
Setelah menempuh perjalanan selama 16 jam lamanya, Raymond akhirnya tiba di Paris. Ia baru saja turun dari pesawat kemudian saat di bandara ia bertemu dengan sang ayah yang telah menjemputnya.
"Welcome in Paris, Nak," ucap sang ayah sambil memeluk Raymond yang baru sampai.
Mereka memasuki mobil yang dikendarai langsung oleh ayahnya. "Ayah punya mobil di sini?" tanya Raymond yang kagum akan desain mobil buatan Eropa tersebut.
"Ini inventaris dari kantor," kata ayahnya. Selama perjalanan dari bandara menuju ke rumah mereka habiskan untuk membahas bangunan yang ia lewati. Raymond begitu terpana dengan kecantikan kota Paris.
Keduanya tiba di sebuah rumah dengan gaya klasik Eropa. "Kita sudah sampai," kata ayah Raymond.
Raymond mencondongkan kepalanya melihat ke arah luar. Ada rasa kagum saat ia mengamati sekitar rumahnya. Memasuki akhir bulan Maret ini kuncup bunga mulai bermekaran dan tunas-tunas pepohonan mulai tumbuh. Pemandangan yang sangat alami itu membuat Raymond yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di Paris menjadi terpesona.
Setelah itu pemuda itu pun turun dari mobil. Ia menghirup nafas dalam-dalam seolah merasakan kesegaran udara yang ada di sekitarnya.
"Sepertinya aku akan betah tinggal di sini," kata Raymond pada ayahnya.
"Baguslah Aku harap itu sesuai dengan harapanku. Oh ya ambil kopermu kemudian! "Raymond mengikuti perintah ayahnya.
Saat masuk ke dalam rumah, Raymond tampak kagum dengan bangunan rumah yang akan ia tinggali. "Seperti di dalam film saja," gumamnya.
__ADS_1
"Ayah sengaja menyewa rumah yang dekat dengan restoran tempat ayah bekerja. Ayo aku tunjukkan kamarmu," ajak Hendra.
Raymond menaruh kopernya di sudut kamar kemudian melepaskan sepatu yang ia pakai. "Hah rasanya lelah sekali," keluhnya.
"Bersihkan badanmu dulu sebelum naik ke atas ranjang, besok akan Ayah antar kamu ke universitas barumu."
Hendra meninggalkan putranya itu agar ia beristirahat. Hendra hanya memiliki Raymond, sedangkan istrinya sudah meninggal saat melahirkan anak itu. Sebenarnya Sang Istri hamil berkali-kali. Namun, saat itu hanya Raymond yang terlahir di dunia. Sang Istri berusaha keras untuk melahirkan anaknya hingga nyawanya tak dapat tertolong setelah mengalami banyak pendarahan pasca melahirkan.
Dokternya saat itu sudah melarang istri Hendra mempertahankan bayinya karena faktor fisiknya yang lemah. Tapi wanita itu tidak mau mengecewakan suaminya. Ia bersikeras melahirkan bayi yang ia kandung.
...***...
"Ck, kemana perginya dia?" gumam Raymond dengan kesal seraya meninju udara.
Hendra melihat anaknya di luar rumah kemudian dia menyusul Raymond. "Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Hendra.
"Tidak ada, Yah," elaknya.
Hendra merangkul bahu putranya dan mengajaknya masuk.
__ADS_1
Keesokan harinya Hendra mengantar Raymond ke universitas baru untuk mendaftar.
"Aku sengaja cuti untuk mengantarmu ke universitas baru ini," terang Hendra.
"Terima kasih yah maaf aku merepotkanmu."
"Ayo masuk!"
Setelah urusan pendaftaran di universitas yang baru selesai, Hendra mengajak Raymond ke tempat kerjanya.
"Ini tempat kerja ayah." Mereka masih berada di dalam mobil.
"Aku harap kamu bisa belajar lebih cepat dalam menghafal jalan yang ada di kota ini."
"Iya, akan sangat sulit jika aku tersesat karena aku sama sekali tidak bisa berbahasa Perancis."
"Perlahan kamu akan menguasainya tidak hanya itu aku akan mengundang guru untuk mengajarimu bahasa Perancis."
"Mari kita pulang hari sudah mulai siang, "Hendra kemudian menyalakan mesin mobilnya.
__ADS_1