
Nuna terperanjat saat merasakan sentuhan di pipinya.Ia membuka mata dan melihat laki-laki yang ia kenal duduk di samping."Leon,"Nuna menyebut tunangannya itu.
Leon merentangkan tangannya agar Nuna menyambut pelukannya.Akan tetapi Nuna malah mendorong tubuh Leon.Ia berdiri menjauh dari tunangannya itu.
"Kamu pasti kecewa sama aku?" tanya Leon dengan nada bergetar.
Nuna menitikkan air mata.Lalu ia mengusapnya dengan punggung tangan secara kasar agar Leon tak melihat dia menangis.
"Percayalah padaku anak itu bukan darah dagingku, Safira hanya mengarang cerita,kamu tahu sendiri kan dia sudah selingkuh dengan Jonas, mungkin itu anaknya," bujuk Leon seraya menggenggam tangan Nuna.
"Aku mohon Nuna percayalah padaku, kita bisa buktikan sama-sama kalau dia berbohong dan hanya ingin menghindari perceraian," lagi-lagi Nuna hanya diam.Ia masih berfikir dengan apa yanga dikatakan Leon.
Nuna memejamkan matanya sejenak."Baiklah,aku percaya padamu," ucapnya kemudian.
"Terima kasih sayang," Leon membawa Nuna ke dalam pelukannya.
Perlahan Nuna mengurai pelukannya."Kembalilah ke kota, jangan sampai ibumu mengkhawatirkanmu," usir Nuna secara halus.
"Tapi aku baru saja sampai," tolak Leon.
"Tidak baik kamu berlama-lama di sini apalagi status kita belum menikah,orang lain akan membicarakan kita."
"Aku tidak peduli, kalau pun mereka menggrebek rumah ini aku rela,biar dikawinin sekalian," goda Leon sambil terkekeh.
__ADS_1
Nuna melotot tak percaya dengan omongan tunangannya itu."Baik, minumlah sebentar lalu pulang,"tegas Nuna pada Leon.
Nuna pun melangkahkan kakinya ke dapur untuk membuatkan Leon minum.Setelah ia meletakkan secangkir teh di atas meja,Nuna meminta izin untuk membersihkan diri.
"Maaf aku lama ya," Nuna keluar dengan keadaan segar. Leon dapat mencium wangi sabun yang terasa segar di hidungnya.
"Kamu wangi sekali," puji Leon. Wajah Nuna berubah merah merona. Ia terlihat salah tingkah. Leon mengulum senyum melihat tingkah Nuna yang menggemaskan.
Setelah satu jam berada di rumah Nuna, Leon menepati janjinya."Aku pulang dulu ya,kamu gak keberatan?" goda Leon.
"Aku bersyukur kamu cepat pulang," jawab Nuna sambil terkekeh.
"Janji ya jangan merindukanku?"
"Hati-hati di jalan ya," Nuna melambaikan tangan.Leon berat sekali meninggalkan Nuna.Lalu Leon kembali mendekati Nuna dan mengecup bibirnya singkat.
Nuna terpaku mendapatkan serangan tiba-tiba dari Leon.Ia memegang bibirnya bekas ciuman Leon.Badannya jadi panas dingin.Ia mengulum senyum.
Leon melajukan mobilnya pelan sambil menikmati lagu yang ia putar di mobilnya.Dalam perjalanan pulangnya ia tersenyum mengingat wajah tunangannya.Ia bersyukur Nuna baik-baik saja.
Yang sekarang dia pikirkan adalah rencana untuk membuktikan bahwa anak yang ada di dalam kandungan Safira itu bukan anaknya.
Leon berfikir untuk meminta bantuan pada seseorang.Setelah menempuh perjalanan beberapa jam dari tempat Nuna,Leon mampir ke rumah sakit untuk menemui temannya.
__ADS_1
Ia menyamar denga menggunakan topi hitam dan masker agar penampilannya tidak dikenali.Karena dia juga pemilik saham di rumah sakit yang ia kunjungi saat ini.
Leon menemui seorang dokter kandungan bernama Soraya."Apa kabar Leon?" tanya Soraya.
"Aku baik,maaf menemuimu malam-malam," kata Leon tidak enak.
"Apa ada urusan penting?" tanya Soraya kemudian.
"Aku hanya ingin berkonsultasi bagaimana caranya membuktikan DNA bayi," tanya Leon serius sambil mencondongkan badannya.
"Kenapa kau menanyakan itu?" Soraya mengerutkan keningnya.
"Karena istriku berselingkuh,sekarang dia sedang hamil tapi dia bukan anakku," tegas Leon menegakkan badanya kembali.
Soraya menghembuskan nafasnya kasar."Penentuan DNA bisa dilakukan sebelum bayi itu lahir dengan syarat usia kandungan mencapai lebih dari 12 minggu," terang Soraya.
"Assial aku harus menunggu dalam waktu yang lama, sekarang aku tidak bisa bercerai dengannya karena dia hamil,aku harus menunggu sampai bayinya lahir baru pengadilan akan mengabulkan gugatan ceraiku," curhat Leon pada Soraya.
Soraya adalah teman SMA Leon ketika di luar negeri.Soraya memilih kuliah kedokteran setelah lulus.Lalu ia kembali ke Indonesia karena permintaan keluarganya.
"Bersabarlah, bawa saja istrimu periksa ke sini, aku akan memantaunya setelah usia kandungannya cukup,hasilnya akan kuserahkan padamu nanti," tawar Soraya.
Ia yakin pada Leon karena dulu mereka sangat dekat dan menjadi teman dalam waktu yang tidak sebentar.Tidak ada alasan untuk Leon berbohong pada Soraya.Wanita itu yakin Leon berkata jujur.Oleh karena itu,Soraya bersedia membantunya.
__ADS_1