Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
Season 2 Tes DNA


__ADS_3

Pagi ini Leon tiba-tiba berubah manis pada Safira."Apa kau masih mengalami mula muntah di pagi hari?" tanya Leon penuh perhatian tapi sayangnya itu hanya palsu.


"Kamu memang berubah semenjak aku hamil Leon," batin Safira tersenyum dalam hatinya.


"Masih sedikit,"jawab Safira.


"Mau kuantarkan periksa hari ini?" Mata Safira berbinar-binar mendengar Leon akan mengantarnya periksa ke rumah sakit hari ini.


"Dengan senang hati," jawabnya."Ya sudah aku siap-siap dulu ya."


Leon pun menepati janjinya untuk mengantar Safira periksa ke dokter.


"Selamat datang pak,bu," Soraya menyambut keduanya.


"Mari langsung saja naik ke atas ranjang biar saya periksa," perintah Soraya pada Safira.


Tak mau melihat Safira yang sedang di usg Leon berpura-pura mengangkat telepon penting dari klien."Maaf saya harus mengangkat telepon."


Safira sedikit kecewa.Soraya dapat menangkap raut kekecewaan itu dari mimik mukanya."Bisa kita lanjutkan USGnya?"

__ADS_1


"Baiklah," jawab Safira pasrah.


"Kondisi kandungan anda sehat tapi berat janin masih kurang sedikit ya bu, di usianya yang memasuki minggu ke dua belas ini saya harap ibu lebih memperhatikan makanan dan jangan stress."


"Gimana saya tidak stress dok, suami saya sangat acuh terhadap saya," gerutu Safira dalam hati.


"Oh ya bu kami perlu melakukan beberapa pemeriksaan jadi saya mau ambil darahnya sedikit," Soraya meminta izin pada Safira.


Safira mengangguk lalu perawat mengambil sample darahnya. Ia sedikit meringis saat jarum suntik menembus lipatan lengannya.


"Terima kasih,hasilnya akan keluar setelah pemeriksaan berikutnya ya bu," kaya Soraya.


"Saya sudah jelaskan apa yang perlu dilakukan dalam menjaga kandungannya ya pak,saya akan tulis resep vitamin untuk ibu."


"Terima kasih banyak dok." Keduanya pamit selesai pemeriksaan.


Safira tampak cemberut saat keluar dari ruangan dokter tersebut.Akan tetapi Leon tidak peduli.Selesai mengantarkan Safira periksa, ia akan kembali ke kantor.


"Leon kamu bener-bener keterlaluan, apa kamu tidak mau melihat anak yang aku kandung ini hm?" sungut Safira.Namun, Leon tidak menjawab.Ia menyalakan mesin mobil lalu melaju perlahan.Di tengah jalan ia menurunkan Safira.

__ADS_1


"Naiklah taxi aku harus menemui klien penting sekarang!"


"Tega sekali kamu Leon," keluh Safira.Namun, sayangnya Leon melajukan mobilnya begitu saja.


Safira menghentakkan kakinya karena kesal."Awas kamu Leon aku akan ingat perbuatanmu ini dan akan membalasmu nanti," umpatnya sambil mengelus perutnya yang mulai membuncit.


Sesampainya di parkiran kantor,Leon menelepon Soraya agar dirinya segera memberikan hasil tes yang ia lakukan tadi.


"Tenang Leon aku sudah melakukan prosedur untuk tes DNA, hasilnya keluar setelah dua minggu."


"Shiiit,lama sekali,bisa tidak hasilnya keluar besok,aku akan bayar berapa pun biaya yang harus dikeluarkan," desak Leon.


"Bisa,dalam mimpimu,"ledek Soraya kemudian menutup sambungan teleponnya.


Leon memukul setir mobilnya karena kesal.Lalu ia keluar dari mobil dan memasuki kantornya.


Tapi saat ia baru memasuki lobi kantor,ia dikejutkan dengan kedatangan Nuna."Mati naik ke ruanganku saja," ajak Leon.Kemudian Nuna mengikuti Leon dari belakang.Mereka memasuki lift.


"Ada apa sayang? Apa kau merindukanku?" tanya Leon seraya menyelipkan rambut Nuna yang berantakan ke belakang telinganya.

__ADS_1


"Ada hal penting yang ingin kusampaikan padamu Leon,aku yakin kamu pasti akan suka dengan apa yang aku peroleh."


__ADS_2