
Hai readears (reader ku ter dears)
Aku up lg ya ceritanya semoga kalian semangat membaca tulisanku ini.
Alisha datang dengan santainya sambil membawa segelas jus jeruk di tangannya. Mata Alisha terbelalak saat mendapati Leon sedang melakukan ciuman di dalam kolam renang bersama Nuna.
"**** kalian bikin mataku kotor aja," Alisha menutup matanya dengan satu tangan.
Leon dan Nuna yang menyadari kedatangan Alisha pun segera menjauhkan badan masing-masing.
"Resek lo dek gangguin orang lagi seneng aja," Leon menyipratkan air kolam ke arah Alisha tapi tidak sampai.
Sementara itu wajah Nuna tampak merah merona katena malu perbuatannya dipergoki oleh calon adik iparnya. Nuna pun segera naik ke atas. Badannya yang sangat basah membuat bajunya sangat menempel di tubuh hingga membentuk lekuk tubuh yang sangat jelas.
Leon menelan salivanya kasar. Tak mau berlama-lama melihat itu semua Leon segera naik dan mengambil handuk untuk dipakaikan ke Nuna.
"Pakai ini sayang nanti kamu masuk angin," Leon menyelimuti tubuh bagian atas Nuna dengan handuk.
"Maksih sayang," Nuna menolah ke arah Leon kemudian melemparkan senyum. Salah satu tangannya memegang tangan lelakinya itu yang sedang bersandar di bahu Nuna.
"Ehem ehem ada orang ini jangan serasa dunia milik kalian berdua aja," Alisha menyindir.
"Kak Nuna bawa baju ganti apa enggak?" tanya Alisha mendekati Nuna.
Nuna menggeleng.
"Ya udah si gampang nanti bisa aku beliin." sahut Leon.
"Kelamaan kali bang keburu kak Nunanya masuk angin," kata Alisha.
"Kalau gitu pinjem baju lo dek," usul Leon.
__ADS_1
"Okey ini juga tadi mau nawarin, sementara kak Nuna pakai baju Alisha ya, kayaknya kita ukuran badannya sama," Alisha melihat postur tubuh Nuna dari atas hingga ke bawah.
Nuna agak menggigil kedinginan.Leon yang melihat itu segera memakai handuk miliknya dan menyuruh Nuna dan Alisha masuk. Kini kedua gadis cantik itu memasuki kamar Alisha.
"Nih kak di coba dulu," Alisha memberikan satu stel baju untuk Nuna setelah Nuna keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk kimono.
"Oke," Nuna menerima baju pemberian Alisha.
"Wah pas," Alisha melihat kecocokan baju miliknya yang dipakai Nuna.
"Kita turun yuk," ajak Alisha.
Nuna mengangguk.Nuna memang tipe gadis yang tidak banyak bicara. Mereka berdua berjalan menuruni tangga sambil berbincang.
"Ini rumh siapa dek? sebelumnya aku belum pernah ke sini," Nuna mesih merasa bingung di mana saat ini dia berada.
"Ini rumah orang tua kami kak," Alisha tersenyum.
Leon melihat Nuna cantik sekali. Matanya tidak berhenti menatap entah kenapa cocok sekali Nuna memakai sweater putih lengan panjang dipadukan dengan rok span selutut dengan warna senada.
"Pinter lo dek milihin baju buat calon kakak ipar lo," Leon berbisik di telinga Alisha adiknya.
Alisha tersenyum. Nuna merasa malu karena dari tadi Leon menatapnya dengan intens.
"Boleh aku duduk?" tanya Nuna yang membuyarkan lamunan sang kekasih.
"Tentu saja duduklah sayang," Leon mempersilakan Nuna untuk duduk. Dirinya pun berdiri memundurkan kursi agar bis di duduki Nuna.
"Makasih,"
"Kembali kasih," jawab Leon sedikit menggoda.
__ADS_1
Alisha memutar bola matanya jengah.
"Ck yang lagi bucin, ayo ah makan, laper nih," Alisha mencebik.
Setelah selesai makan malam Nuna meminta Leon mengantarkan dirinya ke rumah.
"Sayang bisa antar aku pulang, teman-temanku pasti khawatir melihat kejadian tadi pagi. Sampai sekarang aku belum menghubungi mereka, ponselku tertinggal di rumah." kata Nuna.
"Santai sayang aku sudah menghubungi mereka, kamu jangan khawatir lagi," terang Leon.
"Ouh syukurlah," Nuna merasa lega.
Leon mengantar Nuna kembali ke rumah.
"Terima kasih sayang untuk hari ini, aku sangat senang kau menerima lamaranku," Leon menggengam tangan Nuna dengan lembut.
"Jangan senang dulu Leon kita bahkan belum meminta izin orang tuamu, bagaimana kalau mereka tidak menyetujui hubungan kita?" tajya Nuna khawatir.
"Tidak sayang aku sudah meminta izin pada ibuku, dan beliau mendukungku," kata Leon.
Senyum mengembang di wajah Nuna. Dia segera memeluk badan kekar Leon. Rasa bahagia tidak dapat ditutupi. Kini dia merasa akan ada seseorang yang bisa menjaganya.
"Aku sayang kamu Leon," Nuna mengeratkan pelukannya.
Leon menyambut pelukan hangat Nuna.
"Aku juga sayang sama kamu Nuna," balas Leon.
Tidak bisa dipungkiri besarnya cinta yang dimiliki Leon terhadap Nuna.
Tidak disangka Raymond melihat Nuna sedang berpelukan dengan Leon. Tapi Raymond tidak mengenal lelaki yang bersama Nuna itu. Raymond pun menutup kaca mobilnya kembali kemudian melajukan mobilnya kencang.
__ADS_1
"Siapa laki-laki itu, aku tidak mau kalah dengan nya, aku mencintai kak Nuna," Raymond memukul setir mobilnya.