
"Cuih," Leon meludah saat mencicipi rasa masakan yang dibuat Safira untuknya.
"Kenapa kamu tidak menelannya? Segitu bencikah kamu padaku Leon padahal aku sudah berbaik hati membuatkan masakan untukmu,"
"Coba kamu rasakan sendiri,"
Safira pun mengambil sedikit makanannya.Ia menjulurkan lidah saat mengetahui bahwa rasanya sangatlah asin.
"Orang bilang kalau kamu masak keasinan berarti kamu ingin menikah lagi,apa kau ungin aku mengabulkannya?" ledek Leon sambil tertawa mengejek.
Safira menghentakkan kakinya lalu pergi. Leon hanya bisa menggelengkan kepalanya."Cih, dasar istri tidak tahu diri. Memangnya siapa yang harus marah di sini?"
Safira begitu kesal pada Leon. Ia memutuskan keluar tumah mencari angin segar dengan berbelanja.
Ketika ia lelah berbelanja Safira mampir di sebuah restoran yang ada di area mall tersebut. Seseorang melihat Safira sendirian kemudian ia menghampiri.
"Boleh gue duduk di sini?" suara bariton itu membuat Safira mendongak.
"Elo?" tunjuk Safira.
"Sendirian aja?" tanya Jonas.
"Iya, lo bisa lihat kan gue gak ada temannya," jawab Safira ketus.
__ADS_1
"Gue denger elo udah nikah sama Leon?" tanya Jonas memastikan.
"Iya, lo denger berita itu juga?" Safira bertanya balik.
"Gue gak nyangka elo berani berkhianat sama Nuna," ucap Jonas sinis.
Brak
"Kalau elo ke sini mau ngeledek gue mending elo pergi," usir Safira sedikit berteriak.
"Gak usah marah-marah oke, kalem aja, maafin gue kalau mulut gue ini salah, oh ya gue buka studio foto kalau elo minat jadi model kaya dulu hubungi gue," Jonas menyodorkan sebuah kartu nama.
Safira tidak menanggapi. Namun setelah Jonas pergi wanita itu mengambil kartu nama Jonas. Sejak saat itu Safira selalu mendatangi studio Jonas diam-diam tanpa seizin Leon. Lagipula Leon tidak akan peduli sekalipun dirinya meminta izin.
Salah seorang make up artis membetulkan bedak di wajah Safira. Sementara Safira sedang mengecek pesan di ponselnya.
"Heran punya suami gak pernah sekalipun khawatir sama gue," gerutu Safira.
"Mungkin suami lo lagi sibuk keles," jawab make up artis yang agak gemulai tersebut.
"Elo tahu gak gue masih perawan padahal gue udah nikah hampir setahun lamanya," mendengar hal itu terbesit pikiran jahat di benak Jonas.
"Oke kita mulai lagi," Jonas memberi perintah.
__ADS_1
Setelah seharian melakukan pemotretan di studio miliknya, Jonas menawarkan Safira tumpangan.
"Enggak deh bisa berabe kalau Leon tahu," tolak Safira.
"Ngapain takut dia kan gak peduli sama elo," kata Jonas memprofokasi.
"Tapi gue gak yakin," jawab Safira ragu.
"Kalau gitu kita coba aja, kalau dia peduli sama elo pasti dia negur elo pas lihat elo diantar pulang sama cowok tapi kalau dia gak negur elo berarti dia cowok yang harus ditinggalkan," kata Jonas sambil terkekeh.
"Sialan lo gitu-gitu juga suami gue," Safira hendak memukul tapi Jonas menangkap tangan Safira lalu mengelus lembut punggung tangannya.
"Hati-hati nanti tangan elo sakit buat mukul gue," ucapnya sedikit merayu.
Wajah Safira merah merona. Entah mengapa mendapatkan sedikit gombalan dari laki-laki lain membuat hatinya melambung tinggi. Apakah mingkin ini efek dirinya yang tidak pernah mendapat perhatian suami sehingga ia terlena dengan rayuan Jonas. Safira menggeleng kepalanya cepat lalu menghempaskan tangan Jonas.
"Gak usah macem-macem lo," ancam Safira. Joans tersenyum menyeringai. Ia tahu wanita itu haus akan perhatian.
"Udah deh bareng gue aja, kita searah kan?" bujuk Jonas.Safira pun mengangguk setuju.
...***...
Gimana ya reaksi Leon melihat Safira saat diantar pulang oleh laki-laki lain?
__ADS_1
Ikuti terus ya ceritanya. Jangan lupa kasih vote, gift dan likenya ya.