
"Nun, makan yuk bareng gue?" ajak Raya melalui sambungan telepon.
"Gue lagi gak ada di rumah," jawaban Nuna membuat Raya penasaran.
"Lagi di toko ya? gue samperin deh," katanya kemudian.
"Gak Ray, gue balik ke desa."
"Lah ngapain lagi kesana? Ada masalah lagi?"
"Gue gak bisa cerita di telepon next time gue cerita sama elo," Nuna mengakhiri panggilan.
Di sinilah Nuna bertemu setelah beberapa hari lalu ia berjanji menceritakan masalahnya pada Raya.Di sebuah kafe yang sederhana tapi didekor dengan sangat apik oleh pemiliknya sehingga membuat pengunjung kafe merasa nyaman.
"Sekarang cerita sama gue, elo ada masalah apa lagi sekarang?" tanya Raya dengan nada bicara yang lembut.
"Safira hamil," jawab Nuna singkat.
"Hah,apa itu anak Leon? Bisa aja kan itu bukan anaknya, kamu sendiri tahulah bagaimana liciknya dia," balas Raya yang kaget dengan penuturan temannya itu.
__ADS_1
Nuna menyeruput jus strawberry yang ia pesan."Leon juga bilang gitu,tapi aku gak tahu harus percaya pada siapa?"
"Kamu mesti tegas Nun, kali ini kamu gak bileh membiarkan Leon jatuh lagi ke pelukan Safira."
"Tapi aku bisa apa?" tanya Nuna yang merasa bingung.
"Aku yakin Leon sudah berbuat sesuatu yang bisa membuktikan kalau anak itu bukan anak anaknya."
"Kamu benar Ray,aku harus percaya pada kemampuan Leon mengungkap siapa ayah dari anak Safira yang sebenarnya,aku juga akan mendatangi Jonas dan buat dia mengaku di depan ibu Leon langsung, kali ini aku tidak mau mengalah pada wanita licik itu.
Di sinilah Nuna datang menemui Jonas.Jonas tersenyum sinis ketika melihat kedatangan Nuna.
"Aku ke sini tidak mau basa-basi denganmu," sentak Nuna.
"Mengaku saja tentang perselingkuhanmu dengan Safira sehingga dia hamil," imbuhnya.
"Safira hamil? Aku bahkan tidak tahu kalau dia hamil," kata Jonas dengan enteng.
"Bisa saja dia berselingkuh dengan laki-laki lain," tuduh Jonas.
__ADS_1
"Omong kosong,kamu mengira aku ini wanita murahan hah?" Safira tiba-tiba menyela dengan nada yang berapi-api.
"Sayang, apa kau merindukanku sehingga kau datang menemuiku hm?" Jonas mendekat lalu mengelus pipi Safira dengan lembut.
"Singkirkan tanganmu,aku ke sini bukan karena aku ingin meminta tanggung jawabmu, aku hanya ingin kau menyingkir dari kehidupanku yang sekarang!" tegas Safira.
"Bagaimana kalau aku tidak mau, kalau itu benar anakku bukankah seharusnya aku menikahimu?" tantang Jonas sehingga membuat Safira memebelalakkan matanya.
Nuna yang sejak tadi merekam pembicaraan mereka diam-diam tersenyum miring tapi begitu samar hingga tak terlihat setelah mendapatkan bukti perselingkuhan mereka.
Nuna melangkah begitu saja melewati keduanya tanpa berkata-kata."Tunggu," lqngkahnya terhenti saat Safira mencegahnya.
"Apalagi? Aku datang bukan untuk mendengar pertengkaran kalian yang tidak bermanfaat itu,"kata Nuna dengan nada kesal.
"Bisakah kau juga menyingkir dari kehidupan Leon? Kami akan memiliki anak jadi kalau kau wanita baik-baik jangan jadi orang ketiga di antara kami."
"Yang jadi orang ketiga dari awal bukannya kamu? Apa kamu masih belum sadar hm?" ledek Nuna sambil tersenyum mengejek.Ia pun kembali melangkahkan kakinya keluar dari studio Jonas.
Safira yang geram dengan perkataan Nuna mengeluarkan sumpah serapahnya.Ia mengepalkan tangan saking marahnya."Ingat Nuna akan kubalas semua perbuatanmu padaku."
__ADS_1