Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
Episode 26 Salah Paham


__ADS_3

Siang itu Nuna mencari keberadaan Jonas. Gadis itu mengedarkan pandangannya. Setelah ketemu dia pun mamanggil namanya. "Jonas," teriak Nuna dari kejauhan.


Jonas menoleh ke belakang. Dia melihat Nuna berlari ke arahnya. Nuna kemudian menarik tangan Jonas membawanya ke suatu tempat yang sepi.


Nuna segera melepaskan tangan Jonas. "Apa maksud lo deketin adeknya Leon."


"Gue cuma pengen kenalan aja." kata Jonas dengan santainya.


"Bohong." Nuna tidak percaya dengan perkataan Jonas.


Jonas yang menyadari keberadaan Leon seketika menarik tangan Nuna dengan cepat. Nuna pun sampai jatuh ke pelukan Jonas.


"Iya sayang." kata-kata Jonas beralih lembut kepada Nuna.


Nuna berusaha melepaskan pelukan Jonas. Tapi upaya gadis itu gagal Jonas malah semakin memeluk erat tubuhnya.


"Lepasin Jon." kata Nuna.


Melihat kekasihnya dipeluk oleh cowok lain, Leon pun merasa cemburu. Tangannya mengepal dan matanya memancarkan kemarahan. Leon memilih pergi meninggalkan mereka.


Setelah Jonas melihat Leon pergi Jonas melepaskan pelukakannya."Gue mau pacarin dia trus gue tinggal gitu aja."


"Jahat lo." Nuna tidak menyangka Jonas akan senekat itu.


"Ini gue lakuin karena Leon udah ngrebut lo dari gue."

__ADS_1


"Awas ya nanti aku aduin sama Leon."


"Oke kalo gitu jangan salahkan gue kalo Alisha gue apa-apain. Lebih baik lo putusin Leon kalo gak mau Alisha kenapa-napa." ancam Jonas.


"Alisha tu gak tau apa-apa jangan libatkan dia."


"Ini cara gue ngedapetin lo.Ingat omongan gue baik-baik." Jonas berbisik di samping telinga Nuna kemudian berlalu meninggalkan gadis itu.


Nuna berjalan menuju ke kelasnya. Nuna berjalan dengan melamun. Kemudian saat tiba di kelasnya Nuna mendudukkan bokongnya dengan lemas.


"Lo kenapa Na?" tanya Safira kepada sahabatnya itu yang sedang terlihat tidak bersemangat.


Pertanyaan Safira membuyarkan lamunan Nuna. "Gue gak papa." Nuna menjawab dengan lirih.


"Harusnya sih udah" kata Nuna. Sejenak Nuna berfikir. Kemudian dia mengambil Hp di dalam tasnya. Lalu mengirim pesan kepada Leon. "Sayang kamu masih ada urusan bisnis?" tanya Nuna lewat chat.


Nuna menunggu balasan dari Leon tapi tidak juga mendapat balasan. Lalu dia mencoba menelpon kekasihnya itu. Nuna merasa risau. Dia berencana menemui Leon setelah pulang kuliah.


...***...


"Pak Mas Leon sudah balik?" tanya Nuna kepada security yang menjaga rumah Leon.


"Belum mbak? Ada pesan? biar nanti saya sampaikan?" ucap satpam itu.


Nuna hanya menggeleng. Dia tampak lesu. Kemudian dia melangkahkan kakinya untuk pulang. Nuna kembali melihat ke belakang. "Kenapa Leon tidak memberi kabar kepadaku?" batin Nuna dalam hati.

__ADS_1


Bruak


Nuna membuang tasnya ke atas ranjang tempat tidur. Kini dia merebahkan tubuh sembari memandang langit-langit atap rumahnya.


Keesokan pagi nya Nuna bangun kemudian dia membuka pintu balkon rumahnya. Nuna mengirup nafas dalam-dalam. Kini dia sedang berada di atas balkon sambil memegangi sebuah cangkir yang berisi teh hangat. Tidak disangka Nuna melihat Leon sedang jogging. Senyum Nuna mengembang. Gadis itu segera memanggil kekasihnya. "Leon" walau melambaikan tangan Leon tidak juga menanggapi. Seketika aenyum Nuna meredup wajahnya terlihat sendu. Tidak biasanya Leon mengabaikannya.


Saat berada di kampus Nuna merasa ada yang aneh dengan kelakuan Leon terhadap dirinya.Leon bahkan sengaja duduk berjauhan dengan Nuna.


Ketika Leon berjalan Nuna menarik tangannya. "Leon" posisi Nuna masih duduk di atas kursi. Kepalanya mendongak melihat wajah Leon tapi pandangan Leon masih ke depan. Telihat kaku sekali.


Leon pun melepaskan tangan Nuna pelan. Mata Nuna berkaca-kaca. Dia masih saja tidak mengerti kenapa Leon berubah sedingin itu. Nuna rindu kekasihnya yang selalu perhatian kepada dirinya.


Ketiga sahabat Nuna yang menyadari hal itu mencoba mengajukan pertanyaan kepada Nuna,"Nun hubungan elo baik-baik saja dengan Leon?" Raya merasa khawatir.


"Gue juga gak tahu yang terjadi sebenarnya, Leon selalu saja menghindar dari gue." Nuna menundukkan kepalanya di atas meja, kini tidak bisa membendung air matanya.


Safira tidak sampai hati melihat kesedihan Nuna, Safira pun mengelus-elus rambut Nuna mencoba menenangkan dirinya.



Nuna



Leon

__ADS_1


__ADS_2