Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
Episode 22 Alergi


__ADS_3

"Sayang aku bawain makan siang buat kamu." Leon membawakan paper bag yang berisi makanan.


"Apa ini sayang?" Nuna merasa senang Leon sangat perhatian kepadanya.


"Buka aja." ucap Leon dengan lembut.


Saat isinya dibuka Nuna mendapati makanan seafood pemberian Leon.


"Mampus gue." Batin Nuna dalam hati.


"Kenapa sayang kamu gak suka?" tanya Leon.


"Ah enggak, makasih ya sayang udah dibawain makanan, ngrepotin ya?" Nuna manja.


"Sama sekali enggak cantik, aku suapin sekalian ya." Leon mencubit dagu Nuna.


"Gak ah malu sama yang lain." Pipi Nuna memerah.


"Udah sini aku suapin." Leon meraih makanan yang ada di tangan kekasihnya.


"Aaa..."


Nuna pun tak kuasa menolak kebaikan Leon. Padahal Nuna alergi makan seafood. Tapi dia tidak mau Leon kecewa, akhirnya Nuna membuka mulut menerima suapan dari tangan Leon.


"Gimana rasanya sayang, enak?" tanya Leon.


Nuna hanya mengangguk dengan mulut yang penuh makanan karena Nuna tidak berniat menelannya.


Nuna kemudian meminta izin kepada Leon untuk pergi ke toilet dengan bahasa isyarat.


Nuna segera mengeluarkan isi di dalam mulutnya.


Huek Huek


Mahasiswi lain yang mendengar suara muntahan Nuna sontak berfikiran negatif tentang Luna.

__ADS_1


"Eh dia hamil?"


"Dasar cewek muna kelihatannya aja sok baik."


"Gak nyangka kelakuannya kaya gitu."


Nuna mendengar gunjingan mahasiswi yang saat itu berada di dalam toilet. Tapi Nuna tidak menghiraukannya. Nuna terus saja mencuci mulut dan segera kembali bersama Leon.


"Kamu dari mana sayang?" tanya Leon khawatir.


"Habis dari toilet." Nuna memberi penjelasan.


"Ouh... nih makanannya dihabisin dulu. Aku suapin lagi ya." Leon mengarahkan sendok ke mulut Nuna. Tapi Nuna menghindar. "Aku udah kenyang sayang, nanti aja ya makannya." Nuna berusaha menutupi kegelisahannya.


...***...


"Eh lo tau gak kalo Nuna lagi hamil?" salah seorang mahasiswi sedang membicarakan Nuna.


Raya dan Safira yang mendengar kabar itu langsung kaget. Mereka tidak percaya kalo sahabatnya itu akan melakukan hal rendahan.


Raya dan Safira menggeleng.


"Nuna hamil." tegas Citra.


"Nuna hamil? Boong lo, mana mungkin?" kata Raya


"Gue juga gak percaya sih, gue gak tau siapa yang udah nyebarin berita bohong itu." Citra berusaha berfikir.


"Nuna udah tahu belum mengenai kabar ini?" tanya Safira kepada kedua temannya.


Raya dan Citra hanya menggeleng.


"Hai dears..." Nuna melambaikan tangan dari kejauhan.


"Ada apa sih dears ko muka kalian kaya gitu?" tanya Nuna yang tidak tahu apa-apa soal pemberitaan di grup kampus.

__ADS_1


"Elo udah baca berita di grup kampus hari ini belum Na?" tanya Safira dangan hati-hati.


"Berita apa?" tanya Nuna penasaran.


"Nih lo baca sendiri beritanya." Citra memberikan hp pada Nuna.


Mata Nuna membola dan mulutnya menganga setelah membaca berita bohong itu. "Sumpah ini gak bener. Ini gak seperti apa yang diberitakan. Kalian percaya kan sama gue," Nuna menatap ketiga temannya itu.


"Lo jelasin deh sama kita biar gak salah faham." Raya meminta penjelasan.


"Kemaren itu Leon ngasih seafood ke gue. Kalian gak inget kalo gue alergi sama yang namanya sea-food? Pas gue dsuapin sama Leon makanannya gue muntahin biar gue gak kena alergi. Nah pas gue muntah-muntah di toilet anak-anak yang lain pada ngomongin gue di belakang, dikira gue hamil" terang Nuna dengan tertawa.


"Lo gak bohong kan Na?" tanya Safira.


"Enggak zeyeng... suer deh." jari Nuna membentuk huruf V. Nuna mencoba meyakinkan ketiga sahabatnya.


"Fhuh syukur deh." Raya menghela nafas lega.


"Dasar netijen suka nya ngomongin orang di belakang." Citra kesal.


"Udah gak usah dipikirin gue aja gak papa." Nuna berkata dengan santai sambil merangkul para sahabatnya.



Raya



Safira



Citra


__ADS_1


Nuna


__ADS_2