Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
MA Season 3 #120


__ADS_3

Hari ini Nuna berkunjung ke rumah Leon. Nuna tidak tahu kalau ada Nando. Mereka sama sekali tidak pernah bertemu. "Anda siapa?" tanya Nuna.


"Saya orang tua Zoya, apakah kamu temannya?" Tanya Nando pada Nuna.


Nuna terkejut karena Leon belum bercerita kalau papanya sekarang tinggal bersama mereka. "Nama saya Nuna, saya tunangan Leon," kata Nuna memperkenalkan diri.


"Benarkah, saya beruntung bisa bertemu 8denganmu," kata Nando seraya mengembangkan senyum di wajahnya.


Setelah itu Nuna dan Nando saling mengobrol di ruang tamu. Leon baru saja pulang dari kerja. Ia tidak tahu kalau kekasihnya itu akan datang.


"Sayang kamu ada di sini?" Tanya Leon yang terkejut dangan kedatangan Nuna.


"Iya aku lagi ngobrol sama papa kamu," kata Nuna. "Terima kasih Sudah menemani saya mengobrol," ucap Nuna dengan tulus. Nando mengangguk.


"Ayo sayang aku antar kamu pulang," ajak Leon.


Nuna berpamitan pada Nando.


...***...


Hari yang ditunggu tiba. Hari pernikahan Leon dan Nuna berlangsung meriah di rumahnya. Leon menyulap halaman belakang rumahnya yang luas menjadi temoat berlangsungnya akad nikah dan resepsi yang bertema wedding garden.


Nuna tampak anggun mengenakan gaun panjang berwarna putih dengan belahan dada yang agak turun.


Meski ini merupakan pernikahan kedua bagi Leon, ia ingin merayakannya dengan mewah karena ia menikahi wanita yang ia cintai.

__ADS_1


Sudah banyak jalan berliku yang mereka tempuh. Kini mereka akhirnya bisa bersatu dalam ikatan pernikahan. Setelah acara akad selesai Leon melanjutkan dengan acara resepsi. Dia mempersilakan tamu-tamunya untuk menikmati hidangan.


Leon sengaja mengundang banyak tamu penting dari kalangan bisnisnya. Tapi ada hal yang tidak dipertimbangkan oleh Leon yaitu keberadaan ayahnya.


"Bukankah itu Nando Surya yang perusahaannya bangkrut karena dikhianati oleh wanita simpanannya?"


"Iya kau benar, ku dengar setelah dia bangkrut dia jatuh miskin lalu istrinya menceraikan dirinya."


Terdengar suara kasak-kusuk yang membicarakan Nando. Nando memilih keluar dari pesta tersebut ia tidak mau mempermalukan Leon di acara pesta pernikahannya. Leon dan adik-adiknya juga samar-samar mendengar mereka menyebut nama orang tuanya.


Leon ingin sekali marah karena mereka merusak suasana pesta yang seharusnya bahagia menjadi tidak menyenangkan setelah mendengar apa yang mereka bicarakan terhadap ayahnya. Bagaimanapun Nando masih keluarganya, ia merasa harga diri keluarganya diinjak-injak.


"Raya, batalkan semua kerjasama dengan orang-orang yang menggunjing orang tuaku," perintah Leon pada sekretarisnya. Raya mengangguk patuh. Wanita itu mulai mencatat siapa saja yang membicarakan Nando.


"Sambil kerja." Raya menunjukkan buku catatannya.


"Ihk maniak kerja banget sih lo," cibir Citra pada sahabatnya itu.


"Demi cuan bosque," Raya menirukan jargon yang biasa ditirukan oleh banyak netizen.


"Ah lo kaya kekuarangan duit aja." Citra meninggalkan Raya, ia memilih untuk mengambil camilan yang disediakan.


"Eh gue kok gak lihat Raymond," gumam Citra. Pasalnya ia datang bersama sepupunya itu.


Zoya membawa Raymond masuk ke dalam kamar. Ia ingin melepas rindu hanya berdua saja. Leon mengundang seluruh karyawannya termasuk Raymond agar mereka tahu nyonya baru di perusahaannya.

__ADS_1


"Zoya kamu cantik sekali memakai gaun itu," puji Raymond.


Zoya tersipu malu. "Terima kasih."


Lalu Raymond mengusap pipi Zoya dengan lembut. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Zoya. Raymond mencium bibir Zoya dengan lembut. Gadis itu pun membalasnya.


Dari kejauhan Alisha tidak sengaja memergoki mereka yang sedang berduaan di kamar Zoya. Alisha segera berjalan mendekat. Ia menggebrak pintu kamar itu dengan kasar. Dada Alisha bergemuruh melihat kelakuan dua insan yang sedang di mabuk cinta itu.


"Dasar kalian tidak tahu diri," kesal Alisha.


Zoya hendak menyusul adiknya tapi Raymond mencegahnya. "Biarkan dia untuk saat ini, aku yakin dia butuh waktu untuk menerima semua ini," kata Raymond.


Alisha kemudian turun dan meninggalkan keduanya. Alisha kembali ke tengah kerumunan. Ia mengambil minuman dingin lalu meminumnya sampai tandas.


"Sialan kalian, awas saja aku tidak akan membiarkan kalian berdua hidup bersama." Tiba-tiba saja Alisha memiliki niat jahat pada kakaknya.


Ia memerintahkan salah seorang pelayan untuk mengawasi keduanya. Saat itu Zoya dan Raymond saling melepas rindu. Ia melanjutkan ciuman panasnya. Mereka bahkan sampai membuka pakaian karena telah mulai terbuai satu sama lain.


"Raymond..." panggil Zoya dengan suara yang terdengar mendayu.


"Aku milikmu sayang," Mereka pun menyatu. Keduanya telah mencapai puncak kenikmatan.


Tidak ada yang mengetahui perbuatan mereka sampai seseorang merekam keduanya dari lubang ventilasi udara yang berada di atas pintu.


Orang tersebut menyerahkan rekaman pada Alisha. Alisha tersenyum penuh arti. Lalu gadis itu memberikan sejumlah uang padanya. "Ingat jangan sampai ada yang tahu," kata Alisha pada pelayan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2