Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
Episode 34 Barbeque


__ADS_3

"Habis ini kita kemana sayang?" tanya Leon kepaada Nuna setelah memasuki mobil.


"Anter aku pulang aja," Nuna kagum melihat wajah tampan kekasihnya itu.


"Ko pulang si kak," sahut Alisha.


"Emangnya mau kemana cil," celetuk Leon.


"Cil cil emang aku bocil bang, udah gede tau," Alisha mengerucutkan bibirnya.


Nuna hanya tersenyum melihat tingakah kakak adik itu.


"Gimana kalo kita barbequean?" usul Leon.


"Wah pas banget tu bang," Alisha setuju dengan usul Leon.


"Boleh tapi bakar jagung sama sosis aja ya," kata Nuna.


"Iya kak Nuna calon kakak iparku yang cantik," puji Alisha kepada Nuna.


"Apaan sih dek," pipi Nuna memerah karena malu.


"Ya udah kita ke minimarket dulu yuk," ajak Leon. Leon pun menyalakan mesin mobil.


...***...


"Sayang gak salah ini belanjanya banyak banget," Nuna kaget dengan keranjang belanja yang berisi banyak bahan makanan.


"Gak sayang," jawab Leon singkat.


"Tenang aja kak Nuna, duit abang gak bakalan habis tujuh turunan," sahut Alisha.

__ADS_1


"Emm lebay," Leon membalas ucapan adiknya.


"Aku bantu bawanya ya," tangan Nuna hendak meraih keranjang yang dibawa Leon, tapi Leon menepis tangan Nuna dengan lembut.


"Gak perlu sayang biar aku aja yang bawa ini berat lho," Leon berkata dengan lembut.


Setelah itu Leon menuju ke kasir. "Berapa semuanya?" tanya Leon.


"Semuanya lima ratus tiga puluh ribu kak," kata kasir tersebut.


Leon menyodorkan kartu atmnya. Sementara Alisha dan Nuna menunggu di luar. Tidak disangka Nuna bertemu dengan Raya di depan minimarket.


"Na lo lagi ngapain di sini?" tanya Raya kepaada Alisha.


"Gue nemenin Leon belanja," kata Nuna.


"Lo sama Leon? trus orangnya mana?" tanya Raya lagi karena dia tidak menemukan Leon.


"Hai gue Raya temennya Nuna," Raya mengulurkan tangan.


Alisha menyambutnya dengan senyuman, "Alisha."


"Sayang kita pulang sekarang, eh ada Raya," Leon melihat Raya berdiri di samping Nuna."


"Hai, gue masuk dulu ya beli minum, aus nih, bye" Raya melambaikan tangan.


Leon, Alisha dan Nuna pun menuju ke mobil. Leon dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Nuna. Nuna memberikan senyum manis kepada Leon. "Makasih sayang,"


"Kembali kasih," jawab Leon.


"Bang bukain pintu dong," kata Alisha.

__ADS_1


"Ck, udah gede buka sendiri," Leon mencebik.


Setelah ketiganya masuk Leon segera menyalakan mesin mobil kemudian mereka pulang ke kediaman Leon.


Satu jam perjalanan dari minimarket akhirnya mereka sampai di depan rumah Leon. "Pak Surya tolong bukakan gerbang" titah Leon kepada satpam rumahnya.


"Baik tuan muda," kata satpam itu dengan menunduk.


"Ayo turun sayang," Leon membukakan pintu untuk Nuna sambil mengulurkan tangannya. Nuna merasa Leon terlalu berlebihan. Nuna merasa malu dengan perlakuan Leon. Pipinya menjadi merona.


Malam itu Leon menyuruh asisten rumah tangganya untuk menyiapkan perlengkapan barbeque di halaman belakang rumah Leon. Leon mencari-cari kekasihnya tapi Leon tidak menemukan Nuna.


"Dek lihat kak Nuna gak?" tanya Leon dengan gelisah.


"Tuuu..." Alisha menggoyangkan dagunya.


Nuna mengibaskan rambut hitamnya yang panjang. Leon yang melihat itu langsung terpana dengan kecantikan Nuna kekasihnya.


"Sayangku dari mana aku khawatir," Leon memegang salah satu tangan Nuna.


Entah kenapa jantung Nuna dag dig dug. Nuna memandang wajah Leon dengan melempar senyum tipis.


"Aku dari toilet, maaf sayang bikin kamu khawatir." jawab Nuna dengan lembut.


"Eh bantuin dong bang, abang mah pacaran mulu, ada adiknya ini jangan dikacangin." teriak Alisha yang sedang sibuk membakar sosis.


"Sayang aku bantu Alisha ya," Nuna menunduk dan tersipu malu mendengar ucapan Alisha. Nuna pun kemudian menghampiri Alisha. "Sini kakak bantuin." Nuna mengambil alih kipas yang ada di tangan Alisha.


"Minggir dulu dek," Leon mendorong tubuh Alisha pelan.


"Ya elah... berasa nonton film drakor aja tahu gak," Alisha kesal dengan abangnya yang menyuruhnya minggir.

__ADS_1


__ADS_2