Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
Episode 30 Berakhir di Rumah Sakit


__ADS_3

Perasaan Leon tidak enak, "Jangan-jangan Alisha mau ngajak Nuna makan di restoran seafood. Arghh... sial."


Leon segera memutar balik mobilnya menuju mall tempat Nuna dan Alisha berhenti tadi. Setelah mobil terparkir Leon berlari mencari restoran seafood.


"Ketemu." gumam Leon.


Leon melihat Alisha duduk bersama Nuna di sebuah restoran seafood. Leon juga melihat Alisha menyuapi Nuna beberapa kali.Perasaannya tidak enak, Leon segera berlari ke arah mereka. Benar saja Nuna hampir jatuh ke lantai. Leon dengan sigap menangkap tubuh Nuna.


Bruak


Suara itu membuat mata orang-orang di sekitarnya melihat ke sumber suara.


Nuna pingsan. Beruntung ada Leon yang menangkapnya hingga kepala Nuna tidak mengenai lantai meski keduanya sama-sama jatuh.


Leon berusaha menyadarkan Nuna dengan menepuk pipi gadis cantik itu pelan. "Nuna bangun sayang."


Merasa tidak ada jawaban dari Nuna, Leon segera menggendong tubuh ramping kekasihnya itu. Dia berlari tanpa menghiraukan orang-orang di sekitarnya. Tak elak mereka pun menjadi pusat perhatian.


"Sumpah demi apa cowok itu keren banget."


"Beruntung sekali ceweknya."


"Gue mau dong gantiin ceweknya pingsan."


Alisha yang panik hanya bisa mengikuti langkah Leon di belakang. Leon tidak berhenti memandang wajah cantik Nuna. Berharap dia akan sadar.


Mereka pun sampai di parkiran, Alisha membukakan pintu mobil. Leon menidurkan Nuna di kursi belakang. Alisha duduk bersamanya. Mengangkat kepala kekasih abangnya itu kemudian di letakkan di atas pangkuannya. "Bang cepetan." Alisha masih panik.

__ADS_1


Leon tidak menjawab. Dia segera duduk di kendali mobil kemudian menyalakan mesin. Leon akan membawa Nuna ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.


"Sus tolong pasien ini." teriak Leon pada salah seorang perawat di rumah sakit.


"Anda tunggu sini," suster melarang Leon masuk ke ruang perawatan.


Tidak menunggu lama dokter pun masuk ke ruangan tempat Nuna dirawat.


Setengah jam kemudian dokter keluar ruangan,"Gimana dok keadaan Nuna?" Leon penasaran.


"Dia baik-baik saja, hanya kulitnya sedikit memerah, mungkinkah dia makan makanan yang bisa membuatnya alergi?" tanya dokter.


"Iya dok," Leon berkata dengan lirih.


"Saya sudah kasih obat nanti kalo dia sudah sadar boleh dibawa pulang." dokter memberikan kabar baik


"Gak usah nangis lagi." Leon mencoba menenangkan perasaan Alisha sambil menyeka air matanya.


"Kak Nuna kenapa bang? Apa dia akan baik-baik saja?" tanya Alisha dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kak Nuna gak papa dek dia hanya alergi makan seafood. Maaf ya dek abang lupa bilang sama kamu," Leon memeluk tubuh Alisha.


Leon melihat suster keluar dari kamar perawatan Nuna. "Sus saya boleh masuk?"


"Anda siapa?" tanya suster kepada Leon.


"Dia cowoknya sus," sahut Alisha.

__ADS_1


"Oh iya pasien sudah bisa dijenguk." suster mempersilahkan Leon dan Alisha masuk.


Leon dan Alisha pun masuk ke ruangan Nuna. Nuna masih belum sadar karena kejadian yang menimpanya. Alisha lalu memegang tangan Nuna dan meminta maaf kepadanya.


"Kak maafin Alisha yang udah bikin kakak celaka kaya gini," Gadis itu menangis menyesali perbuatannya.


Leon tidak sengaja melihat pergerakan jari Nuna. Nuna membuka matanya pelan. "Aku di mana?" Nuna berkata sambil memegangi kepalanya yang masih terasa berat.


Leon kemudian menunduk. "Kamu di rumah sakit sayang. Tadi kamu pingsan." terang laki-laki tampan itu.


"Syukurlah kak Nuna udah sadar." Alisha merasa lega.


Nuna mengingat-ingat kejadian yang menimpanya. Dia melihat ke arah Alisha.Mata adik kekasihnya itu tampak sembab karena menangisi dirinya yang sedang pingsan.


"Aku gak papa ko sayang," Nuna memberikan senyuman tipis kepada keduanya.



Nuna



Leon



Alisha

__ADS_1


__ADS_2