
Dalam perjalanan pulang ke rumah Nuna. Leon meminta sesuatu kepada Nuna.
Sambil memegang tangan kanan Nuna Leon berkata, "Nun aku akan ada perjalanan bisnis ke Luar Negeri selama beberapa hari, kamu tahu Alisha adikku kan?, Tolong jaga dia selama aku gak ada,"
"Kenapa kamu minta tolong kepadaku?"
"Aku hanya ingin ada seseorang yang bisa kupercaya untuk menjaga adikku selama aku pergi."
Nuna mengangguk begitu saja. Entah apa yang membuatnya menyetujui permintaan Leon.
Leon membalas Nuna dengan kecupan di punggung tangan gadis cantik itu.
Cup
"Makasih Na, aku janji akan pulang secepatnya"
Lagi-lagi Nuna merasa jantungnya tidak sehat.Pipinya merona.Dia berusaha menyembunyikan rasa malunya dengan memandang ke luar jendela.
__ADS_1
Ke esokan harinya Nuna menyempatkan diri untuk mengunjungi Alisha. Sesuai permintaan Leon kemaren Nuna akan menjaga Alisha selama kakaknya itu pergi.
Dengan membawa buket bunga Nuna datang menghampiri Alisha. "Hai Alisha kakakmu menyuruhku untuk menemanimu selama dia perjalanan bisnis,semoga kamu tidak keberatan,"
Alisha hanya diam dengan pandangan kosong.
Sebenarnya Leon tidak pergi ke luar negeri. Leon berbohong kepada Nuna agar Alisha terbiasa dekat dengannya. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan simpati dari Nuna. Leon masih menunggu saat yang tepat untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Nuna. Leon takut Nuna tidak akan memaafkan perbuatan Alisha yang tidak sengaja menghilangkan nyawa orang tua gadis itu.
Dengan senang hati Nuna mengunjungi Alisha setiap hari. Alisha juga mulai terbiasa dengan kehadiran Nuna. Bahkan Alisha mulai menampakkan perkembangan yang bagus.
***
Di lain waktu Nuna tidak sengaja bertemu dengan ayah Safira yang bekerja sebagai dokter di Rumah Sakit Cempaka Biru."Eh kamu temennya Safira kan?"
"Iya om saya Nuna" Nuna menyalami ayah Safira.
"Om turut berduka cita ya nak atas meninggalnya kedua orang tuamu."
__ADS_1
"Makasih om"
"Waktu itu om kaget mendapati kalian mengalami kecelakaan.Sayang sekali ayah dan ibumu tidak bisa tertolong, mereka meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Beruntung kamu masih selamat." terang ayah Safira.
"Makasih om sudah menolong saya waktu itu, apakah om tahu siapa yang menabrak kami waktu itu?" tanya Nuna lebih jauh.
"Iya om masih ingat.Namanya Alisha usianya masih belasan tahun.Waktu itu dia hanya mengalami luka ringan.Tapi sekarang dia mengalami depresi berat setelah kejadian itu.Oh iya waktu itu salah satu keluarga Alisha datang untuk menanggung semua biaya perawatan rumah sakitmu. Kalo tidak salah namanya Leon,iya seingat om namanya Leon" ayah Raya berusaha mengingat.
Deg
Nuna seakan tidak percaya dengan cerita dari ayah Safira mengenai kejadian waktu itu.Nuna masih meresapi apa yang dia dengar.
Nuna mengurungkan niatnya untuk menemui Alisha. Dia berbalik badan dan pulang dengan perasaan yang campur aduk. Di dalam dadanya kini diselimuti dengan kemarahan.
"Kenapa...kenapa selama ini kamu berbohong kepadaku Leon" gumam Nuna dengan lirih.
Setibanya di rumah Nuna membuang tas kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas kasur. Air mata Nuna tidak bisa terbendung lagi. Dia menangis semalaman karena merasa dibodohi oleh Leon yang notabene adalah lelaki yang dia taksir.
__ADS_1