Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
MA Season 3 #124


__ADS_3

Leon tidak sabar mengetahui siapa dalang dibalik kehancuran perusahaannya. "Raya apa kamu sudah tahu siapa yang berani mengkhianati aku? Aku yakin ini kerjaan orang dalam," duga Leon. Ia yakin betul tidak ada orang lain yang tahu tentang ide-ide iklan yang akan dikerjakan selain karyawannya sendiri.


"Masih dalam proses, Pak," jawab Raya.


Leon melonggarkan dasinya. Ia kembali ke ruangannya. Leon mengacak rambutnya frustasi. "Aku tidak bisa begini, ratusan orang bergantung padaku, apa jadinya jika perusahaanku yang kurintis dari 0 ini tiba-tiba bangkrut," gumam Leon.


Leon tiba di rumah sekita pukul lima sore. "Mas, tumben pulang cepat?" Tanya Nuna yang penasaran.


"Mas, kenapa mas Leon diam saja?" Nuna kembali bertanya karena khawatir.


"Perusahaanku akan bangkrut, Seseorang mencuri ide-ide desain iklanku dan menjualnya pada perusahaan lain."


Nuna dibuat menganga setelah mendengar ucapan suaminya itu. Nando yang baru keluar dari kamarnya samar-samar mendengar obrolan anak-anaknya. Ia mengerutkan keningnya saat mendengar perusahaan Leon dalam keadaan hampir pailit. Lalu Nando berpikir ia ingin membantu anaknya secara diam-diam.


Keesokan harinya setelah Leon dan kedua anaknya berangkat, Nando meminta izin pada menantunya untuk keluar sebentar.


"Papa mau kemana?" Tanya Nuna yang khawatir pasalnya Nando tidak pernah keluar sendiri selama dia tinggal di rumah Leon.


"Mau menemui teman lama sebentar," jawabnya.


"Baiklah, hati-hati di jalan, Pa." Nuna mengizinkan ayah mertuanya pergi. Ia berpikir sesekali papa mertuanya itu pergi mencari udara segar agar tidak bosan di rumah.


Nando berangkat menggunakan taksi. Nuna memberinya lima lembar uang warna merah untuk membayar taksi katanya. Nando sangat senang. Sebenarnya naik ojek pun dia tak masalah tapi menantunya melarang agar laki-laki yang sudah mulai tua itu tidak kepanasan di jalan. Sungguh perhatian bukan?.

__ADS_1


Nando datang ke sebuah perusahaan menemui teman lamanya, Antoni*.


*Kisah Antoni juga aku tulis di novel My Beloved Partner ya baca juga nanti.


Kini Nando berada di meja resepsionis. "Permisi, bisakah saya bertemu dengan Pak Antoni?" Tanya Nando.


"Sebentar, Pak. Saya telepon sekretarisnya dulu," jawab resepsionis tersebut.


Wanita itu pun mengangkat telepon lalu berbicara dengan sekretaris Antoni. "Beliau masih meeting, Pak. Sekitar satu jam lagi baru selesai."


"Tidak apa akan saya tunggu, bilang saja Nando Surya ingin bertemu!" Perintah Nando pun diangguki oleh resepsionis itu.


"Baik, silakan tunggu di sebelah sana!" Wanita itu menunjuk ruang tunggu.


Satu jam kemudian Nando tidak juga dipanggil. Ia kembali ke meja resepsionis. "Apakah Pak Antoni sudah selesai?" Tanya Nando kemudian.


"Silakan naik ke atas! Pak Satpam akan mengantar anda sampai ke ruangannya." Nando mengangguk paham.


Tok tok tok


"Pak, ada yang ingin bertemu dengan anda," lapor wanita yang menjadi sekretaris Antoni.


"Ya baiklah, suruh dia masuk!" Perintah Antoni pada pegawainya itu.

__ADS_1


"Selamat pagi Antoni," sapa Nandi kemudian.


Antoni berdiri dari kursi kebesarannya. Dia memeluk teman lamanya yang sudah lama tidak bertemu. "Apa kabar?" Tanya Antoni selanjutnya.


"Seperti yang kau lihat. Aku yakin kamu juga sudah mendengar kabarku melalui teman-teman bisnismu."


"Ya, aku tidak menyangka kau dikhianati. Tapi kenapa harus kekasih gelapmu yang mengkhianatimu?" Tanya Antoni tidak mengerti.


"Aku terlalu percaya pada orang asing sehingga aku menggali kehancuranku sendiri*" kata Nando dengan perasaan menyesal.


Antoni menepuk bahu Nando. "Api memang cukup berbahaya kawan, sangat disayangkan seharusnya kau tidak mengkhianati kepercayaan keluargamu."


"Untuk itu aku datang kesini untuk meminta bantuanmu."


"Apa itu?" Antoni mengerutkan keningnya.


"Berinvestasilah di perusahaan anakku!" Pinta Nando pada teman lamanya.


"Tapi ku dengar perusahaan itu akan bangkrut."


"Iya kau benar. Seseorang telah berkhianat pada Leon. Aku tidak bisa membiarkannya terpuruk sepertiku, cukup aku saja yang merasakan frustasi seteah kehilangan perusahaan." Ia tak ingin melihat Leon berakhir mabuk-mabukan seperti dirinya.


"Baiklah, aku akan bicarakan itu pada anakmu. Tapi jika dia menolak aku tidak bisa berbuat apa-apa."

__ADS_1


"Terima kasih," ucap Nando tulus dari dalam hatinya.


Nando pulang ke rumah Leon setelah membuat kesepakatan dengan Antoni. Ia tak mqu sampai ketahuan Leon dia pergi keluar senidiran.


__ADS_2