Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
Season 2 Safira Hamil


__ADS_3

Siang ini Safira mendatangi kantor Leon secara tiba-tiba."Pak maaf saya sudah melarang nyonya Safira masuk, tali beliau memaksa," Raya membela diri saat wanita yang sebentar lagi akan bercerai dengan Leon itu masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.


Leon memerintahkan Raya keluar hanya dengan mengibaskan tangannya. Raya pun mengangguk patuh.


"Ada apa lagi kamu ke sini? urusan perceraian kita, aku serahkan semua pada pengacaraku, kamu bisa hubungi dia kalau perlu sesuatu," ucao Leon dengan nada dingin.


"Cerai, cerai, cerai itu saja yang selalu kau pikirkan," bentak Safira.


"Leon aku hamil," imbuhnya.


"So what??" tanya Leon seolah tak peduli.


"Aku mengandung anak kamu Leon," ungkap Safira. Namun Leon tak mudah percaya begitu saja, seingatnya selama menikah satu tahun bersamanya tak pernah sedikitpun Leon menyentuh Safira.


"Kamu jangan mengada-ada, aku bahkan tidak pernah menyentuhmu," elak Leon yang mulai geram.


"Kamu tahu pengadilan pasti akan menangguhkan permintaan ceraimu karena aku sedang hamil," Safira menarik ujung bibirnya.

__ADS_1


"Omong kosong apa ini? kamu sengaja menjebakku dengan kehamilan palsumu itu hah?" sungut Leon dengan emosi yang berapi-api.


"Ini tandanya jodoh kita belum selesai Leon, aku akan menyampaikan kabar baik ini pada ibumu dan juga tunanganmu itu, bukankah mereka juga berhak tahu soal kehamilanku ini." Ucaoan Safira membuat Leon murka.


"Keluar dari ruanganku sebelum aku berbuat sesuatu yang tidak menyenangkan kepadamu," ancam Leon dengan tatapan menghunus ke arah Safira.


Safira sudah bergidik ngeri karenanya. Ia memutuskan untuk keluar dari ruangan Leon. Ia sudah puas melihat Leon fustasi.


"Aaarrrgh," Leon membuang semua yang ada di atas mejanya.


"Dasar perempuan sialan, berani sekali mengancamku dengan kehamilan palsunya," geram Leon.


...***...


Tok tok tok


Ariana yang berada di kursi roda membuka pintu setelah mendengar suara ketukan pintu tersebut.Ia terkejut saat netranya melihat sosok menantu yang tak ingat padanya sama sekali.

__ADS_1


"Mama," Safira berjongkok dan menangis di hadapan Ariana.


"Kenapa kamu kemari? Bukankah sebentar lagi kamu akan berpisah dengan putraku?" sungut Ariana.


"Maafkan aku ma, aku tidak tahu kalau mama sakit," Safira beralasan.Padahal Safira tahu saat itu Ariana mengejar dirinya agar Safira mengurungkan niatnya pergi dari rumah. Akan tetapi Ariana malah jatuh saat menuruni tangga. Beruntung Alisha menemukannya dan segera menelpon Leon.


"Kamu tidak usah berpura-pura simpati padaku, aku tahu kamu pergi bersama laki-laki lain," ungkap Ariana. Safira menjadi kaget mendengar ucapan Ariana.


"Ma, aku kembali karena ternyata aku mengandung anak Leon,aku mohon terima aku seperti dulu ya," Safira berusaha membujuk ibu mertuanya.


Saat mendengar bahwa Safira hamil, Ariana merasa senang karena sebentar lagi ia akan memiliki cucu. Tapi di sisi lain wanita di hadapannya itu sudah berani pergi dari rumah dengan laki-laki lain. Bukankah berarti dia berselingkuh dan mengkhianati putranya.


"Apa benar itu anak Leon?" tanya Ariana ragu.


"Mama meragukanku? Ini benar-benar anak Leon ma, aku tidak berbohong," Safira menatap ibu mertuanya itu dengan wajah memelas.


"Aku tidak bisa memutuskan kau bisa tinggal di sini lagi apa tidak, semua tergantung Leon, aku tidak mau lagi mencampuri urusan rumah tangga kalian."

__ADS_1


"Baiklah ma, yang penting mama sudah tahu kalau aku sedang mengandung cucu mama, aku harap mama mendukungku," ucap Safira lalu pergi.


__ADS_2