Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
MA Season 3 #134


__ADS_3

Hari ini hari kedua Zoya tinggal bersama Raymond. Alarm jam weker di atas nakas berbunyi keras. Raymond mensetting alarm pukul enam pagi.


Ia melihat istrinya itu masih tertidur pulas. Raymond mengguncang tubuh Zoya agar terbangun. "Zoy, bangun!" Perintah Raymond.


Zoya tak juga bangun. Raymond lalu pwrgi kw kamar mandi karena hari sudah siang ia harus berangkat bekerja. Seusai mandi Zoya baru mengerjapkan matanya. "Jam berapa ini?" Tanyanya pada sang suami.


"Jam setengah tujuh, aku sudah telat. Aku berangkat," pamit Raymond pada istrinya.


Zoya baru menyadari kalau dia bangun kesiangan dan belum menyiapkan sarapan untuk suaminya. Raymond terlihat buru-buru. "Ray, nanti kamu jangan lupa beli makanan ya, maaf karena aku bangun kesiangan." Raymond mengangguk.


Setelah kepergian Raymond, Zoya membereskan rumah, ia juga menyiram tanaman di depan rumahnya.


Lalu seseorang turun dari taksi. "Kak Nuna," panggil Zoya.


"Hai, kamu apa kabar?" Tanya Nuna.


"Yuk masuk dulu,"


"Ada apa kak tumben main ke sini?" Tanya Zoya.


"Ah kakak hanya tidak ada kerjaan jadi kakak main kesini, boleh kan?" Tanya Nuna.


"Iya boleh, rumah kamu bersih juga ya," puji Nuna. Zoya merasa terharu karena suaminya saja todak menghargai usahanya. "Kamu kenapa, kok mukanya sedih?" Tanya Nuna.


"Aku tidak menyangka Raymond berubah kak, dia tidak sebaik yang kukira," ungkap Zoya.


"Maksud kamu?" Tanya Nuna.

__ADS_1


"Kemaren aku tu kerja sendirian buat beresin rumah ini kak, dia malah sibuk dengan handphonennya." Zoya mencebik kesal.


"Kamu yang sabar ya, Zoy. Kadang sifat seseorang memang bisa berubah kapan saja."


"Eh aku buatin minum dulu ya kak," kata Zoya


"Gak usah, kakak mau balik nih, soalnya kakak mau nyiapin makanan buat papa sama Alisha. Oh ya kalau kamu sempat kamu bisa bawain makan siang buat suami kamu, mungkin dengan begitu dia merasa diperhatikan. Aku harap sikapnya lebih hangat dari sebelumnya," kata Nuna menasehati.


Setelah kepergian Nuna, Zoya segera memasak sesuai anjuran Nuna. Ia belum pernah menginjakkan kaki di dapur. Selama ini dia hanya makan-makanan cepat saji selama tinggal di Paris. Lalu di Indonesia semua makanan sudah tersedia karena ada asisten rumah tangga dan Nuna yang memasaknya.


Zoya tak kehabisan akal. Dia memutar video melalui aplikasi yang ada di handphonenya. Zoya memasak sesuai langkah-langkah yang ia lihat di aplikasi tersebut.


Setelah jadi ia mengemas makanan itu ke dalam kotak makan. Lalu Zoya bersiap-siap ke tempat kerja Raymond. Zoya pergi menggunakan taksi online yang ia pesan.


Sesampainya di tempat kerja Raymond, Zoya ingin memanggil suaminya ketika ia sedang berbicara dengan teman-temannya. Tapi ia urungkan ketika seorang wanita menghampiri Raymond.


"Ikut aku ke ruanganku ya!" Pinta wanita berpaakaian super ketat itu.


Zoya tak mau asal muduh ia pun mengikuti keduanya. Sesampainya di ruangan itu ia mengintip apa yang sedang wanita itu lakukan brsama suaminya. Mata Zoya membelalak ketika ia melihat wanita itu mencoba merayu Raymond melalui sela pintu yang sedikit terbuka.


Brak


Zoya membuka pintu tersebut dengan kasar. "Apa-apaan kalian?" Sungut Zoya.


Ia kecewa dengan Raymond yang hanya pasrah ketika wanita itu menggodanya. Raymond terkejut, bagaimana istrinya itu tiba-tiba berada di dalam kantor. Raymond pun berbalik dan menarik tangan Zoya agar ia menjauh dari tempat itu.


"Lepaskan Raymond, kenapa kamu menarik aku seperti ini? Harusnya kau biarkan aku untuk melabrak wanita itu."

__ADS_1


"Pulanglah! Jangan membuat keributan di sini!" Usir Raymond.


Zoya tidak menyangka Raymond malah mengusirnya. Tanpa ba bi bu Zoya pun pulang. Air matanya lolos begitu saja. Ia menyeka air matanya dengan punggung tangannya dengan kasar.


Tanpa mereka sadari, Leon memperhatikan keduanya dari kejauhan. Ia mengepalkan tangan karena menahan amarah. "Rupanya begitu kamu memperlakukan adikku?" Gumam Leon.


Raymond berbalik badan setelah mengusir istrinya. Tak sengaja ia menangkap tatapan Leon yang tak biasa. Sedetik kemudian Raymond mengalihkan pandangannya.


...***...


...Aku berharap aku menjadi pagi, walaupun sekalipun tidak menyenangkan, namun selalu membuatmu terbangun dan menyemangatimu meski kau sibuk dengan mengagumi senja....


Zoya menangis karena kecewa dengan sikap suaminya. Raymond benar-benar berubah. "Jangan sedih ya sayang, mama tetap menyayangimu." Zoya berbicara dengan anak yang ada dia dalam perutnya.


Ketika Raymond pulang Zoya menyambut kedatangan suaminya tapi Raymond malalui istrinya begitu saja tanpa menyapanya. "Kemana sikap manisnya selama ini?" Gumam Zoya.


"Ray, aku sudah capek menghadapi sikapmu yang cuek padaku, sebenarnya kamu kenapa?" Tanya Zoya seraya berteriak.


Raymond menghela nafas. "Maaf, aku masih belum bisa membahagiakan kamu," kata Raymond.


Zoya tidak mengerti maksud perkataan Raymond yang ambigu baginya. Tak lama kemudian wanita itu merasakan perutnya kontraksi.


"Raymond," Zoya memanggil nama suaminya tapi laki-laki itu tidak menghiraukannya. Zoya memegangi perutnya yamg terasa sakit. Ia terduduk sambil menahan perutnya.


***


Apakah yang terjadi selanjutnya pada Zoya?

__ADS_1


__ADS_2