Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
Season 2 Mulai Luluh


__ADS_3

"Jadi apa yang sebenarnya terjadi pada mama?" tanya Leon pada adiknya.


"Entahlah aku gak tahu kak, saat itu aku baru pulang dan menemukan mama tergeletak begitu saja,tapi..." Alisha menggantung kata-katanya.


Leon mengerutkan keningnya. "Tapi apa?" tanya Leon penasaran.


"Tapi aku lihat kak Safira meninggalkan rumah tepat di saat mama jatuh,aku juga melihatnya pergi bersama seorang pria," terang Alisha.


Leon mengepalkan tangannya menahan marah. Ia sangat geram mendengar Safira tidak memperdulikan ibunya.


Sementara itu Nuna yang iseng melihat status di pesan aplikasi chatnya tak senhgaja membaca status terbaru Alisha.


"Apa? Ibunya sakit?" gumam Nuna.


Kemudian Nuna menelpon Alisha tapi teleponnya sedang sibuk.Kemudian ia hendak menelpon Leon tapi ia ragu.


Pucuk dicinta ulam pun tiba ternyata Leon menghubungi nomor Nuna. Nuna segera mengangkat teelpon dari Leon.


"Hallo,"

__ADS_1


"Hallo Leon,bagaimana kabar ibu kamu?" Nuna langsung menanyakan kabar Ariana pada Leon.


Leon menauhkan teleponnya dari telinganya sejenak. "Bagaimana kamu tahu kalau mama sedang sakit?" tanya Leon.


"Aku tahu dari status Alisha,"jawab Nuna.


"Mama sudah ditangani oleh dokter, dia mengalmi gejala struk ringan," balas Leon.


"Syukurlah, bolehkah aku menjenguknya besok?" tanya NUna pada Leon.


Leon mengulum senyum. "Tentu saja," jawab Leon dengan penuh semangat.


"Terima kasih sudah mau menjenguk mama," kata Leon.


"Apa kamu tidak bekerja hari ini?" tanya Nuna. Pasalnya saat ini menunjukkan pukul sembilan pagi.


"Aku sengaja tidak masuk karena aku bergantian menjaga mama, nanti siang aku gantian dengan Alisha,"


"Bagimana kalau aku bantu menjaga mamamu, lagian kamu gak bisa meninggalkan pekerjaan apalagi kalau ada meeting penting dnegan klien kmau, bnear bukan?" Nuna menawarkan diri.

__ADS_1


Ariana yang tidak bisa apa-apa rasanya ingin menolak tawaran Nuna tapi sayang mulutnya itu tidak bisa berbicara akibat struk yang ia derita.


Lalu Nuna pun datang setiap pagi menjaga Ariana.Ia akan datang jam tujuh pagi lalu pulang di saat Alisha selesai sekolah.


Hari pertama Nuna menjaga Ariana penuh dengan drama. Ariana tidak mau makan smaa sekali. "Saya mohon makanlah walau sedikit," Nuna berusha membujuk wanita yang keras kepala itu dengan lembut.


Saat ia akan menyuapkan makanan ke mulut Ariana, sendok yang dipegang oleh Nuna ditepis hingga jatuh.Nuna hanya bisa menghela nafasnya.


Setiap kali yang dilakukan oleh Ariana saat Nuna meyuapinya adalah menolaknya. Meski begitu Nuna tidak menyerah. Ia yakin batu pun akan terkikis lama-lama oleh tetesan air yang terus-menerus.


"Sabar Nuna," Nuna menyemangati dirinya sendiri.


"Apa anda tidak mau makan-makanan ini? anda ingin makan apa biar saya belikan?" tanya Nuna dengan lembut hingga membuat Ariana sedikit kagum padanya.


Kenapa orang lain yang pernah ia remehkan dan ia sakiti justru sangat baik padanya dari pada menantunya yang sama sekali tidak pernah menjenguknya di saat ia terbaring di rumah sakit.


Ariana menggeleng. Air matanya menggenang di ujung mata."Maaf," ucapnya dengan lirih karena kondisi mulutnya yang sedikit miring membuat wanita itu tak dapat berbicara dengan jelas.


Nuna mendekati Ariana. Ia mengusap lembut air mata yang telah menetes di pipi wanita tua itu."Tidak apa saya sudah melupakannya," ucap Nuna dengan tegar.

__ADS_1


Kemudian Nuna pun mulai menyuapi Ariana lagi.Kali ini dia tidak menolaknya.Alisha yang melihat ibunya itu mulai akrab dengan calon kakak iparnya itu jadi merasa lega.Kemudian ia mengambil ponselnya dan memotret kedekatan Nuna dan Ariana lalu mengirimkan pada Leon.


__ADS_2