Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
Season 2 Nuna Syok


__ADS_3

Safira sengaja mendatangi toko bunga milik Nuna.


"Eh Fir, tumben pagi-pagi kesini?" tanya Nuna seraya memotong tangkai bunga hidup kemudian ia letakkan dalam pot.


"Gue mau ngomong sesuatu sama lo," kata Safira meminta waktu Nuna.


"Ngomong aja, gue sambil motongin bunga ya, soalnya ada orderan buat siang ini," kata Nuna dengan ramah.


"Gue sama Leon mau tunangan," perkataan Safira membuat Nuna kaget sehingga tidak sengaja tangannya terluka saat memegang gunting.


"Aw," Nuna meringis kesakitan. Ia melihat darah di ujung jarinya.


"Lo gak papa kan Nun?" Safira pura-pura khawatir saat melihat jari Nuna yang terluka.


"Ini gak seberapa dengan sakit hati gue," Nuna menahan air matanya agar tidak tumpah.

__ADS_1


"Gue yakin elo terkejut Nun, gue juga gitu gak nyangka kalau orang tua kami akan merencanakan perjodohan gila ini," Gila?? Safira kembali berbohong padahal ia sangat menginginkan perjodohannya dengan Leon berakhir dengan pernikahan.


"Bagaimana dengan Leon?" tanya Nuna lirih.


"Dia tidak setuju, aku juga tidak setuju sebenarnya tapi melawan papaku itu percuma, kamu tahu kan papaku bisa menghalalkan segala cara agar kemauannya terpenuhi," Safira menggunakan nama papanya untuk memperkuat alasannya menerima perjodohan itu.


Wanita licik itu tahu kalau Nuna terlihat syok mendengar kabar yang ia sampaikan."Jadi bagaimana menurutmu Nun?" Safira meminta pendapat.


"Entahlah," Nuna tidak bisa berkata-kata.


"Emm sebaiknya aku pulang, aku tidak mau membuatmu sedih maaf telah menyampaikan berita yang mengejutkan untukmu," Safira pura-pura menyesal.


Nuna lalu mengirimkan pesan pada kekasihnya. Ia meminta bertemu di kafe XX. Leon yang menerima pesan dari kekasihnya kemudian meluncur ke kafe tersebut. Kebetulan Nuna mengirim pesan di jam istirahat sehingga ia tidak membuat Nuna menunggu lama.


"Sudah lama?" tanya Leon yang baru sampai.

__ADS_1


"Baru saja," jawab Nuna dengan tersenyum.


"Ada apa sayang? Apakah ada sesuatu yang penting yang ingin kamu sampaikan padaku?" tanya Leon lebih lanjut. Ia menangkap keraguan di wajah Nuna.


"Sebenarnya aku tidak enak menanyakan ini tapi aku ingin tahu kebenarannya, apakah benar kamu dan Safira akan bertunangan?" Nuna bertanya dengan nada bergetar.


Leon kaget saat mendengar pertanyaan itu dari kekasihnya. Leon menebak pasti Safiralah yang mendatangi Nuna dan memberi tahunya.Leon meraup mukanya kasar.


"Maafkan aku todak memberi tahumu, dengarkan aku sayang," Leon menggenggam jemari lentik milik kekasihnya."Aku tidak menyetujui perjohohan itu, aku akan menggagalkan rencana bodoh itu bagaimana pun caranya, kamu tahu sendiri siapa yang ada dalam hatiku sekarang," Leon berusaha meyakinkan Nuna.


"Tapi itu sekarang bagaimana kalau suatu saat nanti kamu berpaling dariku?" Nuna merasa kekhawatirannya berlebihan tapi setidaknya Leon tahu akan hal itu.


"Aku janji padamu sayang tidak akan meninggalkanmu," Leon menatap lekat ke dalam mata Nuna. Nuna menangkap keseriusan di wajah Leon. Ia yakin kekasihnya itu tidak akan berbohong.


"Jangan berjanji untuk tidak meninggalkanku tapi berjanjilah untul bertahan dalam keadaan apapun," kata Nuna pada kekasihnya.

__ADS_1


"I promise,"


Di sudut kafe itu ada seseorang yang mengawasi mereka sejak tadi. Ia mengepalkan tangan seolah menagan amarah.


__ADS_2