Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
MA Season 3


__ADS_3

Keesokan harinya Leon mendatangi Raymond yang sedang bekrja di rumah sakit. Ia mempercepat langkahnya llau memberikan pukulan di wajah Raymond saat sudah berada di dekat pemuda itu.


Raymond jatuh tersungkur. Ia memegangi bibirnya pipinya yang terasa sakit. "Apa maksud anda tiba-tiba memukul saya?" Tanya Raymond yang tidak mengerti akan kesalahannya.


"Breng*sek, kamu pura-pura tidak mengerti setelah mengajak Zoya mabuk-mabukan semalam hm?" bentak Leon.


"Tidak anda salah paham justru saya semalam yang menolongnya," akunya tapi Leon tidak percaya dengan omongan Raymond.


Leon hampir saja menghabisi nyawa Raymond apabila keamanan rumah sakit tidak melerainya. "Saya minta anda sekarang pergi Pak, jangan menciptakan keributan di rumah sakit!" Perintah Satpam rumah sakit tersebut.


Dari kejauhan Safira yang sedang memeriksakan kandungannya melihat Leon sedang ribut dengan Raymond. Ia pun mengernyit heran. "Ada apa dengan mereka apa mereka memperebutkan Nuna lagi?" gumam Safira.


...***...


"Kamu tidak apa-apa Raymond?" Tanya salah seorang teman yang berprofesi sama dengannya.


Raymond menggeleng. "Luka ini tidak seberapa dengan luka hatiku," Raymond memandang langit dengan tatapan kosong.


"Bukankah itu tadi Pak Leon salah satu pemilik saham di rumah sakit ini?" tebak teman Raymond. Raymond mengangguk pelan.


"Kamu bisa cerita padaku bro, barangkali aku bisa bantu," kata temannya.

__ADS_1


"Tidak aku hanya perlu menyembuhkan lukaku ini saja," tolak Raymond.


Setelah mengobati lukanya Raymond meminta izin untuk pulang ke kontrakannya. Ia mengendarai motornya meski dengan wajah babak belur setelah dihajar oleh Leon.


Tidak disangka Alisha sudah ada di depan rumah kontrakannya. Raymond heran dari mana ia tahu tempat tinggal Raymond padahal laki-laki itu tidak pernah memberi tahunya.


"Raymond, ada apa dengan mukamu?" Tanya Alisha yang khawatir dengan laki-laki yang ia sukai tersebut.


"Aku hanya habis terjatuh dari motor," bohong Raymond.


"Kamu tahu dari mana alamat rumahku?" Tanya Raymond yang heran.


"Oh aku tanya teman kerja kamu," jawab Alisha dengan santai. "Mari aku bantu kamu masuk." Tangan gadis itu hendak meraih tangan Raymond tapi pemuda itu mnepisnya.


"Baiklah Raymond aku pergi. Tolong kabari aku jika kamu butuh bantuan oke?" Raymond mengangguk pelan. Alisha pergi dengan perasaan kesal.


...***...


Di tempat lain, Zoya baru saja terbangun setelah mabuk semalam. Ia memgangi kepalanya yang sakit. "Agh jam berapa ini?" Gadis itu menoleh ke jam dindingnya. "Ya ampun sudah jam sebelas, aku sudah melewatkan kuliah pagi," ucapnya dengan perasaan menyesal.


Lalu seseorang mengetuk pintu kamar Zoya. "Masuk!" Ternyata asisten rumah tangganya yang membawakan makanan ke dalam kamar Zoya.

__ADS_1


"Non, saya bawakan makanan ke sini dari tadi pagi non kan belum sarapan," kata asisten rumah tangganya.


"Taruh saja di meja Bi."


Setelah itu Zoya melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tapi ia menyadari kalau pakaiannya sudah berganti. "Apa Bibi yang menggantikan pakaianku semalam?" Tanya Zoya pada asisten rumah tangganya yang sedang membereskan kamar.


"Tidak non semalam saya tidur lebih dulu sebelum non pulang," ungkapnya.


'Mungkin non Alisha," imbuhnya.


"Mati aku apa semalam bang Leon memergoki aku pulang dalam keadaan mabuk," batin Zoya yang gusar.


Zoya pun segera berlari ke kamar mandi lalu ia akan mengecek CCTV semalam. Ia ingin tahu siapa yang mengantarkannya semalam.


"Raymond." Zoya menutup mulutnya dengan kedua telapak tangnnya saking terkejutnya.


Gadis itu kemudian berlari lalu menghentikan seorang driver ojek online. "Pakai aplikasi dulu mbak," protes driver tersebut saat Zoya langsung naik ke atas motornya.


"Tenang saja saya bayar double," katanya sambil merebut helm yang driver tersebut pegang.


Zoya berhenti di rumah kontrakan Raymond. Ia mengetuk pintu rumah yang ukurannya tidak terlalu besar itu tapi cukup untuk ditinggali seorang diri.

__ADS_1


Raymond membuka pintu setelah mendengar tamu yang datang. Ia terkejut saat melihat Zoya sudah ada di depan pintu rumahnya.


__ADS_2