Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
Extra part 2


__ADS_3

Pagi itu Nuna dan Leon sudah nyampe duluan di dalam gedung. Seperti biasa Leon selalu menjemput Nuna di rumahnya. Sudah tidak ada yang kaget dengan kedekatan mereka. Karena seisi kampus sudah tahu kalau mereka pacaran.


Citra,Safira dan Raya menghampiri pasangan kekasih itu.


"Tu dia anaknya," Citra menghampiri Leon dan Nuna.


Bruak


Citra menggebrak meja Leon.


"Resek lho bikin kita jantungan aja, ngapain sih pake acara nyulik Nuna segala? Berasa kaya di film-film gitu ya," protes Citra pada Leon.


"Cit mulut lo gak pernah lo kasih gula apa? pahit banget," sindir Leon.


"Sialan lo kalo bukan karena Nuna udah gue pites lo Leon?" batin Citra menatap mata tajam Leon.


"Maafin Leon ya Cit, dia cuma pengen bikin kejutan tapi caranya aja yang agak ekstrim," kata Nuna.


"Hemm," jawab Citra.


"Eh dosen-dosen balik lo ke tempat duduk lo," perintah Raya pada Citra.


"Hatciu hatciu"


Nuna bersin beberapa kali. Leon memberikan tissu untuk Nuna.


"Sayang kamu sakit?" tanya Leon khawatir.


"Ah enggak cuma bersin sedikit, mungkin kena debu," jawab Nuna.


"Ya udah balik yuk, aku antar pulang," kata Leon.


"Eh kita duluan ya," Nuna berpamitan dengan teman-temannya.


"Bye," teman Nuna melambaikan tangan.


Saat berada di parkiran Leon melihat ban mobilnya kempes.


"Sial kenapa bisa kempes, padahal tadi baik-baik saja," umpat Leon.


Dari arah yang berlawanan terlihat mobil Raymond yang datang menjemput Citra.


Raymond turun dari mobil kemudian menghampiri Nuna.


"Hai kak Nuna cantik," Raymond menyapa Nuna tapi tidak menghiraukan Leon yang ada di samping Nuna.

__ADS_1


Mendengar Raymond memuji kecantikan Nuna Leon terbakar api cemburu. Wajahnya merah padam tangannya mengepal kuat.


"Bocah tengik," umpat Leon dalam hati.


"Eh Raymond kamu mau jemput Citra? Tapi kayanya tadi aku lihat dia nebeng Safira." kata Nuna.


"Oh gitu ya, tadi dia ko gak bilang ya ke aku," Raymond pura-pura padahal sebenarnya dia ke kampus ingin sekedar melihat Nuna.


"Kakak perlu bantuan?" Raymond bertanya kepada Leon.


"Gak usah nanti aku panggil orang bengkel aja buat ganti bannya." kata Leon ketus.


"Emm Raymond makasih udah menawarkan bantuan tapi..." belum selesai kalimat yang diucapkan Nuna, tangannya sudah ditarik Leon menjauhi Raymond.


Nuna hanya bisa mengikutinya. "Leon sepertinya cemburu pada Raymond" batin Nuna dalam hati. Nuna tersenyum karena Leon begitu menyayangi dirinya sampai tidak ada yang boleh mendekati dirinya.


"Sayang berhenti tangan aku sakit," Leon melepaskan tangan Nuna dn menghemtikan langkahnya sejenak.


"Maaf sayang aku tidak bermaksud menyakitimu." Leon membalikkan badan ke arah Nuna. Sedangkan Nuna memegang tangannya yang sakit karena tarikan Leon yang kuat.


"Iya, ada apa sayang apa kamu tidak menyukai Raymond?" tanya Nuna kepada Leon tapi Leon tidak menghiraukan.


Leon mengambil ponsel yang ada di saku celananya. Kemudian dia menelpon seseorang.


"Hallo mobilku kempes, suruh orang mengganti bannya, lalu kirim mobil lain ke sini untuk menjemputku." Leon berbicara dengan orang suruhannya.


"Kak Nuna mau bareng gak?" Raymond menghampiri Nuna dengan mobilnya.


Leon menatap tajam mata Raymond. "Anak ini bikin gara-gara. "Nuna pulang bareng gue," Leon berkata dengan ketus.


"Eh Raymond aku pulang bareng Leon aja," Nuna merasa tidak enak menolak Raymond tapi di sisi lain ada pacarnya yang berdiri di sampingnya.


"Ya udah kabari aku ya kak kalau udah sampai rumah," Raymond pun melajukan mobilnya.


"Rasain lo gue panas-panasin," Raymond tersenyum licik.


"Sayang kamu suka sama anak ingusan kaya dia?" tanya Leon.


"Kamu ngomong apa sih sayang, dia kan sepupunya Citra lagian kita udah saling kenal masak iya aku nyuekin dia, lagian aku mana naksir sama orang yang umurnya lebih muda dari pada aku," terang Nuna berusaha menenangkan hati Leon.


"Sayang kamu cemburu ya?" Nuna mendongak ke atas sambil bergelayut di lengan Leon.


"Gak sayang," bohong Leon.


"Alah bilang cemburu doang apa susahnya sih Leon, gengsi banget." Nuna tersenyum senang. Leon menjadi salah tingkah.

__ADS_1


"Tuan muda," seorang lelaki yang tidak lain sopir Leon menghampiri.


"Silahkan naik," dia pun membukakan pintu mobil untuk Leon dan Nuna.


Tanpa berkata-kata Leon menggandeng tangan Nuna kemudian menyuruhnya memasuki mobil.


Setelah beberapa lama di dalam mobil akhirnya Nuna sampai di depan rumahnya.Nuna turun sendiri.


"Aku balik ya sayang," Leon berpamitan dari dalam mobil.


"Bye sayang," Nuna melambaikan tangannya ke arah Leon.


Sebelum masuk ke dalam rumah seorang pemuda memanggil nama Nuna.


"Kak Nuna cantik," Nuna menoleh ke belakang. Tidak jelas karena wajahnya tertutupi buket bunga yang sangat besar. Setelah buka itu disingkirkan dari wajahnya, Nuna melihat Raymond sedang berdiri di depannya.


"Raymond??" Nuna kaget karena beberapa waktu lalu dia sudah bertemu di kampus kenapa malah sekarang bertemu di rumahnya. Hari ini Raymond seperti lintah nempel terus walau di usir berkali-kali.


"Aku ke sini cuma mau ngasih ini ke kakak," Raymond menyerahkan sebuah buket bunga mawar putih berukuran besar kepada Nuna.


"Makasih," Nuna menerima buket bunga yang diberikan oleh Raymond.


"Kamu mau masuk aku buatin minum ya?" tanya Nuna.


"Ah gak kak maksih next time aja aku balik lagi ke sini," Raymond melambaikan tangan sambil tersenyum. Nuna pun membalasnya.


Nuna melihat mobil Raymond sudah meninggalkan pelataran rumahnya.


Ceklek


Nuna membuka pintu rumahnya."Hah seberantakan ini kah rumahku?" Nuna merasa capek sekali hari ini. Malas dia membersihkan rumahnya. Dia biarkan rumahnya berantakan.


"Apa lain kali aku cari asisten rumah tangga aja ya?" gumam Nuna.


"Dugh capeknya ngerjain semuanya sendirian,untung saja tadi Raymond tidak masuk rumahku," dia terus mengeluh.


Nuna pun menaiki tangga dan menuju ke kamarnya. Dia menjatuhkan badannya ke atas ranjang miliknya. Ditatapnya langit-langit rumah dan senang rasanya melepaskan lelahnua di atas kasur.


"Hari ini Raymond kenapa selalu mengikutikuya?? Aneh," Nuna menggeleng tidak mengerti.


"Hoammh rasanya ngantuk sekali," Nuna menutup mulutnya yang menguap dengan tangan.Dia merasakan tubuhnya remuk redam karena hampir setiap hari dia harus kuliah dan bekerja.


"Mending aku mandi dulu ah gerah banget rasanya." Nuna pun menyambar handuk yang ada di atas kursinya.


Kamar Nuna berantakan sekali akhir-akhir ini dia tidak sempat membereskan rumahnya dikarenakan kesibukannya sehari-hari. Pagi-lagi dia berangkat kuliah setelah itu dia ke toko bunga miliknya. Hanya di hari minggu dia ada waktu itu pun kalau kekasihnya tidak mengajaknya jalan-jalan.

__ADS_1


"Hah segarnya," kini Nuna berada di dalam bathup. Merasakan wangi sabun dan kesegaran air hangat dengan banyak sabun yang berbusa.


__ADS_2