Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
Season 2 Tender


__ADS_3

Tok tok tok


"Bapak manggil saya?" tanya Raya yang menyembul di balik pintu.


"Masuk Ray," perintah Leon pun dipatuhi oleh Raya selaku sekertaris Leon.


"Saya mau kamu urus pembelian rumah Nuna yang lama beserta toko bunga yang pernah ia jual pada orang lain," kata Leon.


"Maksud bapak? maaf saya kurang paham,"jujur Raya. Ia tidak bisa menangkap perintah yang diturunkan Leon.


"Kamu beli rumah dan toko bunga milik Nuna yang telah dijual ke orang lain lalu jadikan sertifikat toko dan rumah itu kembali atas nama Nuna,kamu paham?" Leon agak meninggikan suaranya sehingga membuat Raya bisa mencerna jelas omongan atasannya itu.


"Ba-baik pak," jawab Raya ketakutan.Ia pun segera melaksanakan tugas yang diberikan atasannya itu.


...***...


Hari itu Citra ditugaskan untuk mengurusi bagian pertamanan di rumah sakit tempat ia bekerja.


"Wah kebetulan nih gue order tanaman hias dari toko bunga milik Nuna aja deh, itung-itung dagangan ngelarisin sahabat," gumam Citra.


Wanita yang sahabatan dengan Nuna sejak zaman kuliah itu pun meluncur ke tempat tinggal Nuna. Setelah menempuh perjalanan selama satu setengah jam akhirnya Citra sampai di green house milik sahabat baiknya itu.


Nuna yang sedang mengatur pegawainya mendengar suara mobil berhenti. Ia pun menengok ke depan. "Ada apa Cit? Tumben-tumbenan elo dateng gak kabar-kabar dulu," kata Nuna.

__ADS_1


"Gue mau ngasih elo orderan bestie, tender nih," ucapan Citra membuat Nuna penasaran.


"Apaan sih gaje banget," cibir Nuna.


"Gue diminta nyari suplier tanaman hias buat rumah sakit tempat gue kerja," terang Citra dengan antusias.


"Tempat elo kerja kan di rumah sakit milik keluarga Safira, jadi lo nyuruh gue suply tanaman ke sana?" tebak Nuna. Citra mengangguk cepat.


"Gue nolak," Citra tidak habis pikir dengan keputusan Nuna.


"Kenapa? bukannya bagus elo bisa dapat tender besar kaya gini, liat tuh banyak pegawai yang mesti elo bayar, mereka juga ngandelin elo kali," kata-kata Citra membuat Nuna menatap para pegawainya.


"Oke deh, tapi gue terpaksa ya," jawab Nuna setelah berfikir sejenak.


"Siap bosque," Nuna menimpali.


Tak lama kemudian sebuah mobil yang juga tak asing bagi Nuna berhenti di area green house miliknya.


"Mobil Raya tuh," tebak Citra.


"Ngapain tu anak kemari, kalian janjian ya?" tanya Nuna pada Citra.


"Ah kagak, lagian kita kan sibuk kerja, ini masih jam kerja bestie, kalau gue sih ini termasuk kerja lapangan kalau dia gak tau mau ngapain," Citra menggedikkan bahu.

__ADS_1


"Hai Nun," Raya melambaikan tangan setelah menutup pintu mobil.


"Eh elo di sini juga Cit, ngapain?" tanya Raya.


"Harusnya gue yang nanya sama elo, elo ngapain kemari,kalau gue sih jelas, gue ngasih tender ke Nuna," kata Citra menyombongkan diri.


"Tender apaan?" tanya Raya diikuti tawa mengejek.


"Eh beneran kali,tanya aja sama Nuna," Citra tak mau kalah.


"Iya,iya gue percaya,eh gue sampe lupa, ini Nun ada titipan dari bos," Raya menyerahkan sebuah amplop coklat.


"Apa ini?" tanya Nuna seraya menerima amplop tersebut.


"Elo buka aja entar elo juga tahu," Raya tersenyum.


"Ini beneran Ray?" tanya Nuna girang.


"Eh apaan sih guys?" Citra kepo laku menyambar amplop yang dipegang Nuna.


"Ini sih hari keberuntungan elo Nun," Citra ikut setelah membaca amplop yang diberikan oleh Raya.


...❤️❤️❤️...

__ADS_1


Tinggalin jejak ya bestie Yang mau gabung di grub chat sok mangga.


__ADS_2