
"Makasih ya Ra udah nganterin mbak sampai rumah dengan selamat," ucap Nuna pada Ara setelah turun dari motor.Ia pun melepas helm yang ia kenakan.
"Dugh mbak aku gak enak sama mbak, nyampe rumah sampai larut gini," kata Ara pada Nuna.
"Santai aja Ra, yaudah kamu pulangnya hati-hati di jalan," pesan Nuna pada Ara sebelum driver ojol itu pergi.Ara hanya melambaikan tangan sambil berlalu.
Setelah itu Nuna memasuki rumah dengan badan basah kuyup. Ia segera mandi dengan air hangat agar badannya tidak sakit akibat kedinginan terkena air hujan.
Tiga puluh menit berlalu, Nuna pun keluar dari kamar mandi. Kemudian ia duduk di tepi ranjang sambil mengeringkan rambutnya yang basah.
Drrrtt drrtt
Nuna melihat ponselnya berbunyi kemudian dia melihat nama Safira dalam layarnya.
"Hallo,"
"Nun gimana dong nih?" kata Safira dari ujung telepon.
__ADS_1
"Gimana apanya?" tanya Nuna tak mengerti dengan maksud Safira.
"Nun, gue mau dijodohin," kata Safira to the point. Kemudian ia menceritakan seputar keinginan orang tuanya yang akan menjodohkan dirinya dengan anak kolega bisnis ayahnya.
"Terima aja, bukannya elo pernah bilang kalau mau nikah sama orang kaya setelah lulus kuliah," Nuna mengingatkan Safira akan kata-katanya beberapa waktu lalu.
"Tapi gak lewat perjodohan bodoh kaya gini juga Nun, gue kan belum lihat orangnya, gimana kalau dia botak, tua, perutnya buncit, hiii," Safira bergidik ngeri membayangkan orang yang akan dijodohkan padanya nanti.
"Hahaha elo kebanyakan baca novel sih, kenapa elo gak ngebayangin yang mau dijodohin sama elo itu CEO tampan yang populer dimana-mana?" goda Nuna membuat Safira malah cemberut.
"Kalau gitu sih gue maulah, eh apa elo gantiin gue aja Nun, lo nonton kan cerita drakor yang baru booming itu,"
"Sialan lo, ya udah gue tutup ya ngantuk banget gue, daa,"
Setelah sambungan telepon terputus. Nuna pun merebahkan tubuhnya. Ia sangat lelah hari ini. Tapi sesaat sebelum matanya terpejam ia mengingat wanita yang memberinya uang untuk menjauhi Leon.
"Apa benar dia ibunya Leon?" gumam Nuna. Tak terasa matanya terpejam.
__ADS_1
...***...
Saat itu Nuna sedang berada di dalam tokonya. Ia melihat seseorang yang ia kenal turun dari mobil. Nuna tersenyum dia mengira Leon akan menjemputnya. Namun yang ia lihat adalah Leon membukakan pintu mobil untuk seorang wanita berambut panjang.
"Leon," lirih Nuna saat melihat Leon terlihat akrab dengan wanita itu. Dadanya terasa sesak. Air mata Nuna pun tidak bisa dibendung. Ia sakit hati melihat Leon menggandeng tangan wanita lain dengan mesranya.
Setelah itu Nuna mencoba menghampiri Leon. "Leon," panggil Nuna. Leon pun menoleh ke arahnya.
Nuna menatap nanar pada Leon. Tidakkah dia menjelaskan sesuatu padanya. Kenapa dia hanya diam saja. "Tolong katakan sesuatu siapa gadis itu?" batin Nuna.
"Nuna perkenalkan ini adalah wanita yang akan menikah denganku," perkataan Leon benar-benar membuat hati Nuna terpukul.
"Apa maksud kamu? Jadi kamu menganggap apa aku selama ini?" kata Nuna sambil terisak.
"Maafkan aku, aku tidak bisa menolak perjodohan ini, maaf hubungan kita harus berakhir sampai di sini," kata-kata Leon sukses membuat Nuna limbung. Ia pun terduduk di tempat dan menangis sesenggukan.
Sungguh ia tidak menduga Leon akan setega ini padanya.
__ADS_1
...❤️❤️❤️...
Hai buat kalian yang masih punya banyak koin tolong sumbangin ke karya aku biar aku juga tahu gimana rasanya naik level 😩