Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
Season 2 Guru Privat


__ADS_3

Di hari lain Nuna yang beberapa hari lalu berjanji menjadi guru privat untuk Alisha akhirnya memenuhi janjinya. Dengan perasaan deg-degan dan campur aduk ia menekan bel pintu rumah Leon.


Seseorang membuka pintu dan...


"Leon,"


"Nuna,"


Kata mereka bergantian.


Keduanya sama-sama kaget. Leon kaget dengan kedatangan Nuna yang tiba-tiba ada di depan pintu rumahnya. Nuna kaget karena Leon yang membukan pintu. Jantungnya berdegub kencang seakan tak siap menatap wajah Leon.


"Eh kak Nuna," suara Alisha memecah kecanggungan di antara Leon dan Nuna.


"Masuk kak," Alisha menarik tangan Nuna. Nuna mengikuti Alisha dengan langkah terseret-seret.


"Alisha mau ngapain dia di sini?" tanya Safira ketus.


"Bukan urusan kakak," Alisha melewati Safira begitu saja tanpa memperdulikannya.


"Ayo kak kita naik ke atas," ajak Alisha.Ke dalam kamar Alisha.

__ADS_1


"Kita belajarnya di sini aja lebih nyaman,"


"Kamar kamu luas ya," Nuna tampak kagum melihat kamar gadis yang duduk di kelas XII itu.


"Kamar kak Leon lebih luas,kalau mau kakak boleh tidur di sana," goda Alisha pada Nuna.


"Ih apaan sih, ngaco deh," Nuna tampak malu mendengar ucapan Alisha. Mereka pun terkekeh.


Setelah selesai mengajari Alisha, Nuna pamit pulang. Saat ia keluar rumah Leon sudah menunggunya di luar rumah. Duduk di atas mobil dengan memainkan kunci yang ia pegang seraya tersenyum ke arah Nuna membuat hati Nuna melting.


"Andai saja dia bukan suami orang," batin Nuna.


"Gak usah aku bisa naik taxi ko," tolqk Nuna secara halus.


"Udah kak ikut kak Leon aja," desak Alisha. Nuna pun akhirnya mau diantar pulang. Namun saat ia akan masuk ke mobil seseorang menjambak rambutnya dari belakang.


"Enak aja lo mau dianterin pulang sama suami gue," sungut Safira tangannya masih memegang rambut Nuna.


"Safira lepaskan tangan kamu," bentak Leon pada mantan istrinya itu.


Tidak juga mengindahkan kata-katanya,Leon turun tangan untuk melerai mereka. "Ingat ya kamu sudah aku talak," geram Leon pada istrinya itu.

__ADS_1


Nuna mengerutkan keningnya saat mendengar kata-kata yang keluar dari mulut laki-laki di hadapannya itu. Hatinya bercampur aduk antara kaget dan senang.


"Ayo Nun masuk," Leon membukakan pintu mobil untuk Nuna dan memaksanya masuk.


Leon memutari mobil menuju ke kursi kendali, melewati Safira begitu saja. Safira menggedor-gedor kaca mobil meneriaki nama mantan suaminya tapi Leon tak menghiraukannya.


Laki-laki itu melajukan mobil dengan kencang. Nuna merasa canggung duduk di samping Leon. Ia tak tahu harus ngobrol apa.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Leon sesekali menoleh ke arah Nuna lalu kembali fokus ke jalan aspal.


"Gak papa," jawab Nuna singkat.


"Leon apa benar yang aku dengar tadi?" tanya Nuna ragu. Meski pertanyaannya terkesan ambigu tapi Leon dapat menangkap maksudnya.


Leon mengehembuskan nafasnya kasar."Iya itu benar, aku telah mengucapkan kata talak pada Safira, surat gugatan cerai sedang diurus oleh pengacaraku," terang Leon.


"Apa kamu yakin akan menceraikannya? apakah tidak ada kesempatan buat memperbaiki hubungan rumah tangga kalian?" tanya Nuna. Bukannya dia sok peduli dia hanya menyayangkan keputusan Leon. Karena Nuna yakin dia juga ikut andil dalam masalah Leon dan Safira.


"Aku yakin, dia sudah berselingkuh di depan mataku, untuk apa mempertahankan wanita seperti itu,"


"Kamu yakin hanya dia yang salah? mungkin saja dia berselingkuh karena kurang perhatian dari kamu," kata-kata Nuna seolah mencubit hati Leon. Tentu saja ia mengakui kesalahannya yang tidak pernah peduli dengan Safira tapi hanya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2