
"Sayang kamu hamil?" tanya Leon sambil tersenyum.
Bugh bugh
Nuna memukul bahu Leon dengan buku yang ada di tangannya. "Apaan sih pagi-pagi udah ghibah." Nuna menyerngit.
"Kamu hamil anak aku kan?" Leon mengejek.
"Hamil anak kucing. Gimana mau hamil sayang kalo kita aja belum nikah." bantah Nuna.
"Tapi malam itu kan kita..."
Belum selesai ngomong Nuna sudah memotong perkataan Leon. "Malam itu gak terjadi apa-apa soalnya yang mengganti pakaian ku yang basah asisten rumah tangga kamu iya kan?" Bibir Nuna mengerucut.
"Jadi kamu sudah tahu semuanya?"
"Iya waktu itu aku ketemu ART kamu di jalan. Dia yang menceritakan semuanya." terang Nuna kepada Leon.
"Emm Bi Inah minta dipecat."
"Jangan dong sayang kan kasian kalo dipecat nanti yang biayain hidup keluarga nya siapa?"
"Kamu memang gadis yang baik Nuna." batin Leon dalam hati.
Tiba-tiba Citra menepuk bahu Leon. "Eh bro elo nggak tahu kalo pacar lo ini alergi seafood?"
"Sayang kamu alergi makanan laut?"
Nuna hanya mengangguk. Akhirnya Leon tahu kenapa waktu itu Nuna pergi ke toilet setelah mendapat suapan dari Leon.
"Maafin aku ya sayang aku baru tahu." Leon memegang kedua tangan dan menatap mata Nuna dengan serius.
"Iya aku maafin." Nuna membalas dengan senyuman.
__ADS_1
"Cie... yang lagi bucin." Raya menyindir.
"Jangan lama-lama pegangan dosennya udah masuk tuh." Safira mengingatkan.
Nuna mencoba melepaskan genggaman tangan Leon. "Lepas sayang, malu sama yang lain." Nuna melihat sekitar.
Tapi Leon masih saja menggenggam tangannya erat. "Tangan ini boleh aku lepas tapi hatimu jangan kau lepaskan untuk orang lain." Ucap Leon sambil mengerlingkan sebelah matanya ke arah Nuna.
Jantung Nuna rasanya berdebar kencang mendengar rayuan gombal yang dilontarkan Leon.
"Mati gue," batin Nuna.
...***...
"Dek elo pulang sendiri apa mau gue jemput?" tanya Leon kepada adeknya melalui sambungan telepon.
"Pulang sendiri aja bang soale Alisha ada extra kurikuler." jawab Alisha dari balik telepon.
"Ya udah sampai ketemu di rumah." Leon menutup telepon.
"Adek. Hari ini kita kemana sayang?" tanya Leon dengan manja.
"Habis ini aku mau ke florist, sayang mau anterin?"
"Apa sih yang enggak buat kamu." Kemudian Leon mengajak kekasihnya itu untuk keluar meninggalkan kelas.
"Dears...gue balik duluan ya bareng Leon." pamit Nuna pada ketiga sahabatnya.
"Oke," jawab mereka.
Pasangan kekasih itu berjalan sambil bergandengan tangan. Lagi-lagi mereka membuat iri para mahasiswa yang melihat pemandangan itu.
"Leon...aku patah hati."
__ADS_1
"Nuna kau tega menjadikanku jomblo selamanya."
"Ummh... gue iri melihat mereka." ucap salah seorang sambil meremas tangan temannya.
Kemesraan mereka juga tidak luput dari pandangan Jonas, laki-laki yang dulu ditolak cintanya oleh Nuna. Jonas mengepalkan tangan kemudian meremasnya. Terlihat kemarahan besar yang menyelimuti tubuh cowok 23 tahun itu.
Jonas tersenyum getir. Dia merencanakan sesuatu.
Di tempat lain, Alisha sedang menunggu taxi online pesanannya. Jonas yang melihat adik Leon sedang berdiri di sana tidak melewatkan kesempatan itu. Lalu Jonas menghentikan mobilnya persis di depan Alisha.
Alisha kaget karena di aplikasi miliknya jenis mobil yang dia pesan bukan merk Honda Civic. Mobil itu juga bukan mobil milik abangnya.
Alisha melihat seorang cowok keluar dari mobil. "Hai kamu adeknya Leon kan?"
"I-iyaa." Alisha merasa gugup karena dia tidak mengenal cowok yang ada di depannya.
"Kenalin gue Jonas. Gue temen sekampus abang lo." sambil mengulurkan tangannya Jonas memperkenalkan diri.
"Alisha."
"Lagi nunggu taxi ya?" tanya Jonas lebih jauh.
Senyumnya mengembang setelah mengetahui kalo cowok itu adalah teman abangnya."Iya nih kak tapi gak dateng-dateng juga." Bibir Alisha mengerucut. Dia berkali-kali melihat jam yang melingkar di tangannya.
"Gue anterin lo pulang ya kebetulan rumah kita searah." Jonas menawarkan diri.
Akhirnya mereka berdua masuk ke mobil.
Alisha
__ADS_1
Jonas