Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
MA Season 3


__ADS_3

Hari ini Alisha berbelanja kebutuhan dapur menemani asisten rumah tangganya ke pasar tradisional. Sebenarnya ia sangat malas karena hari libur seperti ini biasanya dihabiskan untuk rebahan di rumah.


"Ihk males banget ke sini, becek gini Bi," keluh Alisha.


"Namanya juga pasar tradisional non, ayo non kita ke bagian bumbu dapur," ajak asisten rumah tangganya.


Saat Alisha mengedarkan pandangannya tak sengaja ia melihat seseorang yang ia kenal. Alisha menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya karena terkejut. "Gak mungkin."


Alisha memilih mengikuti asisten rumah tangganya dan berlalu meninggalkan Nando. Ia tak mau papanya itu mengetahui keberadaannya di pasar tradisional. "Kenapa dia bisa jadi kuli panggul?" Alisha bermonolog dalam hatinya.


"Ada apa non? Kok melamu," tanya Bibi.


"Tidak ada apa-apa Bi, kalau sudah selesai kita pulang sekarang ya bau di sin." Bibi hanya menggeleng melihat sikap manja majikannya itu.


Setelah itu mereka pulang menaiki taksi online. Alisha membantu membawakan belanjaanya. Lalu ia melihat Zoya berpakaian rapi. "Kakak mau kemana?" tanya Alisha pada Zoya.


"Aku akan pergi sebentar, ada acara di kampus, tolong izinkan pada kak Leon, hari ini pagi-pagi sekali dia menjemput kak Nuna jadi aku belum sempat izin." Zoya menepuk bahu Alisha lalu pergi.


Ia memakai setelah casual dan sepatu cats warna putih yang senada dengan bajunya. Zoya memilih menaiki ojek online untuk sampai ke kampusnya.


Pada waktu ia berhenti di lampu merah, Zoya melihat Raymond dari kejauhan sedang mengendarai mobil ambulansnya. "Bahkan kamu bekerja di hari libur," gumam Zoya.


"Iya non jadi tukang ojek emang jam kerjanya gak menentu," sahut tukang ojek yang membonceng Zoya. Zoya hanya menggeleng mendengar ocehan driver itu. Rupanya ia salah paham.

__ADS_1


Sesampainya di depan gerbang kampus Zoya melepaskan helm dan memberikan uang pada driver ojol tersebut. Lalu saat gadis itu akan melangkah tiba-tiba ia dikejutkan oleh suara klakson mobil yang melewatinya.


"Hih, ngagetin aja," ucapnya seraya memegang bagian dadanya.


"Zoya," panggil salah satu teman kampus Zoya. Ia pun menoleh. "Hai." Zoya balas melambaikan tangan.


"Yuk kita ke sana, eh elo ntar malam ikut gak? Kita mau clubbing," ajak teman Zoya.


"Gak ah aku gak suka clubbing," tolak Zoya.


"Sekali ini doang," bujuknya.


"Gak janji deh."


"Zoy, elo mau minum apa?" tanya teman perempuannya di tengah suara bising musik yang sangat keras.


"Gak gue mau pulang aja." Zoya hendak berdiri tapi seseorang menarik tangannya.


"Duduklah sebentar nanti kuantarkan pulang," pinta teman laki-laki Zoya yang masih satu jurusan. Zoya pun tak enak hati jadi ia terpaksa tinggal.


"Zoy, coba ini deh." Seseorang memberinya minuman keras tapi Zoya menepisnya. "Aku tidak minum," tolaknya.


"Ayolah, sedikit saja," paksa laki-laki itu. Zoya pun dicekoki minuman olehnya.

__ADS_1


Raymond yang saat itu bertugas mengantarkan pesanan minuman ke meja Zoya menjadi geram melihat kekasihnya dicekoki minuman. Namun ia menahan amarahnya. Ia pergi ke belakang setelah mengantarkan minuman lalu ia memgawasi dari kejauhan.


"Breg*sek," umpat Raymond. Rahangnya mengeras menahan marah. Saat teman laki-laki Zoya mulai kurang ajar terhadapnya, Raymond tidak bisa tinggal diam. Ia melangkah cepat lalu mencengkeram kerah laki-laki breng*sek tersebut.


"Ba*ji*ngan, elo manfaatin gadis yang sedang mabuk ini hm?" geram Raymond. Sebuah pukulan berhasil mendarat di wajah laki-laki sialan itu.


"Apa urusan lo? Dia kekasih gue," akunya.


"Dia calon istri gue, mau apa lo?" bohong Raymond lalu menonjok muka laki-laki itu.


Setelah itu Raymond membawa Zoya keluar dari club tersebut. Raymond menghentikan taksi kemudian mengantarkan Zoya sampai ke rumah.


Sesampainya di rumah Zoya, Raymond menelepon Alisha meminta gadis itu keluar untuk mneolong kakaknya yang sedang mabuk.


Tapi Raymond tidak menunggu sampai Alisha keluar karena kalau sampai ketahuan Leon pastinya mereka akan ribut. Oleh karena itu ia memilih meninggalakan Zoya di depan pintu rumahnya.


Alisha membawa Zoya masuk ke dalam rumah. "Zoya, apa yang terjadi dengannya?" Tanya Leon khawatir saat mendapati adiknya itu pulang dalam keadaan mabuk.


"Entahlah kak, dia sudah ada di depan pintu saat aku keluar rumah," bohong Alisha yang tak mau menyebut nama Raymond di depan kakaknya.


"Bawa dia masuk dan gantikan pakaiannya yang bau alkohol," perintah Leon pada Alisha.


Lalu Leon mengecek CCTV rumahnya. Ia ingin memeriksa siapa yang telah mengantarkan adiknya itu dalam keadaan mabuk. "Ba*jina*an," umpat Leon saat meliha laki-laki yang ia kenal di layar laptopnya.

__ADS_1


__ADS_2