
Setelah mendapat pesan gambar yang dikirim adiknya Leon merasa cemburu. "Aku yakin Nuna bukan cewek seperti ini" batin Leon dalam hati.
Leon merasa hubungan mereka perlu dibawa serius jadi tidak ada lagi yang mengganggu Nuna. Leon memberanikan diri meminta izin kepada orang tuanya agar bisa menikahi Nuna.
...***...
"Bawa wanita ini ke sini," Leon memberikan foto kepada salah seorang anak buahnya.
"Jangan sakiti dia, kalian hanya perlu membawanya kemari, paham" teriak Leon.
"Paham tuan muda," Dua orang suruhan Leon pun berangkat menuju rumah Nuna.
Leon yang baru pulang dari Swiss telah merencanakan kejutan untuk Nuna. "Kali ini kamu gak akan aku lepasin sayang," Leon menyeringai.
"Orang suruhan abang mau kemana?" Alisha kepo.
"Kamu gak perlu tahu," Leon memutar kursi kerjanya.
"Oke," Alisha hanya mengangguk.
Ting tong
Bel rumah Nuna berbunyi. Saat pintu dibuka tampak laki-laki memakai setelan jas hitam dengan kaca mata hitam menyeret Nuna masuk ke mobil.
"Lepasin, kalian siapa?" Nuna berusaha memberontak tapi tidak sanggup melawan karena matanya tertutup dan tangannya terikat.
__ADS_1
"Ayo turun," kata salah seorang yang membawa Nuna tadi. Mereka menyeret Nuna turun dari mobil. Nuna di bawa ke halaman belakang sebuah rumah yang belum pernah di singgahinya.
Penutup mata dan ikatan tangannya dibuka. Nuna mengedarkan pandangannya terlihat seorang laki-laki yang berenang sendirian. Tak begitu jelas. Laki-laki dengan perawakan tinggi kulit putih itu memakai boxer dan kacamata renang.
Nuna mematung mendapati lelaki yang berjalan ke arahnya itu Leon.
"Leon" gumam Nuna.
Leon terbahak-bahak melihat wajah Nuna yang masih memakai sheet mask. "Kamu mau nakutin aku sayang?" Leon berbisik di samping telinga Nuna.
Nuna masih memakai masker di wajahnya saat ditangkap tadi. Dia hanya memakai setelan kaos oblong putih yang oversize dan celana jins pendek selutut, gaya anak rumahan.
Nuna segera melepas sheet mask yang masih tertempel di wajahnya. Nuna memberikan pukulan beberapa kali di dada bidang Leon. "Ngapain pake acara nyulik aku segala sih Leon?" bibir Nuna mengerucut.
"Sengaja, habis kamu nakal sih selama aku pergi." Leon mencolek hidung mancung Nuna.
"Kamu main sama siapa kemaren? Kamu lupa ya mata-mataku di mana-mana,"
"Ck aku sama temen-temen aku suer," jarinya membentuk huruf V.
Leon memakai handuk kimono lalu mengambil hpnya "Aku ada buktinya," Leon menunjukkan fotonya bersama Raymond sepupu Citra.
Nuna pun merasa haus. Dia mengambil gelas yang berisi jus jeruk di atas meja dan meminumnya.
Glek glek
__ADS_1
"Itu bekas aku sayang," Leon tertawa kecil.
"Ups maaf," Nuna menutup mulutnya dengan tangan.
"Gak papa biar satu rasa,"
Leon kembali melepas handuknya, dengan sengaja merangkul Nuna kemudian menceburkan diri.
"Leon..." Nuna memukul-mukul badan Leon. Leon segera mendarat kan ciuman ke bibir Nuna.
Cup
Untung saja orang suruhan Leon sudah disuruh pergi. Jadi di situ hanya ada mereka berdua.
"Nuna aku sayang banget sama kamu, aku gak mau orang lain memiliki kamu selain aku, Will you marry me," Leon melamar Nuna saat mereka berdua masih berada di kolam renang.
Deg
Jantung Nuna berasa dag dig dug." Apa ini mimpi?" batin Nuna yang sejak tadi hanya terdiam.
"Sayang kamu gak mimpi," Leon seolah mendengar isi hati Nuna,"
Nuna pun menjawab dengan anggukan tanda setuju. Pipinya merona todak bisa menahan malu dan haru.
❤️❤️❤️
__ADS_1
Terima kasih ya redears sudah membaca tulisan receh saya ini sampai akhir. Kalo ada kesalahan dalam tulisan dan penyampaian bahasa saya minta kritik dan sarannya. Bisa di sampaikan di kolom komentar ya.
Dukung saya dengan like dan share kalo ceritanya menarik menurut readears...