Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
MA Season 3 #121


__ADS_3

Zoya dan Raymond memunguti kembali pakaian mereka. "Aku mencintaimu sayang, aku janji aku akan menikahimu secepatnya." Raymond mengecup kening Zoya agak lama.


"Berjanjilah untuk tidak berkhianat padaku, kau tahu aku sangat mencintaimu Raymond," kata Zoya yang mendongak melihat wajah tampan kekasihnya.


"Sebaiknya kita keluar agar tidak ada yang curiga terutama abangmu," saran Raymond.


"Aku sedikit kesulitan berjalan, kamu keluarlah dulu, nanti aku akan menyusul," pinta Zoya. Raymond pun menurut.


Raymond kembali ke tengah keramaian para tamu yang mengikuti acara pesta tersebut. Rayond kaget saat seseorang menpuk bahunya."Eh kemana aja sih lo gue carin juga. Kita balik sekarang aja yuk!" ajak Citra.


"Yuklah, lagi pula sakit juga melihat wanita yang pernah kita cintai bersanding dengan laki-laki lain."


"Kamu belum bisa move on sampai sekarang, hm?" selidik Citra.


"Bukan aku sudah move on, hanya teringat pada masa lalu yang menyakitkan."


"Eh Raymond besok kamu dan teman-teman OB kamu datang ke sini untuk membereskan tempat ini." Raya memberi tahu.


"Tapi aku dibayar untuk membersihkan kantor." tollak Raymond.


"Ini perintah Pak Leon. Kamu mau menolaknya?" Tantang Raya.


"Ya baiklah aku akan turuti perintahnya."


...***...

__ADS_1


Mulai hari itu juga Nuna tinggal bersama Leon. "Sayang kamu mau kemana? Ini masih pagi," Leon menarik tangan Nuna saat ia akan bangun dari tidurnya.


"Ini sudah jam lima pagi Leon, aku akan menyiapkan makanan untuk kalian," kata Nuna.


"Biarkan bibi yang mengerjakan, kemarilah!" Leon menepuk kasur agar Nuna kembali duduk. Tapi ia malah menarik tangan Nuna dengan kuat hingga dia terjatuh ke pelukan suaminya.


"Hiih lepasin aku!"


"Nggak akan, temani aku tidur!" perintah Leon pada istrinya.


"Kamu ini gila ya semalam kita sudah melakukannya," protes Nuna.


"Bagiku melakukan sekali saja tidak cukup, kamu begitu membuatku bergai*rah sayang," kata Leon dengan seringai liciknya.


Leon menyusuri leher Nuna. "Leon..." Nuna meremang.


"Apa itu? Sayang, beb atau suamiku?"


"Yang terakhir boleh."


"Baiklah suamiku, biarkan aku berdiri, aku ingin masak oke, ini tugas pertamaku di rumah ini setelah aku menikah."


"Bukan, tugas pertama kamu adalah melayaniku istriku sayang." Leon menempelkan bibirnya ke bibir Nuna. Laki-laki mulai mencium dengan rakus. Leon membalik tubuh istrinya. Sekarang posisi Nuna dalam kungkungan Leon.


"Jangan harap bisa lari dariku." Leon kembali melanjutkan ciumannya. Ia mulai membuka kancing piyama istrinya lalu tangannya merayap kemana-mana. Leon turun ke bawah untuk menjelajahi ke setiap inchi tubuh istrinya.Nuna tidak bisa menolak setiap sentuhan yang diberikan oleh sang suami. Mereka pun kembali bergumul sampai keduanya merasa kelelahan.

__ADS_1


Waktu menunjukkan pukul delapan pagi. Nuna dan Leon masih berada di atas ranjang. Leon menyibak anak rambut yang menutupi wajah cantik istrinya. "Terima kasih sayang, aku mencintaimu." Setelah itu Leon mengecup kening istrinya.


Nuna masih tertidur. Sedangkan Leon bangun lalu masuk ke dalam kamar mandi. Setengah jam kemudian Nuna bangun. Ia mendapati suaminya itu sudah memakai setelan jas lengkap.


"Sayang, apa kau akan berangkat kerja pagi ini?" tanya Nuna pada suaminya.


"Ya sayang, maafkan aku karena aku harus menghadiri rapat direksi satu jam lagi," kata Leon sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Baiklah, sementara aku akan berada di sini, kau membuatku tidak bisa bangun hari ini."


Leon terkekeh mendengarnya. "Maafkan aku sayang, mungkin kalau hari ini tidak ada rapat direksi aku akan melarangmu keluar dari kamar ini," bisik Leon di telinga Nuna.


Mata Nuna membulat saat mendengar ucapan suaminya. Ia pun melayangkan pukulan kecil di bahu Leon. "Dasar gila," katanya sambil terkekeh.


"Aku akan menyuruh bibi menyiapkan sarapan untukmu, kau tidak usah keluar kamar!"


Nuna melempar bantal ke arah suaminya. "Pergi sana!" Usir Nuna.


Lalu Leon pun turun. Ia melihat di meja makan hanya ada ayahnya seorang. Leon melewati Nando begitu saja. Entah kapan ia akan diterima keberadaannya oleh Leon.


Alisha dan Zoya berangkat pagi-pagi ke kampus. Padahal hari ini Raymond dan beberapa temannya bertugas membersihkan halaman belakang rumah mereka.


Mereka datang sekitar pukul tujuh dan selesai pukul sebelas siang. Waktu itu kebetulan Nuna baru turun. Ia melihat beberapa orang pekerja di rumahnya. "Bi apa mereka sudah dikasih makan?" tanya Nuna pada Bi Siti.


"Belum Bu."

__ADS_1


"Tolong siapkan makanan untuk mereka ya kalau nggak sempat beli saja di rumah makan yang terdekat dari sini, saya akan mengambil uang dulu." Tak lama kemudian Nuna turun. "Ini uangnya." Nuna memberikan tiga lembar uang yang ada di dalam dompetnya.


"Tolong ya Bi," perintahnya pada asisten rumah tangganya.


__ADS_2