" tanya Alisha penasaran.
"Tidak jadi,"
"Kenapa tidak jadi? kakak udah hubungin kak Leon?" tanya Alisha lagi.
Nuna tidak menjawab pertanyaan adiknya Leon. Bagaimana mau menjelaskan kalau dirinya sempat berdebat dengan ibunya. Maka dari itu ia memilih diam.
__ADS_1
Nuna mengangkat tangannya untuk melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya."Aku harus balik," Nuna berdiri tapi Alisha menahannya.
"Kak aku ingin kakak menjadi guru privat aku,soalnya aku kan sebentar lagi ujian," Nuna pun mengerutkan keningnya.
"Kenapa tidak ikut bimbel aja?" tanya Nuna.
"Aku lebih suka belajar dengan orang yang aku kenal," mohon Alisha seraya menangkupkan telapak tangannya.
Nuna mende sah pelan."Baiklah,kapan kita bisa mulai?" tanya Nuna lagi.
"Yes," Alisha bersorak dalam hati.
"Mulai besok ya," kata Alisha.Nuna mengangguk. Kemudian dirinya pulang.
...***...
"Oh ya Pak Imam mulai besok saya akan pindah ke kota, karena ada urusan,saya titip para pegawai yang di sini ya," pesan Nuna pada orang kepercayaannya.
"Baik mbak," laki-laki berusia empat puluh tahunan itu mematuhi perintah Nuna.
Malam ini Nuna paking ia mantap untuk pindah ke rumahnya dulu. Rumah yang sempat ia jual kemudian dibeli lagi oleh Leon dan diatasnamakan olehnya.
Setelah membereskan barang bawaanya. Nuna menghubungi taxi online yang akan dipesan besok pagi untuk mengantarkannya.
__ADS_1
...***...
"Saya pamit ya, terima kasih sudah berkerja dengan baik,maafkan saya apabila selama bekerja di sini melakukan kesalahan yang tidak saya sengaja," Nuna berpamitan dengan para pegawainya satu per satu.
Setelah itu ia memasukkan kopernya ke dalam bagasi mobil. Nuna lun berangkat ke kota menuju ke rumahnya yang dulu.
Swtelah menempuh perjalanan hampir dua jam lamanya Nuna akhirnya sampai di rumahnya.Rumah peninggalan orang tuanya itu tampak terawat karena sebelumnya ada yang menempati.
Ia membuka pintu dengan kunci yang ia dapat dari Raya, sahabatnya sekaligus sekertaris Leon yang ia tugaskan untuk mendapatkan rumah itu.
Hampir seminggu rumah itu tidak ditinggali.Nuna dapat mencium debu yang mulai tebal saat masuk ke dalam rumah. Ia menyeret koper miliknya sampai ke kamar yang dulu ia tempati.
Ceklek
Ia buka gagang pintu kamarmya.Sudah berubah di sana sama sekali tidak ada foto dirinya atau keluarganya. Warna cat yang semula putih berubah menjadi pink.Mungkin saat itu yang menempati adalah anak perempuan sang pemilik rumah sebelumnya.
Baginya tak masalah. Yang penting kamar bisa ditempati. Nuna merebahkan tubuhnya ke atas ranjang. Ia memejamkan mata sejenak. Sekelebat bayangan Leon terlintas di pikirannya.Nuna pun membuka mata kembali.
"Mungkin jodoh kita belum selesai Leon," gumam Nuna dengan lirih.
...❤️❤️❤️...
Hai my beloved readers jangan lupa mampir ke novel aku yang udah tamat ya
__ADS_1