
Leon mendengar suara mobil berhenti di depan rumahnya. Dia mengintip dari jendela kamarnya yang ada di lantai atas. "Hm sudah berani terang-terangan main api," Leon tersenyum sinis.
Safira baru masuk ke dalam rumahnya tapi ia sudah mendapat todongan tuduhan dari Alisha. "Cie cie yang diantar sama pacar barunya, kok gak dikenalin sama orang rumah sekalian kak," sindir Alisha dengan sengaja.
"Itu temen kakak dek, satu kerjaan sama kakak," ucap Safira beralasan.
"Jadi kamu bekerja tanpa seizinku?" tanya Leon mengintrogasi.
"Aku aku tidak bermaksud lancang Leon aku hanya ingin mencari kesibukan," Safira membela diri.
"Apa uang yang aku kasih untukmu kurang hm, sehingga kau harus bekerja?" sentak Leon membuat Safira terlonjak kaget.
"Tidak, aku hanya kesepian di rumah ini, kamu tidak pernah memperhatikan aku lalu kenapa kamu tiba-tiba mengintrogasi ku seperti ini?" pertanya Safira membuat Leon terpojok.
"Aku tahu kamu peduli sama aku," batin Safira yang tersenyum dalam hatinya. Bahagia mendapatkan perhatian kecil dari Leon.
"**** dia memutar balikkan keadaan," umpat Leon dalam hati.
Safira menaiki tangga setengah berlari. Ia pun sengaja menabrak bahu Leon saat berpapasan dengan suaminya.
"Udah biarin aja kak, cewek kaya kak Safira gak patut dikasih perhatian, ingat kak karena dialah kakak berpisah sama kak Nuna," Alisha memprofokasi.
Leon mengambil kunci mobil. "Mau kemana kak?" tanya Alisha. "Keluar bentar," jawab Leon setengah berteriak.
...***...
__ADS_1
Di tempat lain Raya dan Citra sengaja ke tempat Nuna setelah mereka diberi tahu dimana sahabatnya itu tinggal.
"Gue kangen banget sama elo," Raya memeluk Nuna erat melepaskan kerinduan.
"Gue juga Nun," kata Citra menimpali.
"Kalian naik apa ke sini?" tanya Nuna.
"Gue dianter sama tuh..." Citra menunjuk Raymond dengan dagunya.
"Hallo kak Nuna apa kabar?" tanya Raymond sambil tersenyum.
"Baik, kamu kok ke sini juga," tanya Nuna.
"Aku kangen sama kak Nuna," sontak Raymond langsung mendapat toyoran dari sepupunya.
"Gue ngomong apa adanya kak," rengek Raymond tapi malah ditertawakan oleh ketiga wanita yang ada di hadapannya.
"Ya udah masuk dulu yuk," ajak Nuna.
"Gue ambilin minum dulu ya kalian ngobrol dulu bentar," Nuna pamit ke dapur.
"Biar gue bantuin deh," Raymond hendak berdiri tapi tangannya ditarik oleh Citra dan Safira sehingga Raymond kembali terduduk.
"Kalian kenapa sih sirik banget lihat orang seneng, suka deh nyiksa gue," bahu Raymond meluruh.
__ADS_1
"Apaan sih lo kita ke sini bukan pengen lihat lo pacaran sama Nuna, kita gak rela kalau Nuna sama lo cowok bau kencur," ledek Citra
"Dasar badan gembul," balas Raymond.
"Eh gini-gini suami orang pernah ngaku duda," Citra tak mau kalah.
"Terus dia nembak elo?" timpal Raya.
"Enggaklah, dia ngaku doang,"
"Yaaaa,"
"Rame banget kalian lagi ngomongin apa sih?" tanya Nuna yang baru keluar dari dapur dengan membawa nampan di tangannya.
"Kita lagi negeledin nih kucrut," sahut Raya.
"Kasian banget Raymond jadi bulan-bulanan kalian," kata Nuna membela Raymond.
"Ah kak Nuna emang paling baik di antara wanita-wanita di dunia ini," puji Raymond.
"Mulai deh, aku udah gak mempan sama rayuan cowok," elak Nuna.
Tanpa ia sadari seseorang mendengar kalimat yang Nuna lontarkan. "Baiklah aku akan mendekatimu dengan cara yang berbeda Nun," gumam seseorang yang ada di balik jendela.
Niat awalnya ingin masuk ke dalam rumah Nuna tapi setelah mendengar suara riuh dari dalam ia oun mengurungkan niatnya untuk masuk dan memilih mendengar percakapan mereka dari luar.
__ADS_1
...💓💓💓...
Kira-kira siapa ya yang lagi nguping. Tinggalin jejak ya dears, jangan pelit pluit vote gift dan komen biar naik platinum 😂