
Anak buah yang ditugaskan oleh Leon memberikan sebuah amplop coklat berupa foto-foto kebersamaan Safira dengan seorang laki-laki.
"Dasar wanita j*l*ng, tidak mau bercerai denganku tapi nyatanya dia berselingkuh," Leon meremas tangannya. Ia sangat marah melihat kelakuan bejat Safira. Bukan karena cemburu melainkan merasa dikhianati.
"Ini akan jadi bukti-bukti yang bisa mengabulkan gugatan ceraiku di pengadilan nanti," kata Leon dengan seringai licik.
...***...
Safira mengadu pada ibu mertuanya. Ia pikir dengan mengadukan perbuatan Leon padanya,suaminya itu akan jera sehingga ia membatalkan niatnya untuk bercerai.
Ariana yang mendapat pengaduan dari menantunya langsung terbang ke Indonesia.
"Lho mama kapan pulang?" tanya Alisha yang baru memasuki rumah mereka.
"Baru saja sampai,kamu baru pulang sekolah jam segini?" tanya Ariana pada putrinya. Pasalnya sekarang menunjukkan empat sore.
"Ada les tambahan ma,sebentar lagi Alisha kan mau ujian,"kilah Alisha padahal dirinya nongkrong dulu di kafe setelah pulang sekolah tadi.
__ADS_1
"Ya sudah cepat ganti baju sana!" perintah Ariana pada putrinya. Alisha segera naik ke kamarnya.
Setelah sampai di dalam kamar Alisha menghubungi Leon. Ia tahu mamanya tidak mungkin datang tanpa sebab.
"Bang, angkat dong bang," Alisha mulai panik karena Leon tak juga mengangkat telepon darinya.
"Ada apa dek?" tanya Leon.
"Bang mama pulang," kata Alisha dengan serius.
"Udah tahu,gue udah ada di dalam rumah," buri-buru Alisha keluar dari dalam kamarnya dan melihat ke bawah.Bahunya meluruh.Ia seolah kecewa karena tidak memberi tahu Leon lebih dulu sebelum ia sampai.
"Tidak bisakah kamu lebih sopan terhadap mama?" sungut Ariana.
"Mama," Safira yang baru pulang dengan membawa paper bag di tangannya pura-pura kaget melihat kedatangan ibu mertuanya.
"Kenapa mama tidak mengabari kalau mau datang,aku bisa jemput di bandara," wanita itu memang penjilat. Dia berusaha menarik simpati ibu mertuanya.
__ADS_1
"Tidak apa, mungkin mama akan menginap beberapa hari di sini," kata-kata Ariana sukses membuat Leon membelalakkan mata. Ia tahu ibunya itu memiliki rencana yang tidak ia ketahui.
Mungkin sementara waktu ia tidak menemui Nuna agar gadis yang ia cintai itu aman dari bahaya. Sebab Leon tahu ibunya bisa melakukan apa saja agar rumah tangganya dengan Safira tidak terganggu.
Keesokan harinya Ariana mendatangi toko bunga milik Nuna."Saya ingin bertemu dengan pemiliknya," kata Ariana dengan angkuh.
"Baik akan saya panggilkan," kata salah seorang pegawai.
"Ada yang bisa saya bantu nyonya?" tanya seseorang yang merupakan pemilik toko bunga tersebut.
Ariana berbalik badan.Ia mengernyit heran pasalnya yang ingin ia temui adalah mantan kekasih Leon."Anda pemilik toko bunga ini?" tanya Ariana memastikan.
"Iya betul nyonya," jawab wanita paruh baya tersebut sambil tersenyum.
"Bukankah pemilik toko bunga ini..." sang pemilik toko bunga yang baru itu memotong ucapan Ariana."Saya membeli toko bunga ini sekitar setahun yang lalu,"ungkapnya.
Ariana manggut-manggut.Ia pun pamit karena ia tidak bertemu dengan orang yang ia maksud.Niat hati ingin memperingatkan mantan kekasih Leon agar tidak mengganggu rumah tangga anaknya namun ia malah tidak bisa bertemu dengannya.
__ADS_1
...***...
Akankah Ariana menemukan keberadaan Nuna? Lalu apa yang akan terjadi kalau mereka bertemu? Koment di kolom komentar ya